King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Rasa ini



Secara perlahan enardo membuka pintu kamar Anta, dia masuk ke dalam sana dan mencoba memastikan jika gadis itu telah terlelap dalam tidur nya.


Lampu kamar yang temaram diiringi suara gesekan jarum jam di dinding menambah kesan mendalam jika sang penghuni kamar tersebut telah terlelap sejak tadi.


Sejenak Enardo duduk tepat di sisi kanan masur milik Anta, menatap dalam wajah gadis itu beberapa waktu. Enardo mencoba menarik berat nafasnya,lalu secara perlahan tangan kanan laki-laki itu menyentuh lembut wajah Anta, dengan gerakan lembut enardo mengelus wajah halus tersebut.


"Maafkan aku"


Ucap nya pelan, nyaris tidak terdengar.


"Maaf karena telah menyakiti perasaan mu"


Enardo terus mengelus lembut wajah Anta, kemudian dengan gerakan lembut enardo mendekati wajahnya ke wajah Anta, laki-laki itu mencium secara perlahan bibir gadis itu.


Sepersekian detik kemudian Enardo mulai membenahi selimut Anta, lantas dia beranjak keluar dari sana dengan langkah yang begitu datar.


Saat pintu tertutup, tiba-tiba bola mata Anta terbuka, gadis itu tampak membeku sejenak kemudian secara perlahan tangan kanan nya menyentuh lembut bibirnya.


Lantas tangan nya mengusap pelan pipi nya, terasa sesuatu yang basah mengenai wajah nya tadi.


Enardo menangis?


Anta sejenak tercekat.


Dalam diam anta tidak mengeluarkan suara nya, hanya mengerutkan perlahan dahinya, tadi dia tidak berniat sama sekali untuk bangun, bisa mendengar dengan jelas langkah kaki enardo, tapi dia jelas enggan membuka bola matanya.


tapi saat enardo mengucapkan kata maaf Seketika amarah nya yang tersimpan beberapa waktu ini mereda, sesungguhnya dia hanya butuh kata maaf dari laki-laki itu tidak lebih, tapi laki-laki itu selalu bersikap dingin padanya, tidak pernah berkata maaf setiap kali melukai perasaan nya.


Tapi malam ini laki-laki itu mengucapkan kata mahal itu ketika dirinya berpura-pura tidur, Anta ingin bangun tapi tiba-tiba sebuah ciuman hangat melesat di bibir nya, dan beberapa tetes air terasa mengenai pipi nya.


Enardo menangis.


Dia ingin sekali bangun saat itu tapi tidak tahu kenapa tubuh nya bereaksi berbeda.


Anta fikir sejak kapan laki-laki dingin itu menangis untuk dirinya.


Secara perlahan Anta menarik pelan nafasnya, dia mencoba memejamkan bola matanya lantas membiarkan tubuh dan mata nya mulai membawa dirinya menuju ke alam bawah sadarnya.


*********


Barakallah Fiik (بَارَكَ اللهُ فِيْكُم) "Semoga Allah memberkahi mu"


Sejenak Anta diam, meraih susu dan roti sandwich yang mulai mendingin.


"Bik"


Ucap anta cepat ke arah pelayan rumah.


"Ya?"


"Aku akan pergi ke kediaman kak zaffa, aku fikir mungkin ini adalah tahun ke tiga aku tidak mengunjungi nya"


Sang pelayan tampak mengerutkan dahinya, dia fikir tumben gadis ini ingin menemui kakak perempuan nya itu.


"Tuan Enardo bilang, jika nona ingin pergi, nona bisa menggunakan mobil baru yang nona minta pada tuan bulan kemarin"


Pelayan itu bicara lantas menyerahkan sebuah kunci ke arah Anta.


"Ya?"


Anta menaikkan ujung alisnya.


"Mobil nya baru tiba sore kemari".


Ucap pelayan itu lagi.


Sejenak Anta menatap kunci mobil yang ada dihadapannya itu, yah dia pernah meminta nya dengan paksa pada enardo bulan kemarin.


Sejenak Anta menggelengkan kepalanya.


"Biarkan sopir yang mengantar ku menggunakan mobil yang lama"


"Ya?"


Kali ini gantian pelayan wanita itu yang menaikkan ujung Alisnya.


Anta mulai menguyah sandwich milik nya didalam keheningan, menghadap meja makan besar itu seorang diri, sejenak air matanya lagi-lagi tumpah, secara perlahan dia menghapus air matanya dengan punggung tangannya.