King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Mulai mencair



"Bagaimana maksudnya?"


Anta jelas bertanya bingung ke arah Enardo saat laki-laki itu berkata jika Zehra perempuan cantik yang ada di mansion Arash yang dia ketahui adalah sang istri Arash adalah kakak perempuan nya yang hilang bertahun-tahun yang lalu.


Gadis itu secepat kilat langsung bangun dari tidur nya, duduk di atas kasur dengan cepat cepat, menatap Enardo dengan pandangan tidak percaya, jantung nya jelas berdetak tidak beraturan.


"Apa kamu belum tahu?"


Enardo tampak mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi Anta yang terlihat cukup kebingungan, laki-laki itu Ikut duduk.


Anta buru-buru menggeleng.


"Aku tidak tahu, tidak ada yang memberitahu kan kenyataannya pada ku"


Ucap Anta cepat.


"Aku baru tahu.... kenapa kamu tidak memberitahukan nya kepada ku? apa kak Zaffa Tahu? Mommy juga tahu?"


Kali ini Anta terlihat mulai banyak bicara, seolah-olah gadis itu menjadi Anta di masa lalu, ceria, banyak tanya dan sedikit cerewet.


"Seperti nya Zaffa tahu, Mommy mungkin baru tahu belakangan ini"


Jawab Enardo.


"Kamu juga tahu tapi tidak bilang pada ku?"


Anta tampak menatap kecewa ke arah Enardo gadis itu menghela pelan nafasnya.


"Aku fikir kamu sudah tahu"


Nada Enardo terdengar penuh penyesalan.


"Tentu saja tidak, bahkan kak Zehra Juga tidak cerita"


Protes Anta.


"Zehra juga belum tahu"


Jawab Enardo cepat.


"Ya?"


"Aku fikir sebaiknya kita mengunjungi mereka hmmm? bagaimana jika besok Kita pergi ke sana?"


Anta meminta dengan sungguh-sungguh, ekspresi nya terlihat begitu manis dan manja bagi Enardo.


"Hmmm baiklah kita akan mengunjungi mereka besok"


Jawab Enardo cepat sambil terus menatap wajah Anta.


Lalu gadis itu mengembangkan senyuman.


"Kak Zehra memang baik, dia begitu baik pada ku"


Ucap nya lantas kembali berbaring di atas kasur mereka diikuti Enardo.


"Dia mengajari aku soal banyak hal"


Anta terus bercerita menghadap ke arah Enardo, laki-laki itu tampak tersenyum sambil terus memperhatikan gerak-gerik bibir anta, menelusuri wajah anta, memperhatikan seluruh lekuk wajah anta, kening, bola mata, hidung, pipi bahkan bibir nya yang terus bergerak sejak tadi.


"Hmmm apa kita akan membeli oleh-oleh untuk mereka? apa yang bagus di bawa besok?"


Anta terus bicara begitu antusias, baginya ini pertama kali nya mereka bertemu setelah sekian lama. Andaikan saja dia tahu soal zehra sejak kemarin-kemarin, sudah dipastikan Betapa bahagianya dirinya.


Anta jelas akan betah tinggal dan ngobrol dengan sang kakak, atau bahkan curhat hal-hal yang cukup dalam.


"Hmmm aku cukup terlambat tahu soal kami"


Ucap Anta pelan, sejenak suasana menjadi sepi, Anta tampak masih tersenyum sambil menghadap ke arah Enardo.


Mereka tiba-tiba saling menatap antara satu dengan yang lainnya, lalu tiba-tiba Enardo menyentuh lembut wajah Anta, laki-laki itu mengelus lembut pipi Anta untuk beberapa waktu.


Gadis itu sejenak diam, menatap Enardo sambil mengedip-ngedipkan bola mata nya .


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Enardo memajukan wajahnya, lantas seketika tiba-tiba saja Enardo menautkan bibir mereka secara perlahan.


Anta jelas membeku, gadis itu memejamkan perlahan bola matanya, tangannya dengan cepat menggenggam lengan Enardo.


Dia fikir ini ke dua kali nya laki-laki itu mencium nya.


Rasanya begitu lembut dan dalam.