
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Lubuklinggau 2 November 2021
Novel baru Outhor yang ini InsyaAllah akan terbit Minggu depan sebab masih dalam tahap masukkan kerangka dan riview tahap lanjut setelah di ACC bulan kemarin dan ini konsep lomba berbagi cinta Mak dari NOVELTOON.
Kalau sudah terbit jangan lupa baca yaaaaa, like dan vote nyaðŸ¤
InsyaAllah cerita nya nggak berat dengan teka-teki Mak, tapi ini kisah romance Mak yaaa.
...Sinopsis di bawah Mak....
...👇👇👇👇...
Violet masih sibuk berkutat di dapur menyiapkan sarapan pagi sejak tadi, ini adalah kegiatan baru yang cukup rutin dia lakukan belakangan ini setelah menikah dalam beberapa bulan ini.
Seorang laki-laki tampan tampak baru saja turun dari arah tangga, menatap tajam ke arah Violet untuk beberapa waktu.
Kalau ada yang tanya siapa laki-laki tampan dengan aksen wajah timur tengah dan bola mata indah itu? Karan bin Narayan, penerus Al Humairah Group yang menjadi idola banyak kaum hawa.
Siapa lagi dia di kehidupan Violet? Hanya suami di atas kertas nya, yah suami Di atas yang tiba-tiba terikat karena perjodohan yang di buat oleh kakek Karan yang kritis di rumah sakit kala itu bersama Paman Violet.
Sejak awal mereka tidak saling mengenal, tidak pernah bertemu, tidak saling suka apalagi pernah saling jatuh cinta.
Tapi meskipun begitu bukan kah violet telah menjadi seorang istri? Ada aturan nya didalam agama Islam jika seorang istri wajib melayani kebutuhan suami?.
Realita nya dia tetaplah seorang istri yang harusÂ
-Taat pada Suami.Â
-Menjaga Diri saat Ditinggal Pergi.Â
-Memperlakukan Suami dengan Benar.Â
-Melayani Suami.
Atau bahkan harus rela
-Memenuhi Hasrat Suami.
Tapi violet cukup harus merasa bersyukur sebab hingga hari ini Karan sama sekali belum pernah menyentuh diri nya.
*******
Satu kata yang meluncur dari bibir Karan pagi ini yang membuat violet diam sejenak.
"Aku akan menikahi Rasty"
Dia kenal nama itu?Â
Tentu saja sangat kenal sekali, kakak ipar nya Ghanem pernah memberitahukan kepada nya soal gadis cantik bernama Rasty itu, jika dia adalah dunia Karan, kehidupan Karan dan cinta sejati Karan sejak mà sih kanak-kanak.
Berawal dari sejarah masa lalu yang tidak violet pahami apa hingga berakhir pada perasaan cinta yang tidak berujung.
Hubungan mereka di tentang habis-habisan oleh kakek Karan, alasan nya tidak banyak, Rasty memang tidak cocok untuk Karan dan jelas tidak sepadan menikah dengan Karan, bagi kakek nya, Karan jelas butuh seorang gadis seperti violet yang mampu mengikuti dan membantu Karan dalam banyak hal.
Karan jelas tidak bisa membantah ucapan Kakek nya untuk menikahi violet, hingga entah bagaimana caranya laki-laki itu bisa datang menemui violet, membuat kesepakatan pernikahan sebelum pernikahan mereka digelar.
"Mari kita berpura-pura menerima pernikahan ini, kamu bisa melakukan apapun yang kamu ingin kan begitu juga sebaliknya aku"
"jangan pernah bermimpi untuk jatuh cinta pada ku atau aku jatuh cinta pada mu"
itu adakah pertemuan kedua mereka di saat pernikahan.
"ini adalah batasan kita, kamu jangan pernah masuk ke dalam kamar ini bahkan hingga akhir kita menikah, dan aku tidak akan masuk ke dalam kamar mu hingga nanti kita mengakhiri pernikahan"
Dan itu pertemuan ke tiga saat mereka pindah rumah.
Violet hanya mengulas senyuman sambil berkata.
"Kamu jangan khawatir soal itu, aku tidak minta banyak, bersikap baiklah pada kedua orang tua ku dan jangan menyakiti perasaan mereka, cukup hanya seperti itu"
Ucapan laki-laki tidak berhati dan sedingin kutub Utara itu selalu menyakiti perasaan violet,suka tidak suka violet harus selalu menerima nya.
Sama seperti pagi ini ketika dia mengulang kembali kata-kata nya yang tadiÂ
"Aku akan menikahi Rasty"
Violet sejenak diam, tangan nya sempat menghentikan aktivitas membuat sarapan sejenak, meskipun tidak ada cinta, tapi tidak tahu kenapa mendengar ucapan Karan tetap saja membuat violet kecewa dan kehilangan kata-kata.
"Kamu bebas menikahi siapapun yang kamu mau, bukan kah pernikahan kita hanya sekedar sandiwara? Sejak awal tidak ada yang perlu di bahas di Antara kita bukan? Kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginan mu sama seperti diri ku"
Barisan kata-kata itu meluncur dengan jelas dari balik bibir indah violet.
******
Tidak tahu Karan menikahi gadis itu atau belum, tapi laki-laki itu setiap malam Jumat dan malam Minggu pasti tidak akan pulang kerumah, laki-laki itu selalu menghilang bak ditelan bumi dalam 2 malam selama mereka menikah.
Violet tidak ingin ambil pusing soal semua nya, bagi violet selama bisa membahagiakan kedua orang tua yang sudah mengambil dirinya sejak kecil dan memperlakukan dirinya dengan begitu baik selama berpuluh-puluh tahun ini jelas sudah cukup untuk nya.
Bahkan saat Karan mencetuskan ide untuk membuat sandiwara perceraian dalam waktu cepat atau lamban violet hanya mengangguk tanda setuju.
"Buatlah sandiwara dengan baik, jangan menyakiti kedua belah pihak, jangan membuat kakek kecewa atau bahkan membuat ayah dan ibu ku merasa terluka"
"Aku tidak meminta apa-apa, selama rahasia soal kebohongan ini tetap tersimpan dengan rapi, itu sudah lebih dari cukup untuk diri ku"
Saat bersama Percakapan yang terjadi di antara mereka hanya soal hubungan palsu dan sandiwara, Karan jelas menyakiti violet Secara perlahan.
Seperti kata anak jaman now, laki-laki itu seolah-olah sengaja ingin membunuhnya Tanpa menyentuh, sejak awal laki-laki itu benar-benar menyakiti perasaan violet tanpa tahu bagaimana sebenarnya perasaan didalam hati violet di balik senyuman ramah dan keceriaan yang selalu dia tampilkan selama ini di hadapan Karan.
Realita nya violet hanyalah wanita biasa, yang pura-pura menjadi kuat dan tegar dan selalu berkata tidak apa-apa.
Untungnya selama pernikahan membawa luka ini berlangsung, ada seorang teman yang selalu menghibur diri nya, sang kakak iparnya Ghanem yang tahu soal realita pernikahan mereka.
Laki-laki itu satu-satunya orang yang selalu belajar ada dan hadir ketika violet terluka.
"Kenapa kamu begitu baik pada ku, kak?"
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin membuat gadis kecil ini selalu tersenyum dikala hatinya terluka karena hal yang tidak penting"
Violet tampak menggigit bibir bawahnya, menatap punggung laki-laki itu yang mulai berjalan menjauhi diri nya.
Jangan terlalu baik pada ku kak, sebab aku takut jatuh cinta pada kebaikan mu.
Ucap violet dalam hati, Sepersekian detik kemudian terasa buliran air mulai tumpah membasahi pipi nya.
Andai hidup tidak sebercanda ini!