King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 11 A & A



Mansion utama Ilse Kock


Ruang tengah.


di dalam lingkaran sebuah ruangan mendominasi berwarna putih di mana di sekitar ruang tersebut terdapat banyak foto yang menghiasi dinding.


Terlihat dua anak manusia saling berhadapan Antara satu dengan yang lainnya, seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan lebih dan laki-laki berusia tidak jauh dari perempuan tersebut Saling diam untuk beberapa waktu.


Sejenak suasana menjadi sedikit hening ketika seorang pelayan perempuan berusia sekitar 45 tahunan meletakkan minum di atas meja kecil dihadapan mereka, kemudian setelah pelayan tersebut pergi, kedua orang tersebut mulai melakukan pembicaraan cukup penting bersama.


Ilse Kock terlihat mencoba mengatur ritme nafas nya sejak tadi, denyut nadi yang bergerak bersamaan dengan aliran pembuluh darahnya jelas tidak berjalan dengan baik saat ini, jika di abad modern orang berkata ini adalah sakit darah tinggi atau hipertensi maka di abad kekuasaan para rezim ini jelas merupakan penyakit hati yang diliputi dengki, iri dan kesal karena keberhasilan atau kesenangan seseorang yang menjadi lawan nya.


Dan percaya lah penyakit ini muncul saat satu berita tiba-tiba masuk dari salah satu orang kepercayaannya hingga membuat terkejut dirinya.


Istri Adalrich masih hidup.


"Kau bilang apa tadi?"


Tanya Ilse Kock dengan pandangan tidak percaya, dia jelas terkejut setengah mati, bertanya sembari menatap tajam laki-laki yang ada di hadapannya.


"Aku tidak melihat realita nya secara langsung, tapi seorang mata-mata yang mengawasi kediaman jenderal Adalrich berkata jika dia melihat nona muda Adeline hilir mudik di kediaman jendral Adalrich dalam beberapa hari ini"


mendengar penjelasan laki-laki dengan perawakan tegap tersebut kepada Ilse Kock, membuat perempuan tersebut menggenggam erat telapak tangannya.


Dia langsung mengeratkan rahangnya.


5 tahun tidak pernah ada lagi berita soal Adeline, semua orang jelas berkata jika perempuan tersebut telah mati pada malam tragedi hari itu di mana dia menunggu orang-orang nya mendapatkan Perempuan itu dan memasang rencana untuk membunuh Adeline tapi rupanya perempuan tersebut malah dengan sukarela membunuh dirinya sendiri tepat di hadapan Adalrick.


kebahagiaan jelas tercetak dengan indah di balik wajahnya malam itu, baginya dengan kematian Adeline dia bebas untuk melancarkan rencananya menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan Adalrick.


Tapi siapa sangka bertahun-tahun melewati kematian perempuan itu, Adalrick sama sekali tidak bisa melupakan Adeline.


hal tersebut membuat Ilse Kock kehilangan kesempatan untuk mendapatkan cinta Adalrick sesuai dengan apa yang diharapkannya.


dia pikir seiring berjalannya waktu cinta laki-laki tersebut terhadap perempuan sialan itu akan menghilang, dia hanya harus mencoba mendekati putranya, memasang wajah penuh cinta dan kehangatan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


namun realitanya dia sama sekali tidak berhasil mendekati putra Adalrich bahkan dia juga kesulitan untuk meraih hati laki-laki tersebut juga sama seperti betapa kesulitan nya dia untuk mendapatkan hati Chaddrick.


hingga akhirnya dia terpaksa menggunakan jalur lain untuk mendapatkan hati Adalrich dan memaksa laki-laki tersebut untuk menikahi dirinya.


Dia memanfaatkan nyonya Alima, ibu Adalrick untuk membuat wanita tersebut menekan laki-laki itu agar Menikahi dirinya Secepat nya tapi tidak tahu kenapa sangat sulit sekali menyakinkan laki-laki tersebut saat ini karena Adalrich masih meragukan dirinya atas pemberontakan yang dilakukan dimasa lalu dimana dia Menjebak Adeline agar menjadi tersangka utama dalam dalang pemberontakan kala itu.


Laki-laki itu terus meragukan hati nya Hingga akhir nya setelah berjuang begitu lama, Adalrick menyetujui tekanan dari ibu nya.


Adalrich bersedia Menikahi nya setelah akhir tahun kalender tahun ini.


Namun siapa sangka rencana yang telah dia tunggu-tunggu sejak dulu hingga hari ini berubah secara telak di mana tiba-tiba orang gak percayaan yang berkata jika istri laki-laki tersebut telah kembali ke kediaman Adalrick.


"Bukankah perempuan itu seharusnya sudah mati sejak 5 tahun yang lalu?"


laki-laki yang ada di hadapan Ilse Kock terlihat menundukkan kepalanya, dia sama sekali tidak berani menjawab ucapan dari perempuan yang ada di hadapannya itu.


"Apa mungkin laki-laki tersebut telah menyembunyikan istri sialannya itu di suatu tempat yang tidak diketahui oleh aku dan nyonya Alima?"


dia pikir selama 5 tahun ini mereka sama sekali tidak pernah mendengar tentang Desas-desus soal Adeline, bahkan semua orang yang ada di dalam tempat tinggal Adalrich menyakinkan soal hal tersebut.


lalu dia pikir bagaimana bisa tiba-tiba perempuan itu kembali lagi setelah kematian menghantam dirinya.


"Aku tidak bisa menyimpulkan perihal soal di mana Nona Adeline sebenarnya berada selama ini, namun aku akan bergerak dengan cepat untuk menyelidiki lebih lanjut perihal perempuan itu"


ucap laki-laki tersebut di hadapan Ilse Kock.


perempuan itu sejenak tidak bicara.


ya perempuan itu pikir ucapan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut benar adanya, mereka sebaiknya mencari tahu soal perempuan tersembunyi saat ini.


dia juga takut perihal tentang apa yang dia pikirkan saat ini, jika itu benar Adeline dia khawatir perempuan tersebut akan buka suara tentang perihal masa lalu yang melibatkan banyak orang.


tapi jika perempuan tersebut memang benar Adeline maka dia jelas akan marah itu berarti Adalrich telah menipu banyak orang soal keberadaan perempuan tersebut selama ini.


di mana realitanya perempuan tersebut merupakan sang pemberontak dari negara lain yang menyamar menjadi mata-mata untuk menyusun strategi peperangan menyerang negara mereka.


itu berarti Adalrich telah menyembunyikan seorang penjahat dan buronan negara.


jika itu benar Adaline, maka Ilse Kock harus menyusun strategi kembali untuk menjatuhkan perempuan tersebut dan menjebloskannya ke penjara kemudian menunggu hari kematian perempuan tersebut dengan perasaan damai.


Namun jika perempuan itu bukan Adeline maka dia jelas mendapatkan sebuah ancaman besar dan memiliki saingan berat dalam meluluhkan Adalrick.


seandainya perempuan itu memang bukan Adeline maka keadaan ini jelas-jelas menjadi tidak baik-baik saja, artinya Adalrick sama sekali tidak bisa melupakan Adeline, laki-laki tersebut terperangkap cinta perempuan itu di masa hingga kini dan hal tersebut jelas membuat patah hati dirinya.


artinya selama ini dia telah mengharapkan cinta di sia-sia dari laki-laki tersebut, dia hanya terbelenggu dan terobsesi pada laki-laki yang mencintai sosok perempuan lain.


Dan hal itu jelas telah menurunkan harga dirinya sebagai seorang perempuan.


Untuk mencari tahu soal tersebut, maka Ilse Kock harus mencari informasi soal keberadaan perempuan tersebut saat ini secepatnya, dia harus mencari tahu siapa perempuan itu sebenarnya tanpa harus mengulur atau menunda waktu.


"Sambungkan aku pada mayor Hudson, aku ingin bicara empat mata pada laki-laki tersebut"


Ucap Ilse Kock kemudian.


Perempuan tersebut pikir dia harus bergerak cepat saat ini.


"Baik nona"


Jawab laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut dengan cepat.