King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 26 A & A



Masih Gedung besar kenegaraan


Pertunangan Putra Halogen dan Fervita


Malam.


Begitu tiba di bagian utama pintu depan gedung raksasa dihadapan mereka tersebut, Adeline secara cepat melepas kan genggaman tangan Adalrich, dia masih risih saat tangan mereka harus saling bersentuhan untuk waktu yang begitu lama.


selalu hati kecilnya selalu berkata,


Adeline lepaskan genggaman nya dari tangan mu.


dan hal itu jelas sangat mengganggu.


dia langsung menundukkan kepalanya ke hadapan Adalrick, meminta laki-laki tersebut untuk tidak terlalu mempedulikannya dan boleh mengabaikan dirinya.


"Tuan bisa pergi mengabaikan ku dan berbaur dengan para petinggi lainnya"


Nada bicara perempuan tersebut terdengar begitu rendah dan sopan, dia mencoba untuk membuang pandangannya dan mengabaikan Adalrich.


melihat gerakan refleks dari istrinya, sejenak membuat Adalrick menatap dalam bola mata Adeline, begitu perempuan tersebut membuang pandangannya dia hanya mampu melihat sisi rahang kiri dari sang istrinya.


tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaannya saat ini tapi Adalrich tetaplah seorang Adalrich, dia ikut membuang pandangannya kemudian bergerak untuk mencoba mengabaikan Adeline, namun sebelum laki-laki itu pergi belanja dia berkata kepada perempuan itu.


"Aku akan terus mengawasi kamu"


ucapnya sembari bergerak melangkah maju ke arah depan, bisa Adeline lihat ketika laki-laki tersebut berjalan ke arah depan betapa tegap dan gagah nya laki-laki tersebut, berjalan dengan cara yang begitu sombong dan angkuh, membuat bola mata siapapun yang menatapnya langsung ciut dan menundukkan kepala mereka.


seolah laki-laki tersebut memang memiliki kharismatik yang begitu besar dan begitu ditakuti oleh semua orang.


yang membuat Adeline sedikit bingung laki-laki itu berkata mereka telah menikah tapi anehnya tidak ada banyak yang tahu soal status dirinya, buktinya saat dia berada di pesta ini bersama tidak ada banyak bola mata yang menatap dirinya Seolah-olah sejak awal status pernikahan mereka memang tidak pernah diumumkan di muka khalayak ramai.


Jutaan rasa penasaran menghantam dirinya saat ini, dia pikir sebenarnya bagaimana pernikahan mereka di masa lalu.


seolah-olah ada rahasia besar tersembunyi di dalam kisah mereka, yang sama-sama coba dirahasiakan oleh semua orang, bahkan ketika dia bertanya kepada pelayan yang terus berada di sisinya sejak dia bangun, wanita tua itu sama sekali tidak mau membuka mulut soal bagaimana hubungan dirinya dan Adalrich, dia hanya berkata jika ada saat ini berada di bawah kekuasaannya.


Meminta Adeline bersikap tidak terlalu terbuai dengan Adalrich, namun jangan pula terlalu mengabaikan laki-laki tersebut.


"Pergilah bermain tarik ulur, hingga hati tuan benar-benar jatuh tertatih-tatih mengejar nona, setelah itu nona akan semakin mudah mengendalikan nya"


barisan kalimat yang diucapkan oleh sang pelayan membuat Adeline terdiam, meskipun tidak paham kenapa wanita itu berkata seperti itu, tapi dia mampu menyimpulkan kalimatnya dilontarkan oleh sang pelayan kepada dirinya.


bermain tarik ulur seperti layangan, itu seolah sebuah Trik yang sengaja di buat untuk memenangkan sebuah pertarungan.


dan dia dapat menyimpulkan jika bisa jadi di masa lalu hubungan dia dan laki-laki tersebut tidak baik-baik saja.


Sejenak Adeline mencoba untuk memutar tubuhnya, dia memilih untuk bergerak menuju ke sisi kanan nya dimana bola matanya terus menatap orang-orang yang ada di sekitarnya.


demi apapun tidak ada satu orang pun yang dia kenal di sana, bahkan dia tidak tahu harus menyapa siapa.


sejak awal dirinya telah membuat perjanjian kepada Adalrich, dia akan ikut ke dalam pesta pertemuan tersebut namun dengan saran laki-laki itu harus melepaskannya di sana dan mengabaikannya, dia tidak suka mereka berada di dalam satu frame yang sama, berjalan berdua dan terlihat mencolok di mata semua orang.


Ditengah tatapan bola mata Adeline yang terus menelusuri bagian gedung tersebut sembari melangkah kesisi kanan nya, Adalrich yang kini berbohong dengan banyak orang sejenak sengaja memilih posisi yang paling tepat untuk mengawasi Adeline.


ya sejak awal laki-laki tersebut memang sengaja untuk tidak melangkah bersama Adeline, dia telah merencanakan sesuatu bersama seseorang untuk mencari tahu tentang seseorang pula.


Dia ingin tahu soal kejadian di masa lalu, siapa saja yang terlibat dalam skandal kebohongan yang menciptakan sebuah tragedi berdarah soal kematian orang tua Adeline.


Selain kebohongan yang di ciptakan oleh seseorang hingga membuat Adalrick salah sangka dan melibatkan banyak orang dalam pembantaian kekuarga Adeline, Adalrich ingin tahu siapa saja orang-orang nya yang bersekongkol untuk membuat dia menyingkir kan Adeline dari hidup nya.


Dia yakin ada orang dalam yang juga terlibat pada kejadian tragedi berdarah malam itu, dimana pada akhirnya membuat Adeline begitu membenci dirinya, dia ingin tahu siapa saja yang akan keluar dan melihat Adelina saat ini.


bangunnya Adeline dari tidur panjang nya, dapat Adalrich pastikan akan membuat sebagian orang gelagapan, dia yakin orang-orang yang melihat perempuan tersebut malam ini akan sangat terkejut.


Adalrich sedang merencanakan sesuatu dan ingin melakukan permainan Indah untuk semua orang yang terlibat pada tragedi malam itu tanpa terkecuali.


dan malam ini bola matanya terus akan mengawasi Adeline dari kejauhan, bahkan dia ingin tahu siapa saja orang-orang yang membenci Adeline di masa kemarin.


Akan ada permainan cantik yang ingin dia ciptakan kedepannya saat ini, secara perlahan tidak dalam keadaan tergesa-gesa.


Bermain tak-tik lama untuk melumpuhkan semua orang.


Bahkan dia ingin membuat satu permainan indah di mana dia akan menghancurkan jantung hati seseorang dengan cara perlahan.


persis seperti seseorang itu dulu mempermainkan hatinya bersama Adeline, maka kali ini Adalrich yang akan balik melakukan permainan yang sama dengan cara yang lebih kejam.


sejenak bola mata laki-laki tersebut menetapkan ada sisi kirinya di mana dia bisa melihat ketika Adeline memulai berdiri tepat di samping meja yang berbaris menyusun makanan.


ketika seseorang tiba-tiba bergerak dari arah berlawanan mendekati Adeline dengan tatapan penuh kerinduan, seketika ujung bibir Adalrick naik ke atas, seringai licik dan kejam tertaut di balik wajah tampannya.


kemudian bola mata laki-laki tersebut langsung menatap kearah atas tangga, dimana saat ini bisa dilihat satu sosok laki-laki juga bergerak menuruni satu persatu orang tangga dengan bola mata yang tertuju tepat ke arah sosok di mana Adaline berdiri.


"Aku mendapat kan mu"


batin Adalrich kemudian dia membuang pandangannya.


*********


Rasanya begitu adil ketika,


Mata di balas mata


Nyawa di balas nyawa


Tapi percayalah ketika cinta dibalas pengkhianatan


rasa nya begitu menyenangkan


Adalrich De Montfort