King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Mulai bergerak mengeluarkan semua orang



Dalam kegelapan malam pekat di satu distrik yang di jaga oleh banyak sosok manusia berjenis kelamin laki-laki itu, terlihat jelas Semua orang tampak memiliki ukuran tubuh besar, tinggi dan berwajah garang, tato-tato melekat dengan sempurna di tubuh semua orang, bahkan wajah-wajah tidak bersahabat begitu mendominasi disana.


Mereka terpecah menjadi beberapa group di sana,tampak sibuk bermain kartu dan juga mengencani para wanita malam.


Di sebuah mercusuar tinggi tampak 2 penjaga terus mengintip suasana di sekitar nya, sesekali mereka mulai mengintip dari balik 🔭 ke arah sekeliling mereka guna mewaspadai penyusup yang masuk.


Beberapa anggota Arash bergerak secara perlahan, masuk ke area itu dikala para penjaga mercusuar lengah, melewati beberapa celah tanpa mengeluarkan kebisingan sedikit pun, langkah kaki mereka bergerak dengan sangat terlatih agar tidak mengeluarkan bunyi-bunyian yang bisa membuat curiga orang-orang.


Salah satu anggota Arash tampak mulai memberikan aba-aba dengan kedua jarinya agar 1 orang masuk ke dalam satu markas untuk mengintip keadaan didalam.


Jari jempol laki-laki yang masuk mengangkat sempurna, memberi kode jika kondisi aman.


Dari arah bawah seseorang mulai naik ke mercusuar, bergerak perlahan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut dan melumpuhkan sang penjaga mercusuar.


Sejenak sebuah ketukan mengganggu 2 laki-laki penjaga itu.


"Siapa?"


Salah satu bertanya, enggan menoleh sama sekali.


Namun sayang tidak ada jawaban.


Satu di antara nya mengerutkan keningnya, menoleh ke belakang lantas beranjak dari posisi nya semula. Dia membuka pintu lantas menyembulkan kepalanya,sepi tanpa ada siapa-siapa, namun rasa penasaran membawa nya keluar untuk mengintip sambil menutup pintu mercusuar Secara perlahan.


Dalam hitungan detik seseorang muncul dari arah belakang nya dan..


Ssrrtttt


Brakkkkk


laki-laki itu terhantam ke lantai.


Sang teman yang di dalam seketika mengerutkan dahi nya, dia fikir suara apa yang barusan terdengar dari arah depan sana, secepat kilat dia ikut keluar.


Tidak ada satu hal pun yang mencurigakan.


"Mark dimana kamu?"


Laki-laki itu tampak bertanya sambil mengeluarkan pistol nya, berjalan ke arah depan mencoba mengintip ke sekeliling kemudian mendongak ke bawah.


Tidak ada.


Namun saat dia membuka pintu dan masuk, di tidak mendapatkan siapapun didalam sana.


Dan tanpa dia sadari dari arah atas atap di belakang nya seseorang Secara perlahan turun dengan posisi kepala dibawah dan kaki di atas persis seperti Spiderman.


Orang itu menyentuh perlahan kepala nya dan.


Ssrrtttt


Brakkkk


2 orang masuk menggantikan laki-laki tadi dan temannya, seorang laki-laki dengan cepat menyeret tubuh laki-laki tadi dan menggabungkan tubuh laki-laki itu Dengan tubuh teman nya kemudian mengikat nya dengan kuat.


*******


Dibawah semua anggota telah masuk dark arah pintu belakang dan samping dikala orang-orang cukup lengah dengan kesenangan mereka.


Arash dan beberapa orang lainnya tampak menempelkan satu benda di tiap balik dinding tiang bangunan tua yang di gantungkan beberapa gantungan barang yang entah apa, beberapa anak buah nya tampak menanamkan sesuatu di bawah tanah beberapa sudut tempat.


Dari sisi Utara seorang laki-laki mulai melesat masuk ke sebuah bangunan besar yang terpisah dari bangunan lainnya.


Laki-laki itu meminta seseorang dari salah satu anggota nya untuk mengintip keadaan.


Sepersekian detik kemudian yang di beri perintah Tampak menaikkan jari jempol nya.


Beberapa perempuan terlihat keluar dari sana mengikuti langkah satu laki-laki yang menggiring mereka menuju ke arah belakang hutan.


"Bergerak cepat jangan mengeluarkan suara''


Ucap laki-laki itu sambil menghitung jumlah perempuan yang mulai keluar dari sana.


Saat para perempuan itu keluar semua, mereka mulai mencoba mengeluarkan barisan anak-anak,namun tiba-tiba terdengar satu suara yang mendominasi dari arah depan.


"Aku akan kebelakang sejenak"


Seketika mereka mengehentikan gerakan mereka, meminta anak-anak menghentikan langkah kaki masing-masing.


Satu laki-laki dengan cepat menaikkan jari telunjuk nya ke depan bibirnya, meminta Semua orang agar diam dan tidak membuat pergerakan apapun saat ini.


Semua orang tampak bersiap diri dengan kemungkinan buruk yang bakal terjadi.