King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Mendadak suram



Zehra menyentuh lembut kening Arash, mencoba mengecek kondisi suhu tubuh Arash serta memastikan luka-luka nya tidak terdapat masalah, sejenak zehra menatap wajah laki-laki itu yang tampak tertidur pulas di atas kasur mereka, zehra menarik pelan nafasnya untuk beberapa waktu.


Zehra melirik sejenak ke arah jam dinding, dia fikir sudah waktunya untuk membersihkan diri dan menunaikan kewajiban nya, Zehra lantas mencoba turun secara perlahan dari atas kasur mereka takut jika-jika mengganggu waktu istirahat Arash apalagi laki-laki itu dalam keadaan terluka.


Setelah menyelesaikan sesi membersihkan diri dan menunaikan kewajiban nya, secepat kilat zehra melesat turun ke bawah mulai menyiap kan menu sarapan untuk Arash.


Dia terus sibuk berkutat di dapur, tangan-tangan zehra terlihat begitu cekatan dalam mempersiapkan semuanya, hingga semua menu sarapan dan teh hangat telah di siapkan.


Sejenak lagi-lagi zehra menarik pelan nafasnya sambil dia menatap lurus ke depan, ingatannya soal tembakan yang Arash dapatkan terus menghantui dirinya, Seketika kekhawatiran menyerang dirinya soal Arash, dia takut jika-jika sesuatu yang buruk lagi-lagi terjadi pada Arash.


Sejenak zehra di kejutkan oleh sebuah suara dari arah belakang mansion, zehra fikir apa ada seseorang di belakang sana? warna langit belun mulai berubah dari gelap menuju ke terang, masih sedikit gelap untuk para pelayan datang berkumpul.


Dengan gerakan cepat zehra mencoba melangkah ke arah belakang, menyusuri lorong mansion menuju ke arah asal suara berisik tadi. Cukup lama berkeliling pada akhirnya zehra tidak menemukan satu hal apapun.


Pada akhirnya zehra dengan gerakan cepat langsung melesat kembali menuju ke arah depan, tapi sejenak zehra menghentikan gerakan langkah kaki nya karena Terdengar suara kucing yang terus berteriak dari arah satu sisi ruangan.


"Oh sayang, dimana kamu?"


Zehra mencoba untuk menelusuri suara hingga berakhir pada satu Pintu yang tidak tahu didalam nya ruangan apa. Dengan bersusah payah zehra mencoba untuk membuka pintu itu dalam beberapa waktu dan mencoba mengeluarkan kucing nya dari dalam sana.


"Oh sayang, apa kamu baik-baik saja?"


Zehra bicara sambil mengelus lembut kepala kucing yang ada di tangan nya itu.


Dengan gerakan cepat zehra melepaskan kucing tersebut lantas Zehra langsung berdiri dan mencoba untuk menutup kembali pintu tersebut, namun seketika bola matanya membulat saat menatap isi ruangan tersebut.


Cukup unik di penuhi banyak sekali barang-barang antik dan lama.


Karena rasa penasaran zehra mencoba untuk melangkah masuk, menelusuri seluruh ruangan dan melihat barang-barang unik dan cantik itu.


Bola mata zehra kembali menatap sebuah patung naga hitam berukuran besar disisi kanan dia berdiri, secara perlahan zehra mencoba menyentuh nya hingga tanpa sengaja zehra menggeser posisi patung naga hitam tersebut.


Lantas terdengar bunyi gesekan kasar Lemari yang ada di sisi kanannya hingga menutar kebelakang dan menciptakan sebuah pintu disana.


zehra tercekat,bola matanya membulat, ekspresi terkejut terlihat jelas dari balik wajah nya ketika lemari besar itu berubah menjadi pintu dan menampilkan sebuah ruangan suram di balik semua nya.


Dan keterkejutan lainnya adalah ketika zehra melihat ada ratusan senjata yang tersusun di balik ruangan itu bersamaan beberapa tempat seperti ruang penyiksaan dan bau pengap bercampur anyir menenuhi rongga hidung nya.


Seketika zehra memundurkan langkahnya, dia berusaha untuk mencari pegangan karena panik, dengan tubuh gemetaran zehra berusaha untuk berbalik namun tiba-tiba dia merasa menabrak tubuh seseorang.


Seketika zehra melonjak kaget, menatap sosok seseorang yang tidak asing di hadapannya itu.


"Arash.."


Suara zehra seketika tercekat.