King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 65 A & A



Ketika Adalrich melewati pintu dan bergerak menuju ke arah kamar mereka dimana Frada telah pergi dari hadapan nya, seketika bola mata Adalrich menatap satu sosok tidak asing yang berdiri didepan pintu kamar dirinya dan adeline.


Sosok tersebut terlihat menjongkokkan tubuhnya, menatap nanar ke depan Sembari sesekali mengusap kedua bahunya, rambut lebat nya di sisir kebelakang dengan gaya yang begitu maskulin terlihat sangat tampan dengan tatapan mata yang tajam seperti elang.


Seketika Adalrick menaikkan ujung bibirnya saat dia sadar siapa sang pemilik tubuh tersebut.


Adalrich bergerak mendekati sosok tersebut, menatap dalam tubuh kecil itu untuk beberapa waktu.


Menyadari kehadiran sepatu besar milik seseorang, Chaddrick kecil langsung mendengarkan kapan lagi dan mengintip sosok yang berdiri di hadapan tersebut.


"Kenapa belum tidur hmmm?"


Adalrich bertanya dengan tatapan hangat, dia menurunkan tubuhnya, membiarkan kedua kakinya bertumpu dan menjadi pijakan untuk tubuh kekar nya.


"Bisakah aku tidur disini bersama ayah dan ibu?"


Bocah kecil tersebut bertanya sembari menatap dalam wajah Adalrich, tatapan cemas terlihat dibalik bola mata nya, dia takut permintaan nya akan ditolak mentah-mentah oleh sang ayah nya.


Selama Chaddrick kecil hidup ini adalah kali pertama dia meminta sesuatu kepada ayah nya, biasanya sang ayah lebih dulu akan bertanya apa yang diinginkan oleh putranya tersebut.


Chaddrick tergolong anak yang penurut dan berbakti, nasehat kakek nya dan nenek lainnya berkata jika ingin disayangi oleh Adalrich dia tidak boleh sekalipun membantah laki-laki tersebut, sebab mereka berkata Adalrich bukan type orang yang suka bernegosiasi.


Sifat Chaddrick kecil tidak dominan ke Adalrich yang tidak suka memberikan kesempatan kepada orang lain, bocah kecil tersebut sangat halus dan sensitif hati serta perasaan nya, kakek dan nenek lainnya berkata jika itu menurun dari sifat ibu nya.


Dia anak yang berbakti dan sangat patuh, tidak terlalu suka berdebat atau ingin menang sendiri, Chaddrick kecil lebih suka mendengarkan cerita orang lain ketimbang dia berkoar-koar bercerita soal dirinya.


Meskipun tidak dipungkiri tatapan bola mata dan gaya nya sangat mirip dengan Adalrich, bahkan wajah nya perpaduan sempurna Adalrich dari 75% nya dan Adeline 25% nya, tapi isi kepalanya 75% jelas adalah mirip seperti ibu nya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari putra nya, Adalrich tampak diam untuk beberapa waktu.


Laki-laki tersebut kini kembali berdiri, dia bergerak melepaskan mantel yang digunakan nya tadi kemudian memberikan nya pada Chaddrick.


"Kemarilah"


Laki-laki tersebut memberikan perintah.


Chaddrick kecil langsung berdiri dari posisinya, dia menatap Adalrich dimana bola mata mereka berdua saling bertemu antara satu dengan yang lainnya.


Adalrich secara perlahan menyelimuti tubuh putra nya dengan mantel hangat miliknya, memastikan tubuh putranya tidak kedinginan, dia menepuk-nepuk puncak kepala Chaddrick kecil kemudian Adalrich kembali berjongkok dan berkata.


"kemarilah"


Ucapnya sembari menunggu Chaddrick masuk kedalam gendongan nya.


Bocah tersebut menurut, membiarkan tubuh nya masuk kedalam gendongan Adalrich, kedua tangan nya melingkar di leher laki-laki tersebut.


"kita akan bertanya pada ibu, apakah ibu tidak keberatan kita tidur bersama nya"


Ucap Adalrich sambil mengangkat tubuh kecil tersebut setelah masuk kedalam gendongan nya.


Mengangkat Chaddrick tentu bukan hal yang sulit, tubuh kecil dan ringan tersebut langsung bergerak melayang di angkat oleh Adalrich.


"he em"


Chaddrick mengangguk kan Kepala nya, dia menurut dan membiarkan Adalrich membawa nya masuk kedalam kamar di mana dia menjongkokkan tubuhnya tadi.


"Jika ibu menolak Ku bagaimana?"


Satu pertanyaan khawatir meluncur dari bibir mungil Chaddrick, dia takut jika Adeline merasa kehadiran nya akan mengganggu perempuan tersebut.


"ayah pikir seorang ibu tidak benar-benar suka menolak kehadiran putra dan putri mereka"


Setelah berkata begitu Adalrich langsung memutar kena pintu dan memilih masuk ke dalam kamar tersebut.


Aku mau mandi parfum coklat tercium di balik hidungnya ia mencari sosok Adeline di mana rupanya perempuan tersebut sudah berbaring di atas ranjangnya dan telah terlelap di dalam tidurnya.


"Sepertinya ibu kita sudah terlelap"


Bisik Adalrich kepada putranya.


Mereka melangkah mendekati kasur yang ada di sudut kamar tersebut secara perlahan sembari Adalrick tetap menggendong putranya.


Secara perlahan laki-laki tersebut mencoba merapikan surai rambut yang menutupi kening istrinya, bisa dia rasakan perempuan tersebut sama sekali tidak beringsur dari posisi tidurnya.


Laki-laki itu menatap dalam wajah istrinya yang terlelap, bisa Adalrich tebak sepertinya Adeline benar-benar kelelahan mengingat mereka menggunakan perjalanan panjang menuju ke tempat tersebut belum lagi harus melewati prosesi acara pernikahan secara mendadak.


Untuk beberapa waktu dia masih leluasa mengelus lembut wajah istrinya itu, hingga akhirnya bisa dia rasakan Adeline mulai tersentak dari tidurnya, perempuan tersebut seketika membuka bola matanya secara perlahan mencoba mengerjapkan matanya untuk beberapa waktu, dan dia menyadari jika di hadapannya terdapat Adalrick.


Respon perempuan tersebut jelas cukup terkejut, namun di detik berikutnya dia seketika langsung sedikit mematung karena menyadari di samping kanannya juga terdapat Chaddrick kecil.


"Sayang?"


Ketika ucapan kata sayang meluncur dari bibir perempuan itu, Adalrich berharap itu ditujukan untuk dirinya, realitanya itu bukan untuk dirinya melainkan untuk putra mereka, laki-laki tersebut mencoba mengulum senyumannya atas harapannya dia miliki kepada istrinya tersebut.


Harapannya terlalu besar dan banyak.


Adeline langsung bangun dari posisi tidurnya lantas memeluk Chaddrick kecil, dia mengembangkan senyuman terbaiknya dan membiarkan putranya masuk ke dalam pelukannya untuk waktu yang cukup lama.


"Kenapa belum tidur hmmm?"


Perempuan itu bertanya pelan sembari dia mengusap-ngusap punggung Chaddrick kecil, Adeline memejamkan sejenak bola matanya, rasanya sebuah desiran hangat menyeruak di dalam hatinya.


"Aku belum mengantuk"


Ucap Chaddrick kecil pelan.


Setelah mendengarkan jawaban putranya, adeline melepaskan pelukannya secara perlahan, dia menatap dalam bola mata Chaddrick kecil sembari kedua tangannya mengelus pipi bocah tersebut.


"Hari sudah cukup malam seharusnya jangan tidur terlalu larut hmmm, itu tidak baik untuk kesehatan"


ucap Adeline Lembut.


Chaddrick kecil menganggukkan kepalanya, kemudian dia menatap balik dan dalam bola mata ibunya tersebut, kemudian dengan sejemput keberanian Chaddrick kecil Berkata.


"ibu bolehkah aku tidur di sini bersama kalian?"


Tanya bocah laki-laki itu dengan tatapan penuh harap.


"Aku ingin tidur di sini bersama ayah"


Tambahnya lagi sembari bola mata Chaddrick kecil terlihat berkaca-kaca.


Mendengar permintaan putranya sejenak Adeline terdiam, dia melirik ke arah Adalrick, seolah-olah bertanya apakah laki-laki tersebut mengajari putranya untuk merayu dirinya.


Mendapatkan tatapan sedikit meng'intimidasi dan penuh tanda tanya seketika membuat kening Adalrich mengerut, dia pikir apakah dia barusan di tanya dan di curigai?!.


"Chaddrick kecil meminta nya tadi didepan, kami baru saja bertemu"


Laki-laki itu berusaha untuk membela dirinya, mana mungkin dia mengajari seorang bocah untuk merayu dan berbohong dibelakang istrinya.


Mendengar jawaban dari laki-laki di sampingnya tersebut seketika menambah besar kecurigaan adalah jika Adalrich lah yang mengajari putranya agar mereka tidur bersama di kamar tersebut.


"Lain kali jangan berdiskusi dengan ayah mu hmmm terkadang dia memiliki pemikiran aneh di luar logika"


Protes Adeline cepat.


"Ibu dengan senang hati membiarkan Chaddrick kecil tidur disini, bahkan ayah mu bisa menjadi penjaga untuk kita"


Seketika saat mendengar Jawaban Adeline bola mata Adalrich langsung membulat, dia pikir bisa-bisanya istri nya menuduh nya yang mengajari putra nya untuk tidur bersama.


"He em, he em"


Adalrick berdehem


"Chaddrick, tidak kah kamu mau menjelaskan pada ibu mu jika itu permintaan dari hati terdalam mu?"


Protes nya cepat dengan raut wajah sedikit merajuk.


Chaddrick yang tidak paham maksud ayah nya hanya bisa menggaruk kepala untuk beberapa waktu.