King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Dini hari jelang pagi yang mencekam



Secepat kilat Anggota tim Arash menyebar dengan sempurna,saat dia sadar jika para anggota di distrik 1 tengah melakukan transaksi narkoba dengan agen Drug Enforcement (Agen penegakan hukum narkoba), itu jelas sebuah jebakan untuk memberantas para mafia Cullen satu persatu.


Arash dapat memastikan, mereka menjebak anggota distrik 1 untuk melakukan transaksi seperti ini guna menangkap sang ketua kartel, ketika sang ketua tertangkap maka mereka pasti dengan sangat mudah untuk menggali hingga ke akar-akar nya.


Kalian pasti sedang bercanda.


Umpat Arash dalam hati.


"Tim 1 bergerak ke samping, tim 2 bergerak didepan, Leo bergerak seperti yang aku perintahkan"


Ucap Arash sambil berlarian Menuju ke arah Utara, Arash mencoba mencari bangunan gedung tertinggi dan melangkah ke sana.


Leo langsung menarik sembarang pakaian orang yang tergantung di gantungan pakaian yang entah milik siapa, lantas dia mendekati satu orang didalamtim nya, melepaskan pakaian laki-laki dihadapan nya itu dan membiarkan nya menggunakan baju kaos tadi.


Leo memberikan laki-laki itu kotak makanan yang dibeli buru-buru dari pedagang di ujung jalan.


"Bergerak"


Ucap Arash dari headset bluetooth nya.


Laki-laki tadi bergerak cepat menuju ke pintu depan sambil membawa kotak makanan tadi.


"Makanan 24 jam.....siapa yang pesan makanan total belanja 120 euro tuan white"


Teriak laki-laki itu sambil menyebutkan kode darurat Mereka.


Didalam seorang laki-laki sang ketua kartel menunggu lawan transaksi mereka membuka Koper uangnya, dia memerintahkan anak buah nya untuk belum mengeluarkan barang-barang milik mereka yang berupa kokain dan ekstasi.


"Aku harus yakin dengan bayaran nya"


Ucap sang ketua distrik pada laki-laki dihadapan nya itu.


Seorang laki-laki muda tampak membawa sebuah koper menuju ke arah mereka dan mulai membuka koper yang dia bawa.


Takkkkkk


Seketika koper tersebut dibuka, tampak tumpukan uang yang begitu banyak tersusun didalam koper tersebut.


Laki-laki sang ketua distrik itu menaikkan ujung bibirnya,dia mencoba memerintah kan anak buah nya untuk membawa barang-barang nya tapi seketika gerakan laki-laki itu terhenti ketika dia mendengar suara yang berteriak dari arah depan.


120 euro white.


White adalah para anggota agen Drug Enforcement, Sedang kan 120 yang berarti anggota nya menyebar dimana-mana bukan hanya sekedar 1-2 orang.


Laki-laki itu menoleh ke arah anak buah nya, seketika dia menoleh ke arah lawan nya.


"Itu pesanan makanan kami, mari makan terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi"


Ucap laki-laki itu mencoba mengukur waktu.


Bola matanya sejenak menelusuri bangunan gedung sekeliling bangunan distrik 1 tersebut, dia bisa melihat beberapa orang tampak berlarian mengejar posisi.


Laki-laki itu mengerutkan keningnya.


Siapa yang menyeruak masuk untuk membantu?


Arash telah tiba di atas salah satu gedung yang posisi nya tepat menghadap ke arah distrik 1, beberapa anggota nya jelas telah masuk ke posisi mereka masing-masing.


Laki-laki itu mulai mengokang pistol nya dan secara perlahan bersiap untuk menarik pelatuk pistol nya.


klataakkkk


Takkkkkk


Tim lainnya menyelinap masuk dari arah kanan dan kiri bangunan distrik 1, tiap pemimpin pasukan mulai menggerakkan tangan mereka dalam memberikan kode kapan waktu mereka harus bergerak.


Beberapa anggota Leo Tampak berjalan dari berbagai macam arah, pura-pura menjadi warga sipil yang berlalu lalang disekitaran depan distrik 1.


Sang pengantar makanan mulai masuk ke dalam dan dibawa oleh salah satu tim agen Drug Enforcement.


1 orang Arash pura-pura menjadi laki-laki mabuk dan mencoba menerobos kedalam distrik 1 namun dihalangi oleh beberapa agen Drug Enforcement yang menyamar, mereka mulai memperdebatkan sesuatu yang tidak penting disana.


Sang pemimpin distrik 1 matanya mulai cekatan menatap ke beberapa arah, kecurigaan nya jelas meningkat parah, dia memberi kode kepada beberapa tim agar perlahan mundur jangan sampai dicurigai.


Arash melirik ke arah jam tangan nya, pukul 4 dini hari, dia yakin kekacauan besar akan terjadi sebentar lagi, yang akan memecah pinggiran kota Paris tanpa ampun.