
Mendengar ucapan Ilse Kock yang persis seperti seorang penguasa panggung pentas sirkus dimana dia merasa dia adalah tuan nya yang akan mengendalikan semua orang yang ada di ruangan tersebut termasuk para hewan nya seketika membuat Diana Zain melotot tajam sembari terkekeh geli, wanita tersebut kini menoleh ke sisi kanan nya dengan cepat.
"Nyonya wakil presiden, apakah kau meragukan identitas putri ku?"
Tanya Diana Zain kemudian.
Bayangkan kemana semua bola mata tertuju saat ini, semua menoleh ke arah dimana bola mata nyonya Diana Zain tertuju.
Seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan tampak mengembangkan senyuman nya, paras nya begitu cantik dengan pakaian mewah dan terlihat begitu elegan dan bersahaja.
Semua pasti terkejut karena Perempuan semuda itu adalah istri dari seorang wakil presiden di periode tersebut.
Dia lebih tepatnya masuk menjadi perempuan kelas atas atas faktor keberuntungan, karena kecantikan yang dimiliki nya dia berhasil membuat terpesona Tuan Jovovich sang wakil presiden.
Laki-laki tersebut kehilangan istri nya di masa muda nya dimana dia bertugas di barak pengungsian sebagai seorang serdadu Jerman, dia mengabdikan dirinya untuk rakyat nya dengan penuh suka cita dan ke ikhlaskan namun istri nya harus terbunuh karena dituduh berselingkuh dengan seorang adik pejabat tinggi di masa nya menjadi seorang serdadu.
Setelah kematian istrinya laki-laki tersebut memilih tidak pernah lagi ingin menikah, hingga 1 tahun menjelang pemilihan pada 5 tahun lebih yang lalu laki-laki tersebut yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri hukum dan politik bertemu dengan perempuan muda yang bekerja di rumah malam pinggiran kota.
Aurora Borealis.
Nama unik yang dimiliki gadis tersebut membuat banyak orang berpikir, kenapa nama gadis tersebut di sematkan dengan artian yang begitu luar biasa.
Aurora Borealis adalah cahaya di utara yang berdansa diatas langit saat mereka muncul. Cahaya itu terjadi karena adanya koalisi antara partikel bermuatan listrik yang terpantul dari matahari dan partikel gas bumi di atmosfer bumi. Cahaya Aurora bisa terlihat di daerah kutub utara dan selatan.
Setelah pertemuan pertama pasti ada pertemuan kedua, entah bagaimana cinta bisa bersemi di antara semua orang, tiba-tiba terdengar pengumuman pernikahan antara tuan Jovovich dan nyonya Aurora.
Perbedaan umur yang cukup signifikan jelas bukan merupakan batu hambatan besar antara mereka.
Tidak ada yang mempersulit pernikahan mereka hingga sejauh ini termasuk dari pihak keluarga tuan Jovovich.
Semua berjalan indah hingga hari ini.
Ilse Kock jelas terkejut karena pertanyaan tersebut dilontarkan Diana Zain pada perempuan cantik di sisi kirinya tersebut.
"Tentu saja tidak, aku mengunjungi kediaman keluarga Diana Zain sejak sebelum pemilihan terjadi hingga Minggu kemarin, aku pikir putri nyonya Diana Zain belum mengubah wajah nya dan belum memiliki niat untuk pergi ke kedokter kecantikan untuk melakukan perombakan pada wajah nya tersebut"
Jawaban mantap dan yakin dari orang berpengaruh di negara mereka seketika membuat Ilse Kock kehilangan kata-kata nya.
Apa?!.
Dia mencoba mencari pegangan, cukup terkejut dengan ucapan nyonya muda Aurora.
Apa semua orang sedang menipu diri ku?!.
Dia kembali bertanya didalam hatinya sembari mencoba menyentuh ujung keningnya.
"Pemilihan berikut nya sudah semakin mendekat, cukup hati-hati dengan ucapan mu Ilse Kock sebab salah sedikit bicara bisa menyebabkan pembantaian habis-habisan didalam keluarga pengkhianat"
Nyonya Aurora bicara sembari menatap tajam kearah Ilse Kock.
"Kau tahu seberapa besar jasa Nyonya Diana Zain dan suami nya pada negara kita dan presiden? jangan sampai kau di anggap sedang berusaha melakukan adu domba pada orang-orang penting untuk ambisi perebutan kekuasaan melalui pengkhianatan diam-diam"
Ucapan Perempuan muda tersebut cukup membuat wajah Ilse kock memerah, dia pikir bagaimana bisa Perempuan yang usia nya hampir sama dengan nya bicara seperti itu dengan dirinya.
Apakah orang-orang juga lupa bagaimana jasa nya pada Jerman dan presiden? dia jelas sama banyak nya berkorban untuk negara ini dan para pemimpin nya.
Salah bicara atau salah bertindak di keramaian seperti ini, salah-salah bisa menyebabkan kematian untuk dirinya sendiri.
Apalagi belakangan urusan dalam gedung kepresidenan sedang cukup memanas menjelang pemilihan umum tahun depan, persaingan semakin meningkat dimana beberapa orang tengah mencoba naik mengganti kan presiden saat ini.
Namun presiden kala ini jelas licik, dia memiliki banyak orang-orang kepercayaan dengan trik dan intrik licik agar bisa bertahan pada pemilihan berikut nya.
Bisa dipastikan jika jalanan yang dilewati tidak berliku dan terjal, jika orang-orang kepercayaan bisa menyingkirkan orang yang berniat memberontak dan uang berbicara secara diam-diam, laki-laki tua itu akan terus bertahan dan kembali naik di pemilihan berikut nya.
Dan posisi Ilse Kock jelas akan terbilang aman, bisa dipastikan dia bisa mendepak perempuan disampingnya dan didepan nya itu jika presiden kembali naik di pemilihan berikut nya.
"Aku mana berani melakukan nya, kau tahu nyonya? aku hanya sedang berusaha waspada karena wajah putri nyonya mengingat kan aku pada seseorang"
Dia berusaha untuk melakukan pembelaan Diri, Ilse Kock pikir kenapa kesialan mendatangi nya malam ini, apakah calon ibu mertuanya belum datang? nyonya Alima pasti akan menjadi garda terdepan untuk membela nya.
Meskipun dia ahli didalam penyiksaan berperang, menghadapi dia perempuan berkuasa jelas membuat dia harus menahan Segala nya.
"Seseorang? mungkin bukan wajah mata-mata yang kamu lihat dibalik wajah putri ku, tapi wajah perempuan lain yang membuat mu cemburu, atau bahkan jangan-jangan karena urusan Cinta? dimana wajah putri ku mengingat kan mu pada saingan Mu di masa lalu"
Ejek nyonya Diana Zain kemudian.
Dan sial nya ketegangan yang terjadi berganti tawa dari semua orang.
Seketika wajah Diana Zain memerah,dia pikir saat ini dia di anggap sebagai lawakan.
Perempuan tersebut langsung menggenggam erat telapak tangan nya sembari Mencoba menahan perasaan marah dan malunya.
"Itu tidak seperti yang nyonya bayangkan"
Ucap Ilse kock sambil mencoba tetap mendongakkan kepalanya dengan cara yang angkuh.
"Berhentilah berkumpul disini, bubarkan barisan kalian semua"
Kemudian satu perintah Terdengar dari bibir nyonya Diana Zain.
Semua orang mau tidak mau memecah barisan, mengabaikan semua nya namun masih berbisik-bisik ngeri soal kelakuan Ilse Kock barusan.
"Kemarilah sayang, tidak ingin kah kau memberikan salam dan memeluk bibi muda? kau datang sedikit terlambat dari semua orang"
Bisa Ilse Kock dengar Nyonya muda Aurora bicara sembari mengembangkan senyuman nya, perempuan itu menunggu Adeline menghampiri nya dan memeluk dirinya saat ini juga.
Benarkah kau bukan pelacur itu?!.
perempuan itu mengeram.
Ilse Kock seketika menatap kearah depan nya dengan bola mata membulat saat dia sadar siapa yang berjalan dari ujung sana mendekati mereka.
dan dia seketika memiliki ide, dia pikir Malam ini dia akan memastikan dengan seksama ucapan semua orang, dia akan menghancurkan perempuan yang ada di hadapannya itu, dia sedang mempersiapkan permainan kecil bersama Nona Alima, Ilse Kock ingin melihat bagaimana Perempuan dihadapan nya tersebut akan terus berpura-pura untuk tidak membuka identitas nya.
Dia percaya ada yang disembunyikan oleh semua orang saat ini kepada dirinya.
Mari kita lihat hingga sebatas mana kau sanggup berpura-pura tidak mengenal siapapun termasuk....
Seketika Ilse Kock menatap sosok kecil yang di bawah oleh Nyonya Alima menuju kearah dirinya.