Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kita tidak punya ikatan seperti itu



bab 44


.


.


.


mitting Tio dengan klien telah selesai. Sesekali Tio melirik jam dipergelangan tangannya. Raut wajah bahagia jelas sekali terlihat saat Hany sesekali melirik Tuan besarnya yang duduk dibangku belakang.


" em..tuan, tadi tuan Attalah menghubungi saya, dia mau mengajak anda makan siang..-"


" hubungi dia dan katakan aku tidak bisa."timpal Tio dengan cepat.


Hany mengatur nafasnya lalu diam tak berkata apapun lagi.


.


.


Dania dan Davi tiba dikantor Tio dengan diatar sopir yang memang sudah ditugaskan Tio mengantar Dania serta davi kemanapun.


" Pak. ini kantor Tio ??" tanya Dania memastikan pada sopir.


" iya nona." balas Sopir itu seraya membukakan pintu untuk Dania dan Davi.


"wah..tempat kerja Ayah besar sekali ya.." ucap Davi penuh kekaguman.


" mari nona saya antar masuk." ajak Sopir itu, yang benar benar memastikan nonanya tiba dengan selamat.


" em..bapak saja yang masuk. saya tunggu disini." kata Dania yang enggan memasuki kantor besar milik Tio.


" loh kok begitu ?? Tuan bilang nona harus masuk" balas Sang sopir.


" Ibu..ayo.." ajak Davi yang sudah tidak sabar bertemu ayahnya.


" sayang.. jangan nakal didalam ya, ini kantor tempat Ayah kerja, kalau kita aneh-aneh Ayah bisa kena masalah sama bosnya." Dania mencoba memberitau Davi.


" Iya Bu. Davi tidak nakal." balas Davi.


" Mari nona.." sopir mempersilahkan Dania berjalan lebih dulu. Meski amat ragu, Dania segera masuk melalui tangga menuju pintu masuk.


" selamat datang. ada yang bisa dibantu Nona ??" sapa Resepsionis cantik yang berada dilobby kantor itu.


" Tuan Tio ada ??" tanya Sopir Dania.


"tuan sedang keluar mitting, sebentar lagi sampai."balas resepsionis itu.


" maaf dengan siapa ??" tanya Resepsionis itu.


" oh..ya sudah..-"


Hany yang mengekor dibelakang Tio nampak tak suka saat melihat kedatangan wanita yang kemarin ia lihat bersama Tio. "dia lagi ??" batin Hany.


" tio, apa yang kau katakan ?!!" Protes Dania.


" Ayah !!" Davi berlari kearah Tio dan langsung memeluk sang ayah yang sudah siap berjongkok membuka kedua tangannya.


" maaf ya sayang.. Ayah baru pulang mitting tadi.." ucap Tio.


" tidak apa, Aku dan Ibu baru datang kok" balas Davi penuh senyum.


Tio mengangkat tubuh Davi dalam gendongannya.


Dania masih menatap Tio seolah meminta penjelasan. namun Tio nampak tak begitu memperhatikan.


" kau boleh pulang, kerja bagus untuk hari ini." ucap Tio pada anak buahnya. yang ia perintah menjadi sopir Dania.


" terima kasih tuan. saya permisi." sopir itu langsung pergi


sebelah tangan Tio meraih tangan Dania dan menggenggamnya dengan erat.


" Tio !!" Protes Dania lagi.


Namun kembali Tio tak bergeming. ia langsung menarik Dania menuju ruangannya.


Hany hendak mengikuti Tio menaiki lift khusus, tapi dengan cepat pula Tio mencegahnya. "Kau pakai lift karyawan !!"


Sontak dania membulatkan matanya.


Terlebih Hany, ia benar-benar tak habis fikir, Bosnya benar-benar menyebalkan.


Pintu lift VVIP itu sudah tertutup.


Hany menghentak-hentakkan kakinya dilantai karna saking kesalnya.


" sialan !! sebenarnya siapa wanita itu ?? kenapa pak Tio begitu mengistimewakan dia ?? jika begini peluangku kecil sekali !!!" gerutu Hany penuh kekesalan.


.


.


" kau !! kenapa kau katakan aku istrimu ??!! kita tidak punya ikatan seperti itu ?? kita bersama karna Davi !!" Celoteh dania saat didalam Lift.


" lalu aku harus katakan apa ?? Davi anak kita diluar nikah begitu ??!! Aku tidak mau orang-orang mengira kau wanita penggoda, jadi menurut sajalah !!" Terang Tio.


meski alasan Tio cukup kuat, entah mengapa Dania masih tak terima.


.


.