
Masih di masa kemarin.
Enardo tampak menaikkan ujung alisnya saat Leo datang ke perusahaan nya dan menemui dirinya di ruangan kerja nya.
Dia fikir kenapa orang kepercayaan Arash ada di tempat nya, apakah ada hal darurat yang begitu genting hingga Leo harus datang sendiri kemari.
"Ada yang salah, Leo?
Enardo bertanya sambil terus mengerutkan dahinya.
Alih-alih menjawab Leo hanya menunduk kan kepalanya, menyerahkan sebuah amplop yang entah isinya apa untuk Enardo.
Enardo menerima amplop tersebut kemudian membukanya, tampak lembaran surat terlihat didalam sana yang di lipat dengan begitu rapi, tanpa banyak bicara kemudian secara perlahan Enardo membacanya.
Cukup lama tanpa kata-kata, tanpa ekspresi maupun emosi yang terlihat naik dan turun.
Kemudian di bagian akhir Tiba-tiba ekspresi wajah Enardo mulai berubah, tanpa banyak bicara laki-laki itu dengan cepat menarik kunci mobil nya lantas melesat pergi dari sana.
"Tunda seluruh rapat dan pertemuan nya"
Sebaris kata itu Enardo ucapkan pada sang sekretaris nya melalui handphone nya.
Enardo langsung mematikan panggilan nya kemudian melesat menuju ke arah parkiran nya diikuti oleh Leo di belakang nya.
Selama di perjalanan perasaan Enardo di liputi jutaan macam kemungkinan, entah benar atau tidak, sang penulis surat seolah-olah menyakinkan Dirinya jika apa yang selama ini dia cari tengah menunggu di tempat yang telah di janjikan oleh sang penulis.
Meskipun realita nya dia kecewa siapa yang membuat nya menangis dan hancur di masa lalu, tapi barisan kalimat yang di tuliskan disana yang membuat Enardo cukup kehilangan kata-kata.
Bukankah sejatinya anak-anak tidak pernah tahu kesalahan orang tuanya? anak-anak tetaplah anak-anak, yang tidak seharusnya di salah kan atas segala sesuatu perbuatan dosa yang di perbuat oleh orang tua nya.
Satu hari kau akan memiliki anak-anak, aku akan memiliki anak-anak dan mereka pun akan memiliki anak-anak.
Dan Cintai Anta sebagai mana dia mencintai mu, realita nya dia sudah terlalu lama menanti mu, entah berapa musim dia menunggu, mengalah demi Zaffa agar tetap berada disisi mu.
Ketika mobil itu masuk ke sebuah hutan Pinus di pinggiran kota Paris, dalam perjalanan menanjak menuju ke area jalanan berbukit, Enardo langsung menepikan mobilnya menuju ke sebuah rumah yang telah di tunjuk oleh sang penulis surat.
Dengan langkah tergesa-gesa dia keluar dari dalam mobilnya lantas melesat cepat membuka pintu rumah tersebut dan masuk kedalam nya dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Seorang laki-laki tua tampak sibuk membenahi pakaiannya, seketika terkejut saat pintu depan rumah itu di buka begitu saja. Sejenak laki-laki itu tertegun saat melihat seorang laki-laki dewasa telah berdiri di hadapan nya, mulai berjalan melangkah maju dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
Seketika bola mata laki-laki tua itu berkaca-kaca, dengan tangan gemetaran dia mencoba berjalan ke arah depan, berusaha meraih tubuh dan wajah laki-laki muda dihadapannya itu.
Tubuh Enardo seketika bergetar saat dia sadar siapa yang ada dihadapannya itu, laki-laki gagah itu dulu kini telah menua, wajah nya sudah mengeriput, rambutnya bahkan telah di penuhi uban warna putih bahkan tubuh tegap itu dulu kini telah berubah menjadi lebih membungkuk.
"Dad.."
Suara Enardo jelas terdengar begitu bergetar, air mata laki-laki itu seketika tumpah, dengan langkah cepat Enardo memeluk tubuh rentah itu dalam waktu yang begitu lama.
Melepas kerinduan yang dia fikir tidak mungkin lagi dia dapatkan, sebab di masa dulu dia fikir laki-laki ini telah pergi meninggalkan dirinya bersama habis nya bangunan rumah mereka yang terpanggang api beserta keluarga lainnya.
Berapa tahun? entahlah Enardo bahkan tidak berani menghitung nya, yang dia tahu satu-satunya keluarga yang dia miliki hanya cullen, tidak ada orang lain.
Seketika tangis Ayah dan anak pecah di tengah kesunyian hutan Pinus di sore hari yang damai.
Leo tampak bersandar di pintu masuk depan, dia mendongakkan kepalanya untuk beberapa waktu, mencoba menghilangkan perasaan haru terhadap adegan yang telah lama belum Pernah dia lihat sebelumnya.
Siapa yang membuat rencana?
Sang Ratu penerus generasi cullen terbaru.