King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 22 A & A



Begitu Adeline turun dari tangga tersebut, bisa dilihat betapa berkilauan nya perempuan tersebut, bahkan kecantikan nya benar-benar membuat siapapun pasti menelan ludah nya.


Sempurna.


Itu akan menjadi penilaian paling masuk akal yang disematkan oleh laki-laki manapun yang melihat nya.


Tidak ada kesempurnaan yang lebih baik dari pada saat melihat perempuan tersebut yang dibalut gaun istimewa mendominasi berwarna biru tersebut, menambah kesan betapa glamour dan cantik nya penampilan Adeline saat ini.


Riasan wajah yang tidak terlalu tebal, dengan polesan Paling Natural memang paling cocok di berikan kepada perempuan tersebut, wajah cantik tersebut semakin terlihat menarik dan terlihat semakin indah dipandang mata.


Tubuh tinggi dan indah milik Adeline dipadu padankan dengan heels yang tidak terlalu tinggi dan pakaian pilihan terbaik yang dipersiapkan khusus untuk Adeline membuat proporsi tubuh perempuan tersebut terlihat semakin sempurna.


Begitu Perempuan tersebut melangkah semakin mendekati dirinya, tidak tahu Kenapa jantung Adalrich seketika berdetak begitu kencang, perasaan hati nya semakin bergejolak kala ini, rasanya ingin sekali dia memeluk Perempuan tersebut, mengatakan betapa dia merindukan Perempuan itu sebenarnya, ingin sekali dia memeluk nya dan mencurahkan rasa cinta nya saat ini.


merajut asa soal kerinduan dan cinta mereka yang telah tenggelam dalam waktu yang begitu lama.


5 tahun jelas bukan waktu sebentar, harus menahan jutaan perasaan yang menghantam dirinya, menekan kerinduan yang terus berpacu dengan waktu, bahkan berusaha berkata dia kuat dengan keadaan ketika dia seringkali nyaris kehilangan perempuan tersebut ketika Adeline tiba-tiba


masuk ke masa kritis di tengah waktu koma nya.


dan hari ini dia melihat Adeline yang kembali hidup di tengah asa nya kemarin yang mulai menghilang.


Bahagia kah dirinya?!.


Yah tentu saja.


Bagaimana mengungkap kan nya?.


Sulit, sangat sulit.


Tapi dia begitu bersyukur atas kembali nya Adeline meskipun Perempuan tersebut tidak lagi mengingat nya.


Itu jauh lebih baik.


Seketika pemikiran tersebut terlintas di balik pikiran laki-laki itu saat ini, dia boleh takut jika Adeline mengingat dirinya di masa lalu, sebab dia merupakan laki-laki yang paling bajingan pada masa itu kepada istrinya sendiri.


Entahlah, dia hanya bisa menyesali nya.


Namun tidak bisa juga Adalrich pungkiri jika dia mencintai Adeline sejak dulu dengan caranya sendiri.


sejak awal pertemuan mereka dulu dia selalu berkata jika gadis itu memiliki daya tarik tersendiri.


masih segar di ingatannya di Antara ratusan gadis dan perempuan yang ditangkap kala itu, satu-satunya sosok gadis yang membuat dia tertarik saat itu adalah Adeline.


semua orang menatapnya dengan tatapan gelisah, namun tidak sedikit yang menatapnya dengan penuh harap agar menjadi gadis atau perempuan pilihannya kala itu.


begitu bisa sukses merebah jika dia akan memilih satu orang diantara ratusan perempuan dan gadis yang ada disana, semua orang terlihat berlomba-lomba untuk memberikan kesan terbaik kepada dirinya, tapi Adeline sama sekali tidak tertarik.


Gadis itu dimasa itu lebih tertarik untuk menatap kearah Dalmiro kepada dirinya.


Ada barisan kalimat yang membuat dia benar-benar menginginkan Adeline, yang membuat dia tertarik dan pada akhirnya membuat Dalmiro seketika merasa begitu marah Karena gadis yang dia sukai di ambil oleh dirinya.


"Aku bisa memberikan kamu keuntungan besar yang tidak terduga, ambil aku dan aku pastikan kau tidak akan menyesali nya"


barisan kata-kata yang diberikan oleh Adeline kala itu membuat dia menaikkan ujung alisnya, seketika rasa penasaran begitu membuncah di hatinya, hingga akhirnya malam itu dia langsung memilih Adeline untuk dijadikan gadis pilihan nya.


Selain karena dia memang menyukai Adeline dan mengambil nya untuk dijadikan sang pendamping di atas kasur nya, dia tertarik dengan karakter gadis tersebut yang pemberontak dan berani memaki nya dengan cara yang lantang.


"Tuan?"


Seketika suara satu pelayan nya membuat laki-laki tersebut tersentak, dia langsung menoleh kearah Perempuan yang memanggil nya.


Adalrich bicara kemudian langsung kembali membuang pandangannya, dia kembali menatap Adeline yang terus melangkah turun dari anak tangga.


Bola mata laki-laki itu tidak ingin lepas menatap sang istri nya, dia tidak bisa mendeskripsikan perasaan nya saat ini terhadap perempuan tersebut.


Begitu Perempuan tersebut tiba di anak tangga terakhir, seketika bola mata mereka berdua saling bertemu untuk beberapa waktu.


Tidak ada sedikit pun percakapan yang terjadi di antara mereka, hanya bahasa mata dan kata hati yang tersimpan didalam hati masing-masing saat ini.


Isi kepala dan hati mereka sibuk dengan milik mereka masing-masing, seolah-olah tidak memperdulikan siapapun yang ada di antara mereka saat ini.


Hingga akhirnya secara perlahan Adalrich mengulurkan tangannya, menunggu Adeline menerima uluran tangan nya untuk beberapa waktu.


Adeline tampak masih menatap wajah Adalrich untuk beberapa waktu, dengan perasaan ragu-ragu perempuan tersebut menggerakkan telapak tangan, masih menimbang apakah dia harus menerima uluran tangan Adalrich atau tidak sama sekali.


Dia ingin bergerak sendiri, mengabaikan tangan kokoh tersebut dan bergerak menjauh dari laki-laki tersebut, namun satu pesan seseorang Membuat Adeline mengurungkan pemikiran nya.


"Anda adalah istri kesayangan nya saat ini, tidak akan ada satu perempuan pun yang kini bisa mengganti kan posisi anda, cepat atau lambat anda akan ingat soal masa lalu, keputusan berikut nya itu terserah anda, tapi saat ini anda bisa mengendalikan tuan Adalrich dengan cara tarik dan ulur dalam hubungan kalian"


Sejenak Adeline mengehela pelan nafasnya, dia secara perlahan mengulurkan tangannya, membiarkan Adalrich meraih tangan nya dengan tangan kokoh laki-laki tersebut.


"Mereka melakukan nya dengan baik"


Sebaris kalimat itu meluncur dari balik bibir Adalrich sembari laki-laki tersebut mulai menggenggam erat telapak tangan Adeline.


Adalrich jelas bukan type manusia yang suka memuji, bahkan dia tidak pandai mengekspresikan perasaan nya kepada lawan nya, karena itu dari pada melontarkan pujian nya laki-laki tersebut lebih suka mengucapkan kata yang paling masuk akal agar tidak menjatuhkan harga diri nya.


Mendengar ucapan Adalrich seketika membuat Adeline menatap dalam wajah laki-laki yang kini berdiri disampingnya tersebut.


Dia pikir laki-laki itu sedang memuji dirinya atau sedang memuji tangan Indah yang menyulap dirinya malam ini?!.


Kata-kata yang dilontarkan laki-laki tersebut terdengar terlalu Eufemistis namun terlihat sedikit sakartis.


Untuk orang yang tidak memahami karakter Adalrich mereka pasti akan berpikir laki-laki tersebut sedang mengejek, tapi untuk yang paham karakter nya orang akan tahu laki-laki itu sedang berusaha dengan keras untuk memuji lawan bicara nya.


"Kamu bisa memberikan bonus untuk mereka yang sudah bersusah payah menyulap ku menjadi seperti saat ini"


Adeline menjawab cepat, kalimat nya terdengar begitu standar, tidak ada tekanan berarti disana, apakah perempuan tersebut benar-benar berharap Adalrich memberikan penghargaan kepada orang yang mendandani dirinya.


jawaban yang diberikan oleh perempuan tersebut seketika membuat Adalrich mencoba menahan ekspresi wajah nya.


Dia pikir meskipun kehilangan ingatan nya, perempuan tersebut tetap saja mampu membuat dia kehilangan kata-kata, Adeline selalu bisa menjawab kata-katanya.


lagi laki-laki tersebut kembali menatap ke arah Adeline, Adalrich menelusuri wajah perempuan tersebut untuk beberapa waktu.


"Kamu bisa mewakili ku untuk memberikan bonus nya"


Jawab Adalrich kemudian Sembari menggenggam erat telapak tangan Adeline.


"Karena kamu adalah sang pemegang tanduk kekuasaan nya, jadi kamu bisa melakukan semua nya sesuai keinginan kamu"


Lanjut Adalrich lagi.


mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Adeline langsung menoleh ke arah Adalrick.


"Ya?"


Perempuan itu jelas saja terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut.


Bagaimana maksud nya?.