
bab 36
.
.
.
Dan benar saja, Tak lama pelayan sudah mulai menyiapkan menu pesanan Tio diatas meja.
Dania benar-benar dibuat tak percaya. Tio memesan semua menu bertema Ayam.
" kau gila ya ?? mana habis kita sebanyak ini ??"
Tio pun dengan sigap mengambilkan kesukaan putranya terlebih dulu.
" kau coba dulu. kalau tidak habis kan tinggal dibungkus. apa susahnya."balas Tio dengan mudah.
" bagaimana sayang ?? enak kan ??" Tio mengajak Davi berbicara.
" enak Ayah.." Balas Davi yang sudah mulai menikmati Makanan kesukaannya.
" bagus. habiskan ya.."Tio pun juga memulai makan.
" makan saja dulu. Aku tau aku tampan tidak usah menatap sampai seperti itu, nanti kalau kau jatuh cinta lagi bagaimana.." canda Tio pada Dania.
Dania gelagapan dibuatnya. "cih..Terlalu percaya diri.!!" Dania pun langsung makan saja. guna menghilangkan nervous didalam dirinya.
Tio.hanya menyeringai tipis saat melihat kedua pipi Dania yang memerah akibat Candaanya.
.
Dari jarak tak begitu jauh, hany baru menyelesaikan pertemuannya dengan Klien. ia hendak beranjak keluar, namun netranya tak sengaja menangkap wajah bosnya yang makan disana juga.
" itu kan tuan Tio ?? Dengan siapa dia ??" tanya Hany sendiri. Senyum pun terbit dari bibir Hany saat mendapat ide, ia segera berjalan mendekati bosnya.
"Tuan Tio.." sapa Hany saat sudah dekat
Dania segera menatap hany yang memanggil Tio Begitupun dengan Davi dan Tio sendiri.
" kau. sedang apa disini ??" tanya Tio tanpa basa basi bahkan ia terus makan tanpa melihat Hany lagi.
" saya baru bertemu klien tuan." jawab hany seraya melirik Dania dan Davi bergantian..
dania hanya tersenyum ramah.
" dia istri dan anak saya."ucap Tio dengan jelas dan santai.
" apa ??!!!" Hany nampak sangat terkejut.
Dania hendak berkata sesuatu namun Tangannya sudah digenggam Tio.
" kenapa ??" Tanya Tio dengan malas pada Hany.
" ya sudah. pergi sana !! kau mengganggu !!" ucap Tio
Dania semakin tak tahan, namun tangannya semakin erat digenggam Tio.
" Ayah dia siapa ??" tanya Davi.
" dia sekretaris Ayah sayang." jawab Tio
"em... baiklah tuan saya permisi. tuan Klien akan datang lagi nanti kekantor, dia ingin bertemu tuan." ucap Hany sebelum pergi.
Tio nampak enggan menjawab dan Hany pun segera pergi.
Setelah Hany pergi, Dania buru-buru menepis tangan Tio yang menggenggam jemarinya.
" kau ini apa tidak bisa menghargai orang sih !!"protes Dania.
" tentu saja bisa."jawab Tio dengan mudah.
" jika bisa kenapa kau seperti itu padanya ??!! kasihan kan dia ??!!" tambah Dania.
" kasihan dimananya ?? bahkan yang dia katakan tidak penting bagiku."terang Tio.
" tentu saja penting. kau saja yang tidak mau menatapnya ?!!" debat Dania
" buat apa ?? dia hanya merayu !!!?" Timpal Tio.
" merayu apanya ??!!" Dania semakin tak mengerti.
" apa kau tidak lihat pakaiannya ?!!" timpal Tio lagi.
"em.. pakaian..Ya, dia akan seorang sekretaris tentu saja seperti itu."balas Dania dengan ragu. ia sadar memang sekretaris Tio tadi cukup berani dalam mengenakan pakaian yang sedikit terbuka.
" aku tidak suka !!" balas Tio.
" tapi jika kau yang memakai pakaian seperti itu dan merayuku, aku akan sangat senang dan sangat menyukainya." goda Tio.
Mata Dania membulat bak bola saat mendengar gombalan Tio lagi.
" kau fikir aku wanita macam apa !!!?"
" kau wanitaku kan ??" Kembali Godaan dilayangkan Tio dengan mengedipkan salah satu matanya.
Dania tak.habis fikir, ia memilih membuang tatapannya kearah lain. sedangkan Tio terkekeh melihat betapa lucunya wajah Dania yang memerah layaknya kepiting rebus itu.
.
.
.