King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Awal yang manis



Anta tampak masuk kedalam kamar nya dengan perasaan masih mengantuk, semalam dia sama sekali tidak bisa tidur di villa Mommy Mc Dores, ada banyak sekali petuah dan nasehat yang dia dapatkan dari Mommy Mc Dores selama dia disana semalaman.


Anta fikir pilihan bijak saat ini adalah dengan memilih untuk mengistirahatkan diri dan tidak mempedulikan siapapun yang ada di sekitar nya.


Seketika Anta menjatuhkan diri nya ke atas kasur, dia membuka jaket, pakaiannya atas hingga ke bawah nya tanpa peduli apapun saat ini, bola matanya benar-benar sudah mulai menyipit.


Yang tersisa didalam tubuhnya hanya tank top dan celana pendek nya saja.


Seketika Anda meraih apapun yang ada di samping nya kemudian dia mulai memejamkan bola matanya.


Di ujung ruangan, tepat di atas kursi sofa tang terletak menghadap lurus ke arah kasur Anta, sosok enardo jelas tercekat, bola matanya menatap tidak percaya dengan pemandangan yang barusan saja dia lihat, bahkan dia tidak bisa menarik nafasnya dengan baik untuk waktu yang cukup lama.


Semalaman menunggu Anta pulang berakhir pada kenyataan jika gadis itu menghilang entah kemana, tidak pulang sama sekali hingga membuat enardo tanpa sengaja tertidur didalam kamar itu.


Tapi siapa sangka pagi-pagi sekali dia tersentak kaget karena sebuah suara kasar yang menandakan Pintu kamar di buka dengan cepat, Tampak sosok Anta berjalan sambil memejamkan bola matanya, tidak menyadari kehadiran Dirinya.


Gadis itu bahkan membuka seluruh pakaiannya di hadapan enardo.


What? wait tunggu dulu. enardo berusaha untuk menegur Anta, tapi gadis itu keburu tertidur lelap begitu saja.


Oh shi..t.


umpat enardo dalam hati.


Pada akhirnya Enardo secepat mungkin kabur dari kamar Anta, dia mencoba menarik nafas nya beberapa kali untuk menetralisir suara jantung nya yang tidak beraturan.


Enardo menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat lantas menghembuskan kasar nafasnya.


Ini benar-benar gila.


Umpat Enardo dalam hati.


******


Keesokan harinya.


Seperti biasa enardo Fikir berusaha untuk menghindari Anta, setelah menyiapkan gadis itu susu dan sarapannya serta membuat sebuah catatan kecil untuk anta Enardo pasti langsung melesat keluar dari dapur untuk menghindari Anta.


Dia fikir dengan cara seperti itu,dia bisa menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk di antara dirinya dan Anta, dia tahu bisa jadi gadis itu enggan melihat wajah nya karena itu lebih baik mereka tidak saling bertemu sejak pagi hingga malam hari nya, enardo berusaha menyesuaikan jadwal Anta dan dirinya agar sama sekali tidak bertemu antara satu dengan yang lainnya.


Tapi siapa sangka pagi ini gadis itu tiba-tiba sudah berdiri tepat dihadapan nya, masih menggunakan pakaian tidurnya dengan wajah khas bangun tidur, Anta menguap sambil merentangkan kedua tangannya.


Enardo sejenak terpaku melihat ekspresi Anta, gadis itu berdiri tepat di hadapan nya.


Seketika Anta membulat kan bola matanya saat menyadari siapa yang ada di hadapannya, dengan cepat gadis itu menarik kedua tangannya dan langsung menutup mulutnya.


Enardo diam sejenak,lantas berusaha untuk beranjak dari sana.


Tapi siapa sangka tiba-tiba Anta mengeluarkan suara nya.


"Tidak bisakah kamu mengganti minuman ku dengan teh hangat? aku cukup kesusahan menghabisi susu nya setiap pagi, aku bukan penyuka susu"


Nada bicara anta terdengar penuh dengan kata protes.


"Bahkan white cofee lebih baik dari pada susu, aku bukan bocah berusia 12 tahun lagi"


Lanjut gadis itu sambil meraih gelas susu dan piring sarapan yang di siapkan Enardo.


"Kata-kata di memo mu juga membosankan, seharus nya setiap hari di ganti dengan kata-kata baru yang lebih menghibur diri"


Lanjut Anta lagi.


"Tidakkah kamu mau menemani aku sarapan?"


Enardo secara perlahan membalikkan tubuhnya nya.


"Ya?"