
Bola mata nyonya Alima jelas langsung terbelalak kaget, dia buru-buru menoleh ke asal suara yang berkata barusan.
"Siapa? putri Fervita?"
wanita tersebut jelas tercepat dia mundur beberapa langkah.
"Suami ku, apa kau sedang bercanda saat ini?"
Nyonya Alima mencoba bertanya pada laki-laki yang baru saja datang masuk mendekati mereka, itu adalah Sang Tuan Petra tua, dimana laki-laki tersebut dulu merupakan jenderal besar terbaik di negara mereka, begitu masuk ke masa tua nya, laki-laki tersebut di alih tugaskan untuk menjadi penasehat kepresidenan, dan posisi nya dengan mudah diganti kan oleh Adalrich.
Jika ada yang bertanya apakah Adalrick mendapatkan jabatan nya dengan cara licik dan curang karena pengaruh besar ayah nya?!.
Jawaban nya tidak.
laki-laki tersebut mendapatkan semua nya hingga sampai ke titik hari ini karena kemampuan nya sendiri.
Laki-laki itu memang kompeten, memiliki banyak ke ahlian, bahkan pandai dalam menyusun strategi dan berperang, jangan ditanya bagaimana sepak terjangnya, dia benar-benar menjadi lawan dan musuh yang paling ditakuti.
Kenapa dia sampai memiliki julukan mata elang dan sang penghancur jantung, karena bola mata awasnya dalam mengintai musuh jelas tiada tandingannya, bahkan dia mampu menghancurkan jantung musuh hanya dalam hitungan detik menggunakan tangan kanan nya.
Dan itu jelas membuat siapapun yang ingin melawan nya akan berpikir dua tiga kali untuk berurusan dengan dirinya, karena setiap kali ada yang berani berurusan dengan Adalrich maka mereka harus siap dalam kubangan kematian.
Dan bodoh nya laki-laki itu dulu buta soal Perempuan, dia selalu menganggap perempuan hanya sebagai bahan pelampiasan saja dan tidak lebih.
Bagi nya perempuan Persis seperti beban besar yang tidak pernah di anggap nya berguna dan memiliki nilai jual yang bisa dia manfaat kan.
Hingga akhirnya persepsi yang di miliki Adalrich berubah 180° saat dia melewati banyak masa bersama Adeline.
"Apa kau pikir aku pernah bercanda sebelum nya selama pernikahan kita, Alima?"
tanya tuan Petra sambil menatap tajam bola mata istri nya, suara laki-laki tersebut terdengar begitu datar dan dingin.
Dan seperti biasa hubungan kedua orang tersebut terlihat Begitu asing seakan-akan sejak awal tidak ada chemistry yang terbangun didalam pernikahan mereka sedikit pun.
Realita nya ada banyak orang yang tahu apa yang terjadi dalam pernikahan mereka, meskipun mereka tinggal satu rumah tapi mereka seperti orang asing yang tidak saling mengenal antara satu dan yang lainnya.
pernikahan mereka berjalan di masa lalu karena sebuah skandal pemaksaan, tidak pernah sedikitpun tersemat cinta di antara mereka berdua namun mereka harus mengikat janji pernikahan.
orang-orang bilang cinta akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, namun realitanya di dalam pernikahan mereka sama sekali tidak pernah terjadi hubungan cinta.
mereka menjalani pernikahan atas dasar keterpaksaan, di mana tuan Petra terpaksa menyetujui pernikahan mereka karena sebuah tekanan besar sedangkan nyonya Alima terpaksa menerima pernikahan tersebut karena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan tuan Petra.
Nyonya Alima tidak bisa menghentikan kehadiran Adalrich dimasa lalu, bayi itu membutuhkan ayah dan ibunya.
Meskipun dia pernah mencoba untuk membunuh diri nya dan Adalrich karena kebencian nya pada bayi tersebut, realita nya dia telah gagal dalam melakukan aksi nya.
Pernikahan mereka sebenarnya berada di ambang kehancuran, tapi nyonya Alima berusaha untuk mengabaikan keadaan sedangkan tuan Petra memilih untuk jarang kembali kerumah agar tidak terlalu sering bertemu Wanita tersebut didalam kehidupan nya.
Dan kini tuan Petra pikir bukankah ini satu ketidak nyamanan saat dia harus bertemu dengan istri nya disini bahkan dengan keadaan yang kurang baik.
Lagi-lagi Perempuan tersebut Protes soal istri putra nya, Adeline.
Cihhh.
Tuan Petra berdecih didalam hati, dia membuang pandangannya dan lebih memilih untuk duduk di sebuah kursi sofa yang terdapat di ruang tamu yang letaknya tidak jauh di mana mereka berdiri saat ini.
begitu tiba di atas kursi sofa, laki-laki tersebut langsung mendudukkan pantatnya, tuan Petra masih mengabaikan istrinya untuk beberapa waktu sambil bola matanya menoleh ke arah putranya Adalrich.
Mendengar ucapan suaminya soal laki-laki tersebut tidak pernah bercanda selama pernikahan mereka jelas saja membuat wanita itu mendengus kasar.
"Tentu saja kau tidak pernah melakukannya selama pernikahan kita, jadi sangat tidak masuk akal ketika aku menanyakan ini kepadamu"
Nyonya Alima menjawab dengan kasar.
"putri Fervita? apa kau yakin dia adalah perempuan lain? jangan membodohiku karena aku pikir dia benar-benar Adeline"
wanita itu jelas meragukan ucapan dari suaminya, dia pikir bagaimana mungkin perempuan itu adalah Putri Fervita, istri perdana menteri Halogen.
Halogen dan Fervita jelas orang yang cukup berpengaruh saat ini, karena pasangan suami istri tersebut cukup berjasa dalam pemilihan umum beberapa tahun yang lalu untuk menaikkan presiden baru naik tahta di negara mereka, Selain itu ada hal yang paling ditakutkan karena saat ini desa-desus berkata Putra mereka akan menggelar tunangan dengan putri kanselir Jerman yang belakangan beritanya semakin menghangat dan gencar.
Hal Itu menambah daftar panjang rasa takut orang-orang terhadap sepasang suami istri tersebut.
Meskipun begitu banyak orang yang belum tahu bagaimana sosok anak-anak dari kedua orang berpengaruh tersebut.
Sepasang suami istri itu menyimpan rapat-rapat soal identitas Utama keluarga mereka termasuk juga dengan presiden baru saat ini dimana identitas anak-anak mereka terus disembunyikan dari muka publik.
Alasan nya keselamatan putra putri mereka akan terancam jika status mereka di tampilkan didepan muka umum.
Yah orang-orang mereka dimasa ini yang memiliki jabatan tinggi selalu berusaha menyembunyikan identitas keluarga mereka dengan sangat rapat, selain karena mereka ingin keluarga mereka memiliki satu kenyamanan tersendiri agar tidak dikepung oleh para paparazi, mereka dengan sengaja menyembunyikan identitas dengan tujuan yang berbeda yang kadang membuat sedikit bingung orang-orang seperti mereka.
Karena itu tidak heran ada banyak sekali para pejabat yang saling memetik informasi untuk mengetahui identitas dari orang-orang penting tersebut dengan tujuan untuk mengambil keuntungan melalui perjodohan atau bahkan ada yang sengaja menggali informasi untuk mengambil sebuah keuntungan secara tidak terduga seperti saat pemberontak terjadi di masa 5 tahun silam.
Alih-alih menjawab ucapan istri nya, pada akhirnya tuan Petra berkata kearah Adalrich.
"Besok di gedung utama kerajaan akan ada acara pertunangan putra tertua Halogen dan Fervita, pergilah ke pesta pertunangan mereka dan bawa Anastasya bersama, aku pikir mereka pasti merindukan Anastasya karena putri nya beberapa waktu ini tidak kembali"
ketika tuan Petra mengucapkan hal tersebut kearah Adalrich, hal tersebut jelas saja membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.
dia pikir ayahnya tadi hanya berencana untuk mengerjai Alima karena takut ibunya berbuat nekat yang tidak-tidak pada Adeline, Laki-laki itu sengaja mengubah nama Adeline dan sedikit mengecoh semua orang, tapi kenapa Adalrich pikir tiba-tiba ayah nya berucap dengan ekspresi yang begitu serius soal Adeline dan keluarga yang disebut oleh laki-laki tersebut.