
Edgard sejenak mengerutkan keningnya saat Doktor Hans bersikeras meminta dirinya untuk datang kerumah sakit guna melakukan pemeriksaan, bagi Edgard sejauh ini kondisi tubuhnya jelas baik-baik saja tapi sudah beberapa kali doktor Hans selalu berkata Pada nya jika kondisi tubuhnya tidak baik-baik saja.
"Ini cukup tiba-tiba sekali?"
Edgard Bertanya dengan nada yang begitu datar sambil membiarkan laki-laki itu memeriksa tekanan darahnya untuk beberapa waktu.
"Aku fikir tidak begitu didalamnya, belakangan aku lihat kondisi kesehatan luar memang baik, tapi di dalam bekas pukulan kala di masa lalu cukup serius"
Ucap doktor Hans cepat.
Edgard tampak diam mendengar ucapan doktor Hans, dia tidak melanjutkan protesnya, berusaha memejamkan bola matanya sejenak.
Doktor Hans tampak fokus pada kegiatan nya, kemudian dengan gerakan cepat laki-laki itu menyuntikkan sesuatu pada Edgard, sejenak laki-laki itu meringis.
"Apa yang kamu suntikan?"
Edgard langsung membuka bola matanya.
Doktor Hans hanya menundukkan kepalanya sejenak.
"Hanya sedikit vitamin dan obat untuk mengecek kondisi paling akurat tubuh Anda, tuan. Memastikan keadaan baik-baik saja hingga 2 jam kedepan"
Saat mendengar ucapan doktor Hans dia Tampak diam sejenak, lalu Edgard membuang pandangannya.
"Jangan bertindak di luar sepengetahuan Ku, saat aku mendapati nya kamu tahu apa akibat nya bukan?"
Ucap Edgard tiba-tiba.
Mendengar ucapan Edgard, doktor Hans tampak terdiam sejenak.
"Aku mana berani melakukan nya"
Ucap laki-laki itu pelan.
"Sudah selesai?"
Edgard Bertanya sambil menaikkan alis k
sebelah kirinya,. menatap wajah laki-laki di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
"Kita menunggu perkembangan obat nya dalam 2 jam ke depan, jika tidak ada reaksi aneh, tuan bisa kembali"
Ucap doktor Hans cepat.
Edgard lagi-lagi diam sejenak seolah-olah tengah memikirkan soal sesuatu.
"Aku akan berkeliling sembari menunggu"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Baik tuan"
Edgard dengan cepat melesat turun dari posisi nya, meninggalkan doktor Hans didalam keheningan.
Sejenak setelah Edgard pergi, seorang laki-laki muncul dari arah balik pintu belakang.
"Sudah mengatur semuanya?"
"Sudah"
"Aku serahkan sisa nya pada mu, pastikan sesuai dengan apa yang di rencanakan"
"Baik tuan"
*******
Edgard berjalan menuju ke luar ruangan dimana doktor John melakukannya pemeriksaan pada dirinya, dia berjalan menuju ke arah halaman belakang rumah sakit untuk beberapa waktu, lantas dengan gerakan cepat laki-laki itu mengeluarkan handphone nya dari dalam kantongc celananya.
Edgard tampak mencoba untuk menghubungi seseorang.
"Selidiki soal Hans, aku ingin informasi nya dalam 1 x 24 jam"
Setelah berkata begitu, Edgard langsung mematikan panggilan nya, bola mata nya sejenak menatap lurus ke depan, laki-laki itu mencoba memejamkan bola matanya sejenak, menikmati semilir angin yang menerpa wajah nya.
Terdengar beberapa suara para penghuni rumah sakit yang saling bersahutan di sekitaran dirinya, suara tawa beberapa orang, percakapan yang tidak dia pahami bahkan suara-suara lainnya yang saling menimpa Antara satu dengan yang lainnya.
Sejenak Edgard mendengar satu suara tawa yang terdengar tidak asing, dia seolah-olah mengenal suara itu sebelumnya tapi entah dimana,laki-laki itu terus berusaha mendengar kan suara tersebut yang benar-benar terasa familiar di balik telinga nya.
Ed katakan pada ku, jika aku memanggil nama mu maukah kamu mendatangi ku?.
Suara itu tiba-tiba memenuhi gendang telinga nya, hingga dalam Hitungan detik bola mata Edgard seketika terbuka.
Siapa?
Seketika bola mata Edgard mencoba mencari suara tawa yang mengganggu perasaan nya, dia terus menelusuri tempat itu dalam waktu yang cukup lama, mencari asal suara tawa yang benar-benar terasa familiar di balik telinga nya.