King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 13 A & A



Adeline sama sekali tidak menghiraukan ketika sang pelayan menundukkan kepalanya ke arah dirinya kemudian langsung berbaling dan melangkah pergi menjauhinya.


perempuan tersebut terlihat perlahan naik ke atas jembatan yang membukit di mana terdapat pinggiran penahan di sisi kiri dan kanan jembatan tersebut.


dia membiarkan kedua tangannya menyentuh sisi pembatas jembatan, bola matanya kini menata fokus ke arah depan, pemikiran Adeline seolah-olah menari-nari di atas kepalanya untuk beberapa waktu.


sejenak perempuan tersebut menghela nafas nya secara perlahan, dia membiarkan terpaan semilir angin yang semakin mengencang menampar lembut wajahnya di sisi kiri dan kanan.


rambut indah Adeline tampak tergerai dan disapu halus oleh angin malam, di mana pencahayaan dari Lampu yang ada di atas kepalanya Adeline semakin menambah tingkat kecantikan perempuan tersebut.


keheningan jelas terjadi saat ini, perempuan itu sama sekali tidak mengeluarkan suara yang sejak tadi, dia menikmati sapuan angin yang terus menerjang tubuhnya secara perlahan.


sebenarnya dia merasa cukup kedinginan mengingat persis seperti kata pelayan nya jika saat ini di moscow akan memasuki musim pendingin.


seharusnya dia tidak berada di luar ruangan, memilih berteduh di dalam ruangan dan menyalakan tungku perapian, hal tersebut akan bisa menghangatkan tubuhnya di mana dia boleh duduk di sebuah kursi kayu mahoni berlapis kan kain sutera di atas kapuk lembut milik di dalam ruang tamu dan menyandar kan punggung nya dengan nyaman disana.


Sambil menikmati lezatnya teh hangat (Ja Kamillen Chamomile) dimana Teh chamomile terbuat dari ekstrak bunga tanaman chamomile (Matricaria recuita) yang berasal dari Eropa. Jenis teh ini termasuk dalam teh bebas kafein yang cukup populer dan banyak diminati. Tak hanya karena rasanya yang manis dan aromanya yang harum, teh chamomile juga dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh itu sangat baik untuk di konsumsi di musim dingin.


Sembari menyeruput teh chamomile dia bisa menikmati cemilan seperti Pretzel yang merupakan makanan yang dibuat dari mustard, keju, gula, garam, soda, coklat, kayu manis, glasir manis, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pretzel saat ini hadir berbagai bentuk, tidak hanya berbentuk simpul saja.


Nama Jerman 'Brezel' yang berasal dari bahasa latin bracellus (istilah abad pertengahan untuk gelang), atau bracchiola (lengan kecil). Pretzel telah digunakan sebagai lambang pembuat roti.


dan cemilan itu sangat cocok dikonsumsi di musim dingin bersama teh chamomile.


tapi dia pikir dia tidak bisa melakukan hal tersebut saat ini mengingat pemikirannya yang terus berkecamuk menjadi satu soal siapa sebenarnya dirinya.


dia selama beberapa hari ini sudah mencoba untuk mengingat soal jati dirinya, alih-alih bisa menemukan apa yang dia harapkan atau bahkan mengingat apa yang seharusnya dia ingat, yang ada malah dia seringkali merasa sakit kepala.


dia sama sekali tidak memiliki petunjuk untuk bisa mengingat apapun seperti yang diharapkan.


semua terasa sia-sia.


Adeline pada akhirnya mencoba untuk mendongakkan kepalanya, dia menatap langit malam yang begitu kelam di mana awan-awan tanpa bergerak menutupi sedikit demi sedikit terangnya langit.


perempuan tersebut mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, bisa dia rasakan sesuatu terjatuh di kulit wajahnya secara perlahan.


Salju.


Adeline membatin.


Beruntung kah dia?!.


Kata ‘Salju Pertama’ mungkin tidaklah asing bagi sebagian orang, akan tetapi sebagian lainnya akan bertanya-tanya. Ada apa dengan salju pertama. Mendekati musim dingin, kisah mengenai salju pertama menjadi buah bibir untuk semua orang, hal ini dikarenakan banyaknya cerita yang mengaitkan salju pertama dengan hal yang romantis ataupun dramatis.


Kisah ini di bawa pertama kali di negara-negara Asia, salju pertama banyak dikaitkan dengan hal-hal yang berbau spiritual. Misalnya saja di Jepang yang terkenal dengan legenda Yuki Onna atau hantu salju.


Dibalik kisah salju pertama yang penuh romantis, Yuki Onna atau hantu salju ini selalu muncul hanya di saat musim dingin. Salju pertama menjadi tanda jika musim dingin telah tiba atau kehadiran Yuki Onna. Yuki Onna sendiri digambarkan sebagai seorang wanita cantik berambut hitam kelam, dengan kulit seputih salju, tatapan mata yang kelam, dan berkimono putih. Yuki Onna diceritakan selalu muncul disaat terjadinya badai salju dan ketika berjalan, tidak akan meninggalkan jejak kaki sama sekali.


Selain sebagai silmbol spiritual, dibalik kisah salju pertama dengan adanya Yuki Onna adalah lambang cinta. Lambang cinta inilah yang menjadi arti dari salju pertama yang menjamur di seluruh dunia. Tidak jarang banyak pernyataan cinta atau janji kencan dilakukan pada saat salju pertama. Hal ini dikarenakan adanya pepatah yang mengatakan ‘“Jika menyampaikan perasaan pada orang yang disukai saat turun salju pertama, maka perasaan tersebut akan terbalaskan”.


Akan tetapi, bagi sebagian orang yang tidak mempercayai pepatah tersebut, hal ini hanyalah sebagai bahan untuk menarik perhatian orang terhadap produk-produk yang diluncurkan pada musim dingin. Dan tak jarang juga tentunya banyak pernyataan cinta yang ditolak atau diputuskan di salju pertama.


Cinta pertama?!.


Sejenak sebaris pertanyaan tersebut mengusik pemikiran Adeline.


Apa dia memiliki cinta pertama dimasa lalu? bagaimana cara dia mengingat soal itu? dia saja tidak memiliki ingatan apa-apa jadi bagaimana dia tahu apakah dia memiliki cinta pertama atau tidak.


Bisa jadi dia memiliki nya, tapi dia berharap cinta pertama nya bukanlah di sang jendral mengerikan tersebut, sebab tidak bisa dia bayangkan betapa bodoh nya dia jatuh cinta dengan laki-laki mengerikan itu dulu di masa lalu.


Kecuali dia bodoh atau gila, maka dia tentu saja tidak mungkin jatuh cinta dengan laki-laki yang dia anggap mengerikan tersebut.


Sejenak perempuan tersebut menutup bola mata nya, dia mencoba menikmati salju pertama yang turun di Moscow.


Adeline pikir mungkin dia akan menikmati sejenak salju malam ini, dikala dia tidak kuat dengan rasa dinginnya baru dia berinisiatif untuk kembali kedalam kamar nya.


Mata nya Masih terpejam, dia masih menikmati aroma salju pertama yang dia temui saat ini, mencoba untuk membiarkan diri nya menenangkan perasaan kacaunya atas apa yang terjadi beberapa hari ini.


Dingin dan nyaris tidak memiliki aroma namun terasa tidak asing dan membuat dia merindukan sesuatu namun tidak dia ketahui itu apa.


Seolah-olah satu kerinduan lain menghantam dadanya dan menciptakan satu kesedihan tersendiri untuk dirinya.


Sejenak Adeline merasakan satu kesedihan yang mendalam, yang begitu sulit untuk dia deskripsikan dengan kata-kata, namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba dia mencium aroma wangi yang begitu lembut.


Itu seperti aroma Red Moscow dimana aroma itu merupakan wewangian dari floral chypre spicy.


Adeline mengerut kan keningnya dimana seketika tiba-tiba dia mendengar satu suara di dalam Kepala nya yang keluar menghantam ingatan nya.


"Sayang kamu tahu apa kesamaan antara parfum Barat yang paling terkenal dan parfum khas Soviet Moskow Merah?"


"Tidak, katakan pada ku apa?"


"Keduanya memiliki akar dalam sejarah Kekaisaran Rusia"


"Tidak ada parfum yang lebih populer semasa Soviet daripada Moskow Merah. Sebagaimana yang umum terjadi di negara komunis, orang-orang mendekorasi rumah mereka dengan cara yang sama, makan makanan yang sama, dan berpakaian dengan cara yang sama. Begitu pula, perempuan Soviet semuanya memiliki aroma yang sama."


"Kamu tahu kenapa aku selalu berkata kamu tidak cocok menggunakan parfum red Moscow?"


"Tidak! katakan pada ku kenapa?"


"Karena kamu berbeda, awal nya terlihat sama namun semakin kesini kamu semakin tidak sama, kamu spesial, seperti Parfum Coco Chanel yang menjadi merek global yang sukses, dimana Red Moscow tidak menyebarkan aromanya ke luar Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur. Sedangkan Chanel 5 menjadi parfum klasik di seluruh negeri, dikala channel menjadi rebutan banyak orang kaya raya namun memiliki harga selangit dengan edisi yang masih sangat terbatas, Red Moscow mulai kehilangan popularitasnya dan di jual dengan harga murah"


Hahhhh


Seketika Adeline menarik panjang nafasnya, dia pikir dia baru saja mendengarkan satu suara yang tidak asing di Balik telinganya, satu rasa sakit menghantam kepalanya namun tiba-tiba dia merasa seseorang memakaikan diri nya Sesuatu ke tubuh nya.


Adeline langsung membuka bola matanya dengan cepat, dia langsung tersentak kaget saat dia sadar seseorang telah berdiri tegap didepan nya.


"Kamu tidak bisa terlalu lama berinteraksi dengan musim dingin tanpa pakaian pemanas yang cukup, jika tidak kamu akan terkena demam tinggi dan mulai kehilangan konsentrasi hmmm"


Adalrick bicara dengan lembut, memasangkan jaket hangat ke tubuh Adeline Secara Perlahan lantas menyentuh lembut kedua belah pipi Perempuan Tersebut untuk beberapa waktu.


"Masuklah kekamar, aku akan minta Freda memerintahkan para pelayan menyiapkan penghangat ruangan dengan aroma kesukaan mu"


Lanjut laki-laki itu lagi sembari menatap hangat bola mata Adeline.


******


Kita berkelana dalam perputaran jarum jam yang sama


saling mengejar waktu antara detik dan menit


Entah siapa yang didepan atau siapa yang ada dibelakang


terus bergerak mengejar langkah tanpa pernah melihat kebelakang


Kau tahu?.


Jika aku diminta memilih memutar waktu kebelakang


aku tidak pernah menyesal bertemu dengan mu dan jatuh cinta pada mu hingga hari ini


Adalrich Ben Petra.