
Mereka meneruskan sesi mandi mereka tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, Anta bahkan tidak berani banyak bergerak, sejenak bola mata nya mencoba mencari shampo, cukup sulit membiasakan matanya di dalam keadaan gelap.
Berulang kali dia mencoba meraba sisi dinding kirinya, seolah sadar dengan gerakan Anta, enardo bertanya dengan cepat.
"Yang mana yang kamu butuhkan."
Anta tampak terkejut.
"Ah... aku fikir aku butuh shampoo"
Ucap nya pelan.
Tiba-tiba tangan nya di tarik secara perlahan oleh Enardo, seketika bola mata Anta membulat, kulit mereka jelas saling bergesekan.
Enardo secara perlahan membiar kan tangan anta menampung shampo dari tabung dispenser sabun cair.
"Oke sudah bisa kamu gunakan"
Bisikan Enardo seketika membuat bulu Roma Anta meremang, wajahnya memerah dan otak nya buntu seketika.
Aku pasti sudah gila.
Ucap Anta dalam hati.
Lalu dengan gerakan cepat dia langsung menggunakan shampo itu di kepalanya, menikmati rasa mint yang menjalar di seluruh kulit kepalanya.
Saat Anta mencoba membasahi kepalanya, tiba-tiba shower air miliknya mati.
"Enardo, kenapa air nya mati?"
Anta bertanya panik.
Enardo tampak mengulum senyuman nya, menarik lembut tubuh anta mendekati dirinya.
"Eh?"
Anta reflek terkejut.
Seketika tubuh mereka saling menempel, guyuran air shower membasahi kepala mereka secara bersamaan.
"Di bagian itu memang sering mati dan hidup"
Bisik enardo sambil mencoba memijat-mijat lembut Kepala Anta.
Lagi-lagi Anta membeku saat enardo dengan lembut memijat-mijat kepalanya, membiarkan semua busa shampoo turun ke bawah. Jantung gadis itu berdetak tidak beraturan, cukup bingung dengan keadaan, di area gelap bersama enardo, tidak bisa melihat sosok itu sama sekali tapi bisa merasakan kulit mereka saling bersentuhan dengan cara Begitu lembut.
Meskipun mengguna dalaman, tapi tetap saja hal ini membuat Anta meremang.
Sejenak Anta terpaku sesaat mereka menyelesaikan sesi mandi mereka, enardo setelah menggunakan handuk nya sendiri dengan gerakan cepat menggunakan handuk ke tubuh Anta, melilitkan nya secara perlahan lantas laki-laki itu menghidupkan lampu di ruangan itu kemudian secara perlahan mulai mengeringkan rambut Anta dengan handuk kecil yang ada di tangan laki-laki itu.
Anta Tampak diam mematung, masih tetap terkejut dengan gerakan yang di lakukan enardo sejak tadi, dia bingung harus berkata apa, bola matanya hanya bisa memperhatikan wajah Enardo dengan seksama, gadis itu seol-olah terhipnotis oleh gerakan Enardo.
Laki-laki itu terus mengeringkan rambut Anta dengan handuk nya menggunakan kedua tangannya, menikmati moment yang mungkin akan menghilang dalam waktu dekat.
"Jangan pulang terlalu malam jika pergi kemana-mana"
Ucap Enardo tiba-tiba.
Lanjut nya lagi.
Anta hanya diam, terus mencoba menelisik wajah Enardo untuk waktu yang cukup lama.
"Ok Sudah, mau ganti di sini atau kembali ke kamar?"
Tanya Enardo tiba-tiba.
"Ya?"
Anta bertanya cukup terkejut ke arah Enardo, pemikiran nya buyar dan dia baru sadar jika Enardo telah selesai mengeringkan rambut nya.
Laki-laki itu mulai berjalan menjauhi dirinya.
"Aku akan kembali ke kamar"
Ucap anta pelan lantas secara perlahan mulai berjalan di belakang Enardo.
"Tidak apa-apa keluar dari kamar hanya menggunakan handuk mandi hmm?"
Enardo bertanya lantas membalikkan tubuhnya, anta Seketika terkejut, tanpa bisa mengelak langsung menabrak Dada Enardo.
"Akhh"
Dia sedikit terkejut, mencoba mendongak Sambil Menyentuh lembut dahinya.
Enardo tampak mengulum senyuman, dengan gerakan cepat ikut Menyentuh lembut dahi Anta.
"Yakin keluar dengan keadaan seperti ini?"
Enardo bertanya ulang.
"Ah."
Anta tampak berfikir sejenak.
Jika keluar dengan keadaan seperti ini semua pelayan pasti ada didepan, akan terlihat aneh jika dia keluar dari kamar Enardo, mereka pasti berfikir jika Anta baru saja mendatangi Enardo dan mengajak Enardo....
Stop stop apa yang aku fikirkan?
Anta menggeleng-gelengkan kepalanya.
Enardo masih tampak mengulum Senyuman nya.
"Aku akan minta salah satu pelayan membawa kan pakaian mu kemari"
"Ya??"
Anta bertanya sedikit terkejut.
"Ah iya, begitu juga bagus"
Jawab Anta tiba-tiba.
Otaknya Hanya tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik, dia Seolah-olah bingung harus melakukan apa, Enardo tiba-tiba menjadi begitu baik dan hangat, tidak seperti biasanya.