
Enardo terus menautkan bibir mereka, bergerak begitu lembut dan menyesap nya dengan penuh cinta.
Tangan kanan Enardo secara perlahan menyentuh lembut cuping telinga Anta, menggesek telinga kiri Anta dengan jari jempol nya sedangkan 4 jemari lainnya menahan tengkuk Anta.
Tautan itu cukup lama terjadi hingga akhirnya mulai menjadi memanas dan semakin dalam, secara perlahan laki-laki itu mengabsen tiap inci rongga mulut Anta, mulai mengajarkan gadis itu untuk saling membelit lidah.
Cukup terasa asing untuk Anta, meskipun dia pernah berciuman kemarin, tapi kali ini rasanya jelas berbeda, ciuman Enardo seolah-olah menciptakan sebuah has..Rat yang membuat diri nya melayang entah kemana.
Bahkan ketika satu tangan Enardo yang lainnya mulai bergerak mengabsen tiap inci tubuhnya, Anta jelas merasa ada sesuatu yang aneh menjalar di sekujur tubuh nya.
laki-laki itu begitu pandai membawa nya melambung entah kemana, membuat Anta kehilangan kesadaran nya dan mulai terbawa arus cum..buan mesra nya.
Saat tautan bibir mereka terlepas, secara perlahan laki-laki itu bergerak menyapu leher Anta hingga bergerak ke telinga nya, gigitan lembut Enardo pada ujung telinga Anta karena rasa geram dan penuh cinta bercampur aduk menjadi satu, membuat Anta tanpa sadar mengeluarkan suara aneh dari balik bibir Indah nya.
Bahkan saat Enardo menyesap lehernya dan membuat tanda di sana, Anta malah semakin mengeluarkan suara manjanya.
"Enardo aku.."
Anta ingin sekali berkata ini benar-benar menyiksa dirinya, membuat dirinya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Apalagi saat tangan kiri enardo tahu-tahu sudah masuk ke dalam bajunya, menyusuri kulit lembut nya hingga masuk ke dalam sana dan naik ke atas nya, sebuah sentuhan lembut Secara tiba-tiba di salah satu dadanya membuat tubuh Anta bagaikan tersengat aliran listrik entah berapa pass, menegang dan meninggi secara tiba-tiba.
Laki-laki itu tampak mengulum senyumannya saat melihat ekspresi Anta, dia secara perlahan mulai melepaskan pakaian Anta satu persatu juga pakaian nya hingga tidak menyisakan sehelai benang pun sambil menelisik bola mata Anta yang menatap dirinya penuh dengan perasaan malu.
"Ini memalukan"
Suara Anta terdengar begitu serak.
Gadis itu ingin membuang pandangannya karena malu, tapi Enardo dengan cepat menyentuh wajah Anta.
Laki-laki itu tersenyum begitu lembut, mendekati wajah mereka sambil laki-laki itu menahan tubuhnya di antara kedua sikunya, dia mencium lembut bibir Anta beberapa kali.
"Tidak ada hal yang memalukan untuk suami istri, kita sudah di halalkan dengan cara yang sakral hmm"
Kemudian secara perlahan laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka, sedangkan tangan nya dengan gerakan lincah mulai masuk dan menyusup kedalam dada Anta.
Gadis itu mende..sah lembut, saat tangan Enardo mulai bermain di sana, bahkan suara manja itu semakin menggila ketika bibir dan lidah itu mulai berpindah secara bergantian ke arah dadanya, menyapu ariola nya bahkan dengan lincah menyesap benda kecil berwarna pink di atas sana yang berjuluk niple itu.
Enardo menyesap niple nya dengan gerakan begitu lembut, membuat tangan anta secara reflek menyentuh kepala Enardo, meremas rambut nya secara perlahan.
Semakin Enardo menyesap nya, semakin anta mengeluarkan suara-suara memalukan nya dan semakin Anta membenamkan kepala Enardo ke dalam dekapan nya.
"Akhhhh"
Suara itu terus lolos dari bibirnya, semakin membuat Enardo menggila.
Hingga akhirnya sapuan dan sesapan itu mulai menyapu kulit tubuh Anta, turun ke bawah menuju ke area perut, pusat hingga lari kebawah sana.
Awalnya jemari Enardo bermain dan menggesek di bawah sana, anta seketika mengejang, dengan gerakan refleks gadis itu menutup kedua pahanya, tapi tangan Enardo dengan cepat menahannya, membiarkan nya terbuka agar memudahkan dirinya untuk masuk kesana.
Dengan gerakan perlahan jemari itu masuk kebawah sana, membuat Anta mengeluarkan suara-suara indah dan manjanya, seketika jemari itu bergerak naik turun membuat Anta berusaha menggenggam erat apapun yang ada di sekitarnya.
Rasa nikmat yang belum pernah dirasakan oleh nya selama ini jelas menerjang dirinya secara tiba-tiba, bahkan saat Enardo terus menggerakkan jemari nya jelas membuat Anta berkali-kali meracau tidak jelas menyebut nama Enardo berkali-kali.
Laki-laki itu tersenyum senang, dia jelas ingin Anta menikmati lebih dulu keadaan, hingga dia baru masuk ke puncaknya nanti.
Kali ini Enardo melepaskan jemarinya secara perlahan, lantas menggantikan nya dengan lidahnya, bergerak cepat dibawah sana keluar dan masuk dengan sempurna.
Anta benar-benar merasa mulai menggila, dia ingin sekali merapat kan kaki-kaki nya, Merasa tidak kuat dengan keadaan, tapi kedua tangan enardo terus menahan pahanya, lidah nya terus bergerak dibawah sana Tanpa henti, menunggu Anta masuk dalam rasa nikmat nya.
"Akhhh aku.."
Anta jelas merasa jika sesuatu benar-benar akan tumpah dibawah sana, semakin kencang Enardo bergerak semakin dia ingin mengeluarkan sesuatu yang tidak dia pahami apa.
seolah-olah tahu ini waktunya pelepasan Anta, laki-laki itu semakin mempercepat gerakan lidahnya nya, bahkan Enardo beberapa kali menyesap bagian di bawah sana agar mempercepat pelepasan Anta.
Benar saja, dalam hitungan detik gadis itu benar-benar menumpahkan pelepasan nya, ada perasaan aneh yang terus menjalar di dalam diri Anta, rasa lega yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Enardo sudah berada tepat dihadapan, laki-laki itu kembali mengajak nya bertaut bibir, hingga akhirnya Enardo berbisik lembut dibalik telinga Anta.
"Sudah siap?"
Tanya laki-laki itu pelan.
Anta menatap sejenak bola mata Enardo, dia menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Ini akan terasa tidak nyaman di awal, kamu boleh minta berhenti jika ini terasa sulit dan sakit nantinya hmm?"
Anta mengangguk kembali dengan mantap.
Kemudian Enardo kembali menautkan bibir mereka cukup lama, sedangkan di bawah sana Anta bisa merasakan milik Enardo mulai menggesek-gesekkan milik nya secara perlahan.
Awalnya terasa beberapa kali gesekan yang membuat Anta kembali meremang, lalu secara perlahan milik Enardo menyeruak masuk dengan gerakan begitu lembut.
laki-laki itu jelas tidak mau menyakiti Anta, tapi dia tahu itu jelas hal yang sangat tidak mungkin .
Saat milik Enardo mulai menyeruak masuk secara perlahan Anta masih bisa mencoba menarik pelan nafas nya, namun semakin Enardo mendorong nya kedalam, Anta mulai merasa tidak nyaman, terasa sakit dan perih bercampur aduk menjadi satu.
"Akhhhh"
Gadis itu menjerit kecil, meremas lengan Enardo dengan keras.
"Sakit?"
Anta menggeleng pelan.
Pada akhirnya Enardo dengan gerakan sekali hentakan mencoba membenamkan miliknya dengan sempurna.
Teriakan Anta jelas memenuhi ruangan tersebut, kali ini jelas rasa sakit dan perih mendominasi menjadi satu, gadis itu secepat kilat memeluk Enardo, menggigit erat bahu kanan enardo, seketika air mata Anta tumpah.
Enardo bisa merasakan sesuatu yang hangat merembas keluar dari bawah sana, dia fikir Anta benar-benar masih menjaga dirinya dengan baik di balik kelakuan dan sifat liar nya selama ini.
"Sakit"
Anta merengek sambil mengencang kan pelukan nya.
"Maafkan aku"
Bisik Enardo pelan, mencium lembut kening Anta lantas masih membiarkan Anta terbiasa lebih dulu.
Hingga akhirnya Enardo secara perlahan kembali menautkan bibir mereka, mencoba membuat Anta kembali rileks dalam keadaan, sedangkan yang di bawah sana mulai bergerak secara lembut dan perlahan.
Awalnya begitu menyiksa bagi Anta, namun Enardo seolah-olah tahu bagaimana membuat dirinya menjadi nyaman dengan keadaan, laki-laki itu terus menautkan bibir mereka, sedangkan tangan Enardo terus bekerja memberikan rang..sangan di sekitar telinga dan lehernya, dan dibawah sana terus bekerja dengan gerakan lembut dan perlahan.
Suasana yang tadi nya terasa menegangkan kembali mencair dan menghangat, Enardo terus bergerak sempurna, memompa Anta berkali-kali dengan penuh cinta, gerakan lembut nan syahdu memecah keheningan, suara-suara rengekan serta desa..Han manja saling sahut menyahut menjadi satu.
"akhhhhh"
Anta terus men..desah indah, suara nya mengalun lembut memenuhi gendang telinga Enardo, membuat laki-laki itu semakin menggila dalam gerakan nya.
Di antara awan-awan indah yang mereka lintasi, has..rat mereka jelas melebur menjadi satu, sesekali suara sesapan serta suara penyatuan memenuhi seluruh sudut kamar pesawat tersebut.
Meskipun ruangan dingin karena AC mendominasi, tapi rupanya tidak bisa menutupi panas nya pergu.mulan panjang di antara mereka.
Anta terus mengeluarkan suara-suara indahnya tanpa henti, membuat Enardo tidak bisa menghentikan kegiatan nya dalam memompa, terus membawa Anta melintasi waktu, bergerak penuh cinta yang semakin menggebu.
Hingga akhirnya Anta merasa dia benar-benar akan tiba lagi pada puncak nya, gadis itu mencoba meraih apapun yang ada disekitar nya.
"Enardo"
Rengek Anta manja.
Enardo yang bisa merasa kan Anta akan masuk kembali pada pelepasan nya secepat kilat laki-laki itu meraih dan menggenggam tangan Anta.
"Bersama"
Bisik laki-laki itu begitu hangat dan lembut, dia menyesap ujung telinga Anta sambil terus memompa, kedua tangan mereka saling menggenggam erat antara satu dengan yang lainnya.
hingga akhirnya sesuatu dibawah milik Anta sana benar-benar tumpah lantas sepersekian detik kemudian di susul milik Enardo yang menerjang hingga ke dalam dinding rahim Anta.
"Oh sayang"
Enardo men..desah sempurna, mencium bibir Anta dengan penuh perasaan cinta.
"I love you"
Bisik laki-laki itu cepat lantas membaringkan tubuhnya disamping Anta.
"I love you too"
Bisik anta malu-malu kemudian masuk kedalam dekapan laki-laki itu.
"Terima kasih banyak sayang"
Ucap Enardo lagi sambil mengecup lembut puncak kepala Anta.
*******
Lubuklinggau 13 Oktober 2021
06.30 am
pagi
maafkan lah outhor kasih sarapan hareudang yaaaa
yang berdua boleh merapat pada pasangan, yang sendiri maafkanlahπ€π€ππ₯°ππ
apalah arti nya author tanpa readers nya
apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya dan
apalah arti nya saya tanpa kalian semua
love you selangit cakrawala
sayang sayang dan cinta
Eva Hye Seung
(Nila kingshop Wati)
π₯°π₯°π₯°ππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈππβ€οΈβ€οΈππππ