
Kembali ke masa lalu
Plakkkk
Plakkkk
Dua tamparan mendarat di pipi zaffa di pipi kiri dan kanannya, sang Daddy Cullen menatap nya penuh kemarahan, bola mata Cullen jelas dipenuhi amarah yang mendalam, perasaan yang benar-benar kesal dan muak yang bercampur aduk menjadi satu.
Sang Mommy langsung ternganga, menutup kedua mulut nya dengan pandangan tidak percaya, ingin sekali dia meraih tubuh zaffa tapi apalah daya, dia jelas tidak punya Adi kuasa, hanya bisa pura-pura baik-baik saja padahal sebenarnya tidak ada yang baik selama hidup dalam belenggu Cullen.
Zaffa tampak diam, berdiri tidak bergeming sama sekali,bola mata nya jelas tampak berkaca-kaca namun dia tetap menunduk kan kepalanya, rasa sakit di pipi kiri nya jelas terasa, darah segar mengalir dari balik bibirnya.
Beberapa anak buah Cullen tampak diam, bak adegan dalam film Romawi ketika sang raja memberikan pelajaran kepada pelayan nya dan pelayan lainnya seolah berusaha untuk menutup mulut dan telinga mereka.
"Aku bilang Berhenti menemui laki-laki itu dan menikah lah dengan Enardo"
Suara sang Daddy jelas memenuhi seisi ruangan tersebut.
Cullen jelas kalap,dia begitu marah saat mengetahui soal sebuah kenyataan.
Zaffa hamil dari laki-laki itu.
"Bawa laki-laki itu sekarang ke hadapan ku"
Teriak Cullen dengan penuh kemarahan.
Seketika Zaffa menaikkan Kepala nya, dia jelas terkejut, bukankah kemarin mereka sudah membuat kesepakatan, agar laki-laki itu pergi menjauh dari negara mereka.
2 pengawal Daddy nya menyeret seorang laki-laki dari arah belakang, Edgard jelas sudah tidak berdaya, wajah dan tubuhnya telah babak belur di hajar sejak semalam.
"No... Daddy...no..."
Zaffa mencoba untuk meraih tubuh edgard, tapi 2 anak buah Daddy nya yang lainnya menangkap cepat tubuh Zaffa.
Sepersekian detik kemudian sang Daddy dengan cara brutal menghajar laki-laki itu tanpa ampun, memukul, menghantam, meninju dan menerajang nya tanpa banyak bicara.
"No...Daddy...Daddy.."
Suara lengkingan dan tangisan Zaffa memecah seluruh keheningan dan kegelapan malam, sang Mommy tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menangis terisak sambil membuang pandangannya, seorang pelayan perempuan menggenggam erat tubuh Mommy nya.
Tiba-tiba Daddy nya menghentikan aksinya, menoleh ke arah Zaffa dengan penuh kemarahan.
Edgard jelas tersungkur ke lantai tidak berdaya, pandangan nya jelas mengabur, masih bisa dia lihat samar-samar zaffa berteriak sambil menangis histeris.
"Dia yang menghamili mu huhhh?"
Sang Daddy nya bicara lantas berjalan mendekati Zaffa, lantas dengan gerakan kasar dia menarik rambut Zaffa hingga ke belakang.
"Aku sudah berapa kali berkata, persetan dengan perasaan cinta mu, turuti kata-kata Daddy, menikah dengan Enardo dan akhiri hubungan kalian"
Cullen jelas menggila.
Zaffa terus menangis terisak, mencoba menahan tangan Daddy nya yang terus menarik rambut nya kebelakang.
Seketika Daddynya melepaskan jambakan rambutnya, dengan gerakan cepat Daddynya menarik sebuah pistol Laras panjang dari salah satu anak buah nya.
Zaffa jelas terkejut
"No...Daddy.. aku mohon selamatkan dia, aku akan lakukan apapun seperti yang Daddy mau, lepaskan dia, lepaskan dia, aku mencintai dia"
Teriak zaffa histeris, mencoba menghentikan tangan daddynya, bersujud cepat dihadapan Daddy nya, bersimpuh sambil menarik kaki kiri sang Daddy.
"Maafkan aku, maafkan aku"
Tiba-tiba Cullen meraih tubuh zaffa, membiarkan nya berdiri dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba tangan Kanan Cullen dengan gerakan cepat memukul perut Zaffa.
Bugggg
1 kali.
Seketika Zaffa terkejut dan mengerang kesakitan.
Buggg
2 Kali.
Dan Zaffa langsung tumbang.
Pukulan keras itu jelas menyakiti perut nya, seluruh didalam sana seolah-olah luluh lantak dan remuk Seketika.
Mommy nya terus berusaha menahan tangisan, lantas tiba-tiba tubuh wanita itu ambruk Seketika.
Zaffa bisa merasakan seluruh isi perutnya terasa pecah, kehamilan nya yang baru beberapa bulan seolah-olah hancur dan Buyar seketika, dari bawah sana seolah-olah sesuatu mengalir secara perlahan.
Edgard masih bisa melihat Zaffa dengan pandangan samar-samar, mencoba menggerakkan tangannya untuk menggapai tubuh itu.
Zaffa tampak terbaring lemah, mencoba menatap edgard didalam bola matanya.
Seolah-olah waktu tengah mengulang, zaffa ingat dengan kata-kata dan impian mereka.
Sayang apa yang kamu lakukan?
Aku sedang berdoa, berharap kita bisa bersama menjalani hidup bersama anak-anak kita hingga ke masa tua.
Cullen dengan gerakan cepat Menoleh ke belakang mengahadap ke arah anak buah nya yang berada di sisi kiri dan kanan edgard.
"Lakukan seperti yang aku perintahkan"
Ucap nya cepat, lantas menoleh ke sisi kirinya, menatap seorang laki-laki berpakaian serba putih.
"Lenyapkan anak nya secepat mungkin"
Tanpa banyak bicara laki-laki itu hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Baik tuan"
******
Kembali kemasa kini.
Zaffa terus mengeluarkan keringat nya didalam tidurnya, beberapa kali dia bergumam dan mencoba menggerakkan jamarinya, keringat dingin jelas bercucuran di seluruh wajah dan tubuhnya.
"Nona...nona?"
Aida jelas panik melihat ekspresi Zaffa.
"Hahhhhhh"
Seketika tarikan nafas panjang memenuhi rongga mulut zaffa, dia terbangun dengan nafas tersengal-sengal, air matanya tumpah begitu saja.
Secepat kilat Aida memeluk tubuh Zaffa, mencoba menenangkan nona nya.
Dan Pada akhirnya Mimpi buruk itu terus berulang-ulang hingga kini.