
"Aku fikir bisa jadi Anta hamil, wajah nya terlihat begitu pucat, tadi dia bilang pusing, pasti berakhir tidak enak badan, apakah kamu juga merasa mual?"
Sang untie terus bertanya sambil menatap curiga ke arah Anta.
"Untie, bukan begitu"
Anta jelas menjawab kelabakan.
Dia Fikir bagaimana caranya dia bisa hamil? bahkan dia dan Enardo belum pernah tidur bersama selama mereka menikah.
"Jika bukan begitu jadi bagaimana?"
"Bukankah menyenangkan bakal memiliki seorang cucu?"
"Ah.... pasti imut sekali"
"Mommy jadi merasa berbunga-bunga, kamu tahu sayang? setiap kali teman-teman Mommy berkumpul mereka bakal berkata dengan bangga soal cucu mereka, kali ini jika memang hamil bukan kah Mommy juga bisa membanggakan cucu Mommy?"
Oh ya Tuhan.
Semua anggota keluarga mulai ribut membahas soal kehamilan, anak dan cucu, bahkan Mommy anta bicara dengan bola mata berkaca-kaca.
"Mom..."
Anta jelas serba salah.
Dia ingin bilang jika semua orang salah menduga, Anta terus mencoba untuk bicara namun tiap kali dia ingin buka suara pasti ada saja yang menyela.
"Untie itu.."
"Aku fikir dia memang hamil, coba lihat perubahan wajahnya"
"Untie, semua ini..."
"Tidak kah kita mencoba untuk memeriksa nya ke dokter?"
"Uncle..."
Anta jadi seperti orang yang kebingungan, sedangkan Enardo tampak mengulum senyumannya, menikmati ekspresi lucu Anta yang terlihat panik sejak tadi.
Seketika Anta menoleh ke arah nya, seolah-olah berkata bantu dia menjelaskan semuanya.
"Aku fikir mereka salah paham"
Anta bicara sambil menekan Kalimatnya, bicara sedikit berbisik sambil menatap wajah Enardo.
Alih-alih menjawab, laki-laki itu malah buru-buru memeluk erat pinggang nya dari sisi kiri.
Seketika Anta terkejut dengan ekspresi yang terlihat begitu lucu, gadis itu sedikit mengangkat kedua sikunya, dan seketika mereka saling berhadapan Dikala semua keluarga tampak sibuk berdebat dan mendiskusikan soal bayi mereka.
"Bukankah begitu manis saat semua berfikir kita akan memiliki seorang bayi?"
Enardo bicara sambil setengah berbisik, menatap dalam bola mata Anta.
"Tapi itu tidak benar Enardo, mereka akan kecewa saat tahu kenyataan nya"
Protes Anta cepat.
"Kalau begitu jangan buat mereka kecewa"
Anta menaikkan ujung alisnya.
Seketika Enardo mengulum senyumannya.
"Tidak ingin mencoba nya?"
Goda Enardo sambil merapatkan tubuh Anta agar semakin masuk ke dalam pelukan nya"
"Enardo, ini memalukan. mereka akan mengatai kita yang tidak-tidak"
Protes Anta sambil berusaha melepaskan pelukan Enardo, gadis itu mencoba melepaskan tangan Enardo dari pinggangnya, tapi rupanya semakin Anta berusaha untuk melepaskan nya, semakin erat Enardo memeluk dirinya.
Seketika wajah Anta memerah, rasa malu menyeruak didalam dirinya, belum lagi jantung nya tidak mau berhenti berdetak sejak tadi, semakin rapat jarak mereka, semakin menggila jantung Anta berdetak.
"Bukan kah Mommy akan terlihat kecewa jika kamu bilang bahwa kamu tidak hamil hmm? coba lihat wajah Mommy yang terlihat begitu bahagia"
Bisik Enardo lagi ke arah Anta.
Sekilas Anta mengintip ekspresi sang Mommy yang asik tertawa terbahak-bahak saat membahas soal kata cucu disana.
"Terlihat begitu bahagia dan penuh cinta hmm"
Anta tampak terus menatap wajah sang Mommy nya yang mulai menua, jelas terlihat kebahagiaan dari balik wajah Mommy nya yang mulai terlihat menu itu.
"Aku fikir cucu laki-laki dan perempuan sama saja"
Ucap Mommy nya sambil melirik ke arah Anta dan Enardo.
"Coba lihat mereka saja semesra itu, jika tidak memberikan ku Seorang cucu, bukankah itu sangat keterlaluan"
Seloroh Mommy nya pada semua orang.
Seketika tawa seisi ruangan pecah
Anta menelan Saliva nya, lantas bola mata nya kembali menatap ke arah Enardo.
Laki-laki itu hanya mengulum senyumannya saat melihat ekspresi Anta.
"I love you"
Goda Enardo sambil menggerakkan bibirnya namun tidak mengeluarkan suaranya.
"Kita bisa mencoba nya"
Ucap nya lagi.
"Ishhh"
Anta berdesis sambil memunyungkan bibirnya, seketika wajah ya memerah saat melihat tindakan Enardo.
"Berhenti lah menggoda ku"
Rutuk Anta dengan jantung yang terus berdetak tidak beraturan, secepat kilat dia mencubit perut Enardo agar laki-laki itu melepaskan pelukannya.
Enardo terkekeh geli lantas melepaskan pelukannya, minimal bagi Enardo hubungan mereka memiliki kemajuan yang cukup signifikan, setidaknya Anta bersikap lebih halus dan lembut jauh dari pada sebelumnya.
Sisa lainnya cukup mereka mengikuti alur saja.