King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 10 A & A



Mansion utama Adalrich


Ruang kerja.


Adalrich terlihat mengeram, dia mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu sembari bola matanya menatap tajam ke arah depan.


seorang perempuan terlihat menundukkan kepalanya, itu adalah Freda sang letnan kepercayaan Jendral Adalrick.


Mereka adalah sepupu yang bergerak saling menguntungkan.


di masa lalu Freda tidak begitu menyukai Adeline, dia pikir seorang mata-mata musuh masuk dalam penyamaran untuk menjatuhkan kekuasaan mereka, tertangkap dan di belenggu oleh Adalrich Karena pesona kecantikan nya.


Dia menjadi perempuan yang menentang hubungan Adalrich dan Adeline dalam beberapa bulan pertama, tapi suatu kejadian membuat dia sadar betapa baik seorang Adeline, ketika dia berpikir jika Perempuan lain yang merupakan pilihan ibu Adalrich adalah orang yang baik, rupanya perempuan itu berniat menyingkir kan semua orang dengan cara yang begitu halus termasuk dirinya.


Tapi siapa sangka Adeline yang menyelamatkan diri nya dari lingkar kematian, Adeline mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan Freda pada masa itu.


sejak kejadian itu Freda membela mati-matian seseorang Adeline, ketika Adalrich menyia-nyiakan perempuan tersebut, Frida berulang kali memperingati laki-laki tersebut jika dia jelas memilih perempuan yang salah kala itu.


"Jika kau memilih Ilse Kock, kau akan menyesali nya saat tahu tentang kenyataan betapa mengerikannya Perempuan pilihan bibi Alima"


Ucap Freda kala itu untuk memperingati Adalrich.


Alih-alih mendengarkan peringatan Dari dirinya laki-laki tersebut mana lebih mempercayai Ilse Kock ketimbang mempercayai Adeline, hingga akhirnya suatu kejadian mengerikan terjadi di antara semua orang.


Tapi sayang nya meskipun Adeline harus memilih terjun menenggelamkan diri dalam kematian yang tragis selama 5 tahun lama nya, dia masih tidak memiliki bukti kuat untuk menghancurkan Ilse Kock.


Mereka hanya berhasil menangkap sisi lain Orang yang berkhianat yang menjadi dinding dan Temeng untuk melindungi Ilse Kock tapi tidak berhasil untuk menangkap topeng dari perempuan tersebut.


"Jadi dia mengirimkan hadiah untuk putra ku dan istri ku?"


Suara Adalrich terdengar cukup menggelegar, memecah keheningan malam di dalam mansion megah dimana dibagian ukiran dinding atas mansion tersebut berlapiskan emas murni pada masa nya.


"Kau bisa melihat nya sendiri, Adalrich"


Freda menjawab cepat Sembari berdiri tegap layak nya seorang serdadu wanita.


mendengar jawaban perempuan tersebut kembali membuat Adalrick mengeratkan rahangnya, bola matanya kini membulat dengan sempurna, api kemarahan terlihat jelas dibalik bola mata laki-laki tersebut.


"Berani-beraninya dia"


geram Adalrich.


"Aku pikir itu hal yang wajar mengingat pernikahan kalian sama sekali tidak pernah diumumkan hingga hari ini, dia berpikir jika kalian tidak pernah menikah sebelumnya jadi wajar saja dia kembali menagih lamaran yang pernah bahagia buat pada masa lalu untuk Adeline"


Freda buru-buru langsung bicara ke arah Adalrick.


"kau tahu dia melamar Adeline secara resmi dihadapan semua orang di masa itu, paman tidak memberikan jawaban, bibi jelas menyetujui nya karena ingin kau dan Adeline berpisah Agar Ilse Kock bisa menikah dengan mu, jadi semua orang jelas tahu jika Adeline seharusnya memang menjadi miliknya"


lanjut Freda lagi.


"jadi itu hal yang wajar ketika dia mendengar Adeline terbangun dari tidur panjangnya, dia menagih janji di masa lalu untuk mempersunting istri mu"


mendengar penuturan Freda panjang lebar membuat Adalrick memejamkan sejenak bola matanya.


"Kau punya ide untukku?"


laki-laki tersebut bertanya sembari membuka bola matanya dengan cepat.


persis seperti seekor macan yang siap menerkam mangsanya, laki-laki itu bertanya dengan tatapan yang begitu mengerikan, untuk orang yang baru mengenalnya jelas itu menjadi sebuah ancaman tapi bagi orang yang telah mengenal baik laki-laki tersebut mereka hanya bisa menelan salivanya sembari berusaha memberikan solusi terbaik seperti yang dia inginkan.


mendengar ucapan Freda seketika membuat Adalrick terdiam untuk beberapa waktu.


"Dulu dia mungkin menunggu untukmu mengumumkannya kepada dunia, tapi saat ini situasi jelas telah terbalik, kau jelas ingin menemukannya pada dunia soal status kalian, tapi Adeline jelas sudah tidak ingin lagi untuk menjadi pengantin mengingat bagaimana cara dia menolakmu sejak pertama kali dia bangun dari tidur panjangnya"


Freda memberikan peringatan kepada laki-laki yang ada di hadapan nya itu, berharap ada Adalrich Sadar soal situasi yang berbalik saat ini.


di masa lalu mungkin Adeline menunggu Adalrich mencintai nya dan mengumumkan pernikahan mereka saat perempuan itu mulai jatuh cinta pada nya.


Tapi di masa kini semua tidak akan seperti dulu lagi, Adeline telah melupakan laki-laki tersebut, menatap benci dan jijik ke arah laki-laki tersebut dan menolak untuk di sebut mereka memiliki hubungan suami istri mengingat bagaimana dalam beberapa hari ini Adeline terus berusaha untuk menghindari Adalrich dengan berbagai macam cara.


Perempuan itu sudah kehilangan rasa cinta nya, menghilang bagaikan angin yang berhembus dan benar-benar melupakan soal mereka semua.


Dan kini Seolah-oleh Adalrich sedang menikmati karma nya sendiri di masa lalu, keadaan benar-benar jadi terbalik.


Jika dulu Adeline yang mati-matian bertahan untuk bisa didamping Adalrich dan mencintai nya dengan sepenuh hati, kini laki-laki tersebut yang harus bertahan, mencintai Adeline seperti orang gila bahkan berjuang untuk menyakinkan nya.


Apakah Freda harus kasihan melihat nya?!.


Tidak.


Freya pikir Adalrich pantas menerima karma mengingat bagaimana kelakuan laki-laki tersebut pada Adeline di masa dulu.


setidaknya Freda pikir Adalrich harus merasakan penderitaan yang sama dengan Adeline dimasa dulu paling tidak 3 bulan hingga 6 bulan lamanya untuk berjuang mendapatkan hati perempuan yang dia cintai tersebut.


Adalrich terlihat diam mendengarkan ucapan Freda, Laki-laki tersebut sama sekali tidak mengeluarkan suara nya.


Dia pikir ucapan Freda jelas benar adanya, dia secepat nya harus mengumumkan hubungan dia dan Adeline secara resmi mengingat pernikahan yang mereka lakukan dimasa lalu hanya penikahan secara keagamaan yang dilakukan diam-diam.


Tidak ada orang luar yang pernah tahu status resmi Adeline di masa itu, hingga membuat orang-orang memilih persepsi jika Adeline adalah gundik nya, hanya pemuas hasrat nya semata di atas kasur dan perempuan itu di nilai sebagai penggoda dan yang menjadi penghalang dalam hubungan perjodohan dirinya dan Ilse Kock dimasa lalu.


Dia dengan kejam nya tidak pernah meluruskan hal tersebut, menganggap apa yang di ucapkan oleh orang-orang benar adanya, pergi menemui Adeline ketika dia butuh pelampiasan dan meninggalkan nya ketika dia berpikir tidak membutuhkan nya.


sedangkan Adeline selalu memperlakukan dirinya dengan begitu baik, banyaknya seorang istri yang memperlakukan suaminya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


tidak sedikit pun Adeline pernah berniat jahat kepada dirinya seiring berjalannya waktu pernikahan mereka meskipun awal nya Perempuan tersebut menikah dengan nya karena ingin mengkhianati nya.


Perasaan Adeline berubah, dia menghianati kawan nya demi dirinya.


Tapi apa yang Adalrich balas untuk Adeline dimasa itu?!.


Sungguh amat sangat mengerikan.


kini dia sadar keadaan telah berbalik, dia yang benar-benar jatuh cinta pada perempuan itu dan berharap semua kembali lagi seperti semula.


"Atur untuk berita pengumuman nya"


Ucap Adalrich kemudian seperti sebuah perintah.


Alih-alih setuju Freda langsung menjawab dengan cepat.


"Kau tidak bisa mengumumkan pernikahan Kalian tanpa persetujuan dari nya Adalrich, kau tahu? itu akan membuat dia semakin memberontak dan membenci mu jika kau melakukan nya dengan cara yang kasar seperti itu"


Mendengar ucapan Freda seketika Adalrick terdiam, laki-laki tersebut terlihat kehilangan kata-kata nya.


Adalrick pikir lagi-lagi ucapan Freda ada benarnya, tapi keadaan saat ini sangat terjepit, dia harus bergerak cepat untuk mengatur strategi sebelum laki-laki tersebut mendahului dirinya.