King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Liburan penuh cinta "Special 3"



Seketika bola mata Zehra membulat saat bus mereka berhenti di depan menara Eiffel.



Semua orang di berikan waktu untuk turun dan menikmati moment untuk berfoto di bawah menara Eiffel sesuai kemauan semua orang.


"Kemarilah"


Ucap zehra lantas menarik pelan tangan Arash, dia mengajak Arash untuk berfoto bersama disana.


"Tersenyum lah"


Ucap Zehra sambil mengarahkan kamera nya ke hadapan mereka.


Arash tampak terlihat begitu serius.


"Smile.... pleaseeee"


Ucap Zehra sambil memejamkan sebelah bola matanya, menatap dalam wajah Arash.


Pada akhirnya laki-laki itu berusaha mengembang 'kan senyumannya.


"1"


"2"


"3"


"Cherrsss"


Ucap Zehra sambil memfoto mereka beberapa kali.


Bahkan Zehra terus mencoba menarik Arash agar ikut berfoto bersamanya dari berbagai arah.


"Ini cukup bagus"


Ucap Zehra sambil melihat-lihat foto yang ada di kamera 📷 nya.


"Wajah mu begitu kaku sekali"


Zehra bicara sambil terus memilih foto yang paling terbaik mereka.


Arash sejenak terus menatap Zehra, sesekali dia menghela nafasnya.


"Kenapa?"


Zehra Tampak bertanya sambil menaikkan alisnya.


Arash menggeleng kan cepat kepalanya.


Di beberapa pemberhentian Zehra kadang menarik tangan Arash untuk ikut berfoto dengan nya, meminta Arash menyunggingkan senyuman nya.


lalu Zehra membawa Arash untuk menikmati makanan kaki lima.


Untuk Arash jelas sekali ini adalah untuk pertama kali nya dia hidup dan berbaur dengan keadaan seperti itu, awalnya terasa aneh dan canggung, lalu seiring berjalannya waktu dia baru tahu betapa nikmatnya kesederhanaan yang Zehra ciptakan untuk dirinya.


Seolah-olah beban berat menghilang di ganti dengan sesuatu yang baru, begitu nikmat dan bisa membuat dirinya seketika menarik nafas lega.


Bukan dunia gelap, tapi dunia baru yang belum pernah dia jelajahi sebelumnya.


Bahkan Bola mata Arash terus menatapi wajah Zehra, biasanya gadis-gadis akan berfikir bagaimana caranya menghabiskan uang mereka untuk berbelanja dengan angka yang tidak terhingga, tapi lucu nya bagi Arash, ini kali bertama dia mengeluarkan uang tunai bukan dengan cara menggesek kartu nya dan dengan jumlah begitu sangat kecil sekali tapi mampu membuat perempuan yang di hadapannya itu tertawa bahagia.


Semurah itukah sebuah kebahagiaan?


Itu yang ada di dalam hati Arash soal Zehra.



"Di Indonesia ada jual seperti ini bukan?"


Tanya Arash pada Zehra.


Zehra mengangguk cepat.


"Kami sering makan saat pulang sekolah"


"Hmmm"



Tanya Zehra sambil memperhatikan berbagai macam bentuk aneh di hadapannya itu.


"Hmm berbagai macam keju, kamu bisa mencoba nya satu persatu, rasanya cukup bervariasi"


"Kamu suka yang mana?"


Zehra bertanya sambil menatap dalam bola mata Arash.


"Kenapa?"


Zehra tampak mengulum senyum.


"Beritahukan saja pada ku"


Ucap nya lembut.


"Yang ini"


Arash mengarahkan jari telunjuknya pada salah satu keju.


"Dan ini"


Zehra tampak mengembangkan senyumannya.


"Aku akan coba apa yang kamu suka"


Seketika Arash menatap dalam ekspresi Zehra yang memejamkan pelan bola matanya menikmati keju yang ada di tangan perempuan itu.


"Ini lezat"


Ucap Zehra lantas menyuapkan keju itu juga ke mulut Arash.




"Apa ini halal?"


Bisik zehra pelan di balik telinga Arash.


"Kita harus mencari label halal di pinggiran gerobak nya atau bisa Langsung bertanya pada penjual nya"


"O.."


Zehra membulat kan bibirnya.


Hingga Akhirnya ketika langit mulai menggelap mereka naik kembali ke dalam bus untuk menghabiskan menu makan malam mereka didalam BUSTRONOME.



Tampak banyak pasangan yang tengah melewati waktu di atas bus, bercanda ria sambil menikmati suasana malam.


Bus terus membawa mereka mengelilingi kota Paris sesuai dengan tujuan nya.


"Katakan pada ku tentang sebuah kejujuran"


Tiba-tiba Zehra bicara ke arah Arash, menatap dalam bola mata laki-laki itu.


Arash yang menoleh ke arah kiri seketika menoleh ke arah zehra sambil mengerutkan dahinya.


"Ya?"


Zehra tampak tersenyum.


"Katakan pada ku, tujuan utama kamu menikahi ku Arash, aku bisa melihat nya dengan jelas dari sudut pandang ku"


Zehra berkata cepat sambil terus mengembangkan Senyuman nya.


Arash seketika tercekat mendengar ucapan Zehra.


"Ya?"