
Dan benar saja sepersekian detik kemudian semua keadaan pecah, di mulai dari mulai menyebar nya anggota distrik 1 hingga membuat pihak agen Drug Enforcement curiga, begitu pemimpin distrik 1 Mafia Cullen menaikkan senjata, agen Drug Enforcement sadar dan ikut mengangkat senjata.
Perang tak terelakkan pecah, baku hantam diiringi suara tembakan yang memecah keheningan lewat dini hari menjelang subuh.
Arash dan tim di atas bangunan ikut menembak kan peluru Mereka tanpa jeda, hingga membuat beberapa agen Drug Enforcement di bagian depan melirik dan mencobanya lari mengejar menuju ke arah mereka.
"Move"
Perintah Arash pada semua orang lantas langsung bergerak menjauh dari sana.
Distrik 1 Anggota Arash, Anggota distrik 1 saling memberi kode untuk menyerang, seorang laki-laki pembawa barang terlarang berlari cepat ke arah selatan, Masuk menuju ke gedung sempit mencari celah untuk berlari membawa barang ditangan nya sambil mencoba menyelamatkan diri.
Disisi lain ketua distrik 1 langsung melesat lari menuju ke arah Utara menuju ke arah bangunan lain memecah diri, dia tahu yang agen Drug Enforcement incar jelas dirinya, dia harus bisa menyelamatkan diri nya sendiri saat ini.
laki-laki itu menembak sambil terus melarikan diri dari sana.
Dibelakang nya beberapa petugas agen Drug Enforcement terus bergerak mengejar langkah nya, tidak peduli bagaimana pun caranya laki-laki itu kunci utama mereka untuk memberantas Cullen mafia yang terkenal dengan kekejaman nya saat beraksi.
Bagi Agen Drug Enforcement mafia cullen tiap beraksi nyaris tak pernah sudi bermusyawarah,. mereka bahkan bebas membunuh siapa saja yang mereka anggap mengancam.
Karena itu satu-satunya nya cara memancing Mereka dengan cara berpura-pura ingin membeli sebagian besar Narkoba dan melakukan transaksi langsung dengan mereka,menangkap mereka dan memberantas semua kartel itu hingga ke akar-akarnya.
Tapi siapa sangka, ada yang mengetahui gerak-gerik mereka dan menghancurkan rencana yang hampir 💯% sempurna.
Shi.t.
Pemimpin agen Drug Enforcement itu mengumpat, laki-laki berusia 35 tahunan itu benar-benar menggeram kesal atas kegagalan yang baru saja terjadi itu.
Kali ini dia harus berhasil menangkap sang ketua pemimpin nya bagaimana pun caranya.
Aksi kejar-kejaran terus berlangsung, bahkan sang pimpinan distrik 1 terus berlari melompat dari satu tempat ke tempat lain nya, melewati jalan ber aspal, tanah padat hingga berlumpur.
Bahkan mereka menabrak beberapa orang di tengah pagi buta yang lalu lalang Sejak tadi, sang kepala agen Drug Enforcement tidak berani asal menembak mengingat kumpulan manusia sudah mulai banyak keluar.
Laki-laki itu terus Mengejar kepala distrik 1 tersebut melewati puluhan anak tangga hingga menuju ke atas atap gedung bertingkat melalui jendela bahkan melesat dan melompat dari satu gedung menuju ke gedung yang lainnya, bahkan mereka bergelantungan di antara gedung tinggi hingga ke papan reklame.
Hingga berakhir pada 1 tempat dimana sang kepala distrik 1 tidak bisa berkutik sebab gedung terakhir dia lewati menuju ke gedung 1 nya berjarak terlalu jauh, dia ingin kembali kebelakang terdapat kepala agen Drug Enforcement, lari ke kanan beberapa agen Drug Enforcement sudah menunggu dirinya.
Pada akhirnya laki-laki itu mau tidak mau menyerang sang kepala agen Drug Enforcement tersebut, memutar tubuhnya lantas menendang tepat mengenai bahu kiri sang kepala agen Drug Enforcement, tapi kepala agen Drug Enforcement secepat kilat balas memukul.
Beberapa anak buah agen Drug Enforcement ikut menyerang, Mereka Jelas tidak menembak, sebab satu-satunya tujuan mereka menangkap sang kepala distrik hidup-hidup.
mereka jelas saling memukul antara satu dengan yang lainnya dalam waktu yang cukup lama, hingga sang kepala distrik cukup kelabakan.
Umpat nya saat sadar dia sudah nyaris tidak berdaya.
Laki-laki itu fikir lebih baik bungkam dan mati dari pada tertangkap dan menjerumuskan semua kawanan.
Hingga akhirnya pilihan laki-laki itu hanya satu, melompat turun bertarung nyawa hingga kebawah.
kepala agen Drug Enforcement dan anak buah nya ingin menangkap laki-laki tersebut tapi gagal,namun tiba-tiba.
Kratakkkk
Klataakkkk
Takkkkkk
Terdengar suara puluhan pistol mengarah ke arah mereka.
Oh shi..t.
Mereka jelas terkepung.
Sedangkan dibawah sana, saat kepala distrik 1 tersebut melompat.
Sssrrttt
Tapppppp
Sebuah tangan kokoh meraih tangan kanannya dengan begitu erat.
Arash berdiri di sebuah pinggiran jendela, menggenggam erat tangan laki-laki itu dengan sejuta kemungkinan.
Arash jelas bisa melepas kan laki-laki itu, membiarkan dia melompat dari gedung berapa belas lantai tersebut dan tewas hingga lebih mempermudah dia mengontrol distrik 1 tanpa pemimpin nya, tapi dia tidak bisa melakukan itu sebab dia jelas masih punya hati nurani.
"Kau bisa melepas kan aku, Arash"
Laki-laki itu bicara sambil terus bergelantungan di antara ambang kematian, pegangan tangan mereka jelas semakin melotot secara perlahan.
"Aku tidak bisa melakukan nya, sebab putri kedua Cullen ingin menemui mu dalam keadaan hidup-hidup"
Jawab Arash cepat.
"Ya?"