King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
keputusan sang nyonya Cullen



Masih di masa lalu.


Disatu pagi yang masih gelap gulita dengan cuaca hujan serta sahutan demi sahutan petir yang menggelegar terus terdengar, Mommy Anta sang Nyonya Cullen dengan langkah tergesa-gesa langsung masuk ke sebuah ruangan gelap sudut paling ujung menuju ke arah lantai bawah tanah rumah sakit milik Cullen tersebut, dia harus segera menemui Doktor Hans Secepat nya sebelum Cullen bangun dari tidurnya.


Anggaplah dia sudah gila karena semua keadaan, dia mulai berputus asa karena melihat putri-putri kesayangan nya mulai hancur satu persatu, bahkan putri MC dores istri kedua suaminya merasakan hal yang sama dimasa lalu, belum lagi perempuan itu harus menanggung gelap nya kehidupan yang begitu menyesakkan di belakang suami mereka.


Satu tekad wanita itu saat ini, melenyapkan apa yang seharusnya dilenyapkan agar tidak ada lagi korban berikutnya yang merasakan kejam nya sistem sang suami kedepannya.


Nyonya Cullen melesat masuk menuju ke sebuah ruangan gelap yang ada di ujung jalan lorong bangunan lantai paling bawah, dengan gerakan cepat begitu masuk dia langsung Menutup pintu tersebut.


"Kamu yakin akan melakukan nya sendiri?"


Doktor hans bertanya pada wanita itu dengan perasaan ragu-ragu.


Nyonya Cullen menggangguk cepat.


"Kita tidak punya waktu lagi untuk berfikir saat ini, yang menjadikan bahan pertimbangan ter matang adalah Zaffa, aku ingin dia merasakan satu kebahagiaan yang sama seperti perempuan-perempuan pada umum nya"


Ucap wanita itu cepat.


"Aku ingin dia mendapat kan kembali kebahagiaan nya yang hilang, hans"


Laki-laki yang dipanggil Hans tampak diam, dia mengeluarkan sesuatu dari balik kantong blazer dokter nya.


"Ini akan beresiko berat ketika kamu sendiri yang beraksi memberikan nya"


Ucap laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah botol ke arah wanita itu, persis seperti tabung yang isi nya butiran-butiran obat.


"Aku akan menanggung semua beban sendiri tanpa melibatkan orang lain, jika aku gagal maka aku bisa mati dengan cukup tenang"


Nyonya Cullen berkata sambil menerima obat yang diberikan dokter Hans pada diri nya itu.


Wanita itu sejenak memperhatikan tabung obat tersebut.


Doktor Hans mencoba untuk menjelaskan.


Wanita itu mengangguk pelan, meletakkan tabung obat tersebut kedalam kantong nya.


"Bergeraklah dengan hati-hati"


Ucap doktor Hans pelan, mencoba memegang kedua bahu wanita tersebut.


"Kamu paling tahu bukan ketika Cullen marah dan merasa d khianati"


Doktor Hans bicara cepat sambil menatap wajah nyonya Cullen.


"Aku tahu itu"


Jawab wanita itu cepat.


Kemudian secara perlahan wanita itu keluar dari ruang itu dengan gerakan cepat.


Yah Ini adalah satu-satunya jalan memusnahkan Cullen secara perlahan, dia tidak tahu apakah akan berjalan sesuai yang mereka rencanakan atau sebaliknya.


Tapi bukan kah sebelum mencoba kita tidak akan tahu hasil akhirnya, wanita itu berharap sang suami benar-benar jatuh dan tumbang.


Cintakah dia dengan Cullen? hingga mau melakukan hal ini?.


Barangkali banyak yang mempertanyakan soal perasaan nya.


Yah dia mencintai suaminya, tapi seiring perjalanan waktu, saat dia tahu bagaimana Cullen yang sebenarnya, Bahkan saat dia tahu Cullen menyengsarakan putri-putri mereka, pada akhirnya perasaan itu berubah secara perlahan.


Nyonya Cullen langsung masuk ke dalam mobilnya, dalam sekali gerakan wanita itu langsung melesat membawa mobil nya kembali ke rumah kediaman Cullen.