
bab 96
.
.
.
Sinar mentari sudah memenuhi seluruh kota. Pagi itu, Atas kemauan Davi, Dania dan tio berpamitan hendak kembali kerumah Tio.
Sebenarnya mama.Hilda sangat ingin jika Dania dan Davi tinggal lebih lama. namun apa lah dayanya, Jika Davi yang merengek siapa yang bisa menenangkan.
" davi..besok-besok sering-sering main kesini ya ??" ucap Denis pada keponakannya sembari mengajak tos
" Iya paman. Nanti kalau Davi bosan dirumah." Balas.Davi dengan respon cepat davi menerima ajakan tos dari pamannya.
" Ma..Dania pamit ya. maaf tidak bisa menginap lebih lama. Davi ingin pulang kerumah papanya." pamit Dania
" Iya nak. Sering- sering main ya kesini.." Balas mama Hilda seraya memeluk anak perempuannya dengan penuh haru.
" Mama jika merindukan Davi dan Dania juga bisa datang kerumah kami." Ucap Tio.
" iya..pasti," Balas Mama Hilda.
segera Davi menggandeng lengan Tio menuju mobil mereka. Begitupun Dania yang mengekor dibelakang dua laki-laki kesayangannya.
Lambaian tangan mama Hilda mengiringi keluarnya mobil Tio menuju gerbang keluar.
Jujur, mama Hilda masih ingin bersama Dania. Tapi apalah dayanya, Ia menemukan Dania setelah Dania memiliki suami.
Denis merengkuh pundak mama Hilda dengan penuh kelembutan
"Mama bilang tidak akan bersedih jika sudah bertemu kakak.. kenapa sekarang mama menangis lagi ??" tegur Denis.
" Ini tangisana bahagia anak ayam. jika kau sudah jadi orangtua kau akan merasakannya." balas Mama hilda yang diimbangi candaan.
" Mama.. berhenti memanggilku anak ayam !!" protes Denis.
Mama hilda nampak tersenyum dengan balasan denis.
" segeralah cari istri. usiamu sudah pas untuk menikah. anak Ayam." Ucap mama.Hilda yang segera masuk kedalam rumah.
" Mama !!!" Denis protes namun segera pula Denis tersenyum tipis.
" Istri ?? Iya, Bulan depan dia kan pulang..akhirnya aku akan segera menikah.." gumam Denis yang segera memasuki mobilnya.
.
.
.
" Kau langsung kekantor ??" tanya Dania saat ia sudah tiba dirumah.
" Iya. maaf ya, aku harus langsung kekantor. ada beberapa hal penting yang harus aku selesaikan." ucap.Tio.
" Jika kau lelah suruh sopir saja.aku tidak mau kau kelelahan."balas Tio yang mengecup kening Dania sebagai tanda ia hendak menuju mobil tak lupa pula Tio mengecup Davi juga.
" Aku akan bosan jika dirumah saja.!!" protes Dania.
" kau bisa pergi kemana saja sesukamu. asal bersama mereka." balas Tio yang sudah masuk kedalam mobil seraya menunjuk beberapa anak buahnya yang berdiri tegap.
" huh.. baiklah.. hati-hati ya," Ucap Dania mengalah.
" Ayah.. jangan ngebut." Davi menambahi.
" Ok jagoan. jaga Ibu dirumah ya ??" balas Tio seraya mengemudikan mobilnya.
" Tuan kecil apa kabar ??" sapa Bik sumi.
Davi.berhambur memeluk bik sumi. "Bibik aku merindukanmu.."
" Bibi juga.. ayo, bibi sudah buat makanan kesukaan tuan kecil.." Ajak bik sumi
Dania hanya tersenyum melihat kedekatan Davi pada pelayan dirumah suaminya. rasa kasih sayang yang tulus dari bik sumi bisa dirasakan Davi.
.
.
Tiba dikantor Tio langsung menuju ruangannya. Sapaan dari para karyawan seperti biasa ia dapat.
" Tuan tunggu !!!" panggilan untuknya didapat Tio.
Hany nampak berlari menghampiri Tio."Kau terlambat datang ??" tanya Tio.
" bukan tuan. saya datang lebih pagi hari ini. soalnya ada hal penting."Balas Hany dengan serius seraya menyerahkan berkas pada Tio.
Tio pun segera membukannya. meski dalam tulisan banyak sekali masalah, Tio tetap berusaha tenang.
" Adakan mitting darurat pagi ini." Pinta Tio seraya menyerahkan berkas kembali pada Hany.
" Lalu untuk klien yang membatalkan kerja samanya ??" Tanya Hany.
" Biarkan saja. toh aku juga tidak suka dengan Mereka." jawab Tio singkat.
" Tapi tuan kerugian kita banyak sekali. bisa sampai miliyaran."balas Hany.
" Diamlah.Hany !!! segera beritau seluruh staf kita mitting darurat pagi ini." bentak Tio.seketika Hany diam tak berani menjawab.
Tio pun segera masuk keruangannya. sementara Hany menatap Tio dengan tatapan tajam. "Lihat saja aku akan membuat kau bangkrut tio..kau selalu mengabaikanmu !!" Gumam Hany yang juga menuju ruangannya.
.
.
.