Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kau baik sekali..



Bab 184


.


.


.


Saat makan siang, Wanda tak sengaja bertemu Dania yang rutin mengirim makan siang untuk suaminya.


Rasa penasaran sekaligus rasa tidak tenang karna Denis yang tak memberi kabar sejak kemarin, membuat wanda segera menanyakan pada Dania.


" Dan.." panggil wanda.


" iya wan. Ada apa ??" balas Dania.


"em.. Aku mau bertanya soal denis." Wanda nampak ragu-ragu.


Dania mengangguk pelan. " kita kekantin saja yuk.."


Wanda yang setuju segera mengikuti langkah Dania.


.


.


Celine membawa nampan berisi jus buah menuju ruangan yang tak memiliki atap, lebih tepatnya camp latihan. Sebab, disana banyaksekali pria yang sedang berlatih menembak, memanah, melempar belati.


Celine pun dibuat terpana saat melihat D yang tak memakai baju sedang melawan anak buahnya.


" Tuan D keren sekali.." gumam Celine.


"Tuan !! Aku bawakan jus agar kau kembali segar !!" teriak Celine.


Sontak D menghentikan aksinya. Ia segera menatap kearah sumber suara. Cukup terkejut, Sebab D tidak memberitau Celine tentang tempat camp latihan itu.


Lambaian tangan Celine menyadarkan D hingga dengan cepat D menghampiri Celine.


"Kau sedang apa disini ??" Tanya D dengan serius.


"Aku bawakan tuan Jus. Pasti tuan kehausan kan.. Lihatlah keringat tuan sampai seperti ini.." Celine dengan perlahan mengusap wajah D dengan tisu menghampus keringat diwajah Celine.


Degg...


Sangat dekat sekali, jantung D berlari tak karuan saat tanga Celine tak sengaja menyentuh wajahnya. "ada apa denganku ?? Biasanya aku marah jika ada orang yangemegangi wajahku !!?" batin D.


"Nah.. Minumlah tuan..kau akan segar kembali..."Celine menyodorkan segelas jus pada D.


"Setelah ini masuk kekamar lagi. Disini bukan tempat wanita berada."Ucap D sebelum meneguk jus itu.


"Tapi kenapa ?? Aku tidak mengganggu ?!! Aku hanya mau lihat saja.." Balas Celine


D meletakkan Gelas yang sudah kosong pada nampan yang masih bertengger disisi tangan Celine. "Melihat siapa ?? Melihat banyak pria tidak pakai baju ??!!"


Celine memicingkan matanya. "Memangnya tidak boleh ??"


" Tentu saja tidak boleh !!! Kau masih terlalu kecil.. Sudah sana masuklah.."Pinta D.


"Kecil bagaimana ?? Usiaku sudah 22 tahun...aku bosan jika duduk dikamar !!!? Aku mau jalan-jalan keluar.." Rengek Celine. seolah sudah mengenal D lama, Celine sama sekali tak memiliki rasa sungkan.


D memijit pelipisnya. "Baiklah..!! Diam jangan merengek begitu !!"


"Kau mau kemana ??" D pun mengalah.


Senyum Celine terbit dengan lebarnya. "Belanja kebutuhanku. Aku disini tidak punya baju sama sekali. Nanti kaosmu akan habis jika aku pakai terus."


"Ya sudah. Bersiaplah. Aku akan mengantarmu."Balas D.


" Benarkah ??? Terima kasih tuan.. Kau baik sekali.." Celine yang girang tak sadar memeluk lengan D. Lengan kekar yang masih nampak berkeringat.


.


.


.


Karna desakan wanda, Dania akhirnya mengatakan kemana Denis sejak kemarin. Jangan ditanya lagi, dada wanda begitu teramat sesak. Ia merasa menjadi orang yang paling berdosa didunia, Bisa-bisanya ia tidak mengetahui jika Denis telah memiliki kekasih dan dengan mudahnya Wanda menerima pernyataan cinta Seorang Denis dengan mudah.


"Wan.. Kau jangan sedih begitu.. Aku tau kau pasti merasa bersalah, tapi denis memang telah memilihmu..Jadi jangan terlalu kau fikirkan ya ?? Urusan hati kita tidak bisa memilih, karna semua pasti mengalir dengan sendirinya." Nasehat Dania.


"Tapi Dan..aku..aku merasa berdosa sekali..dan jika wanita itu tidak selamat hidupku pasti akan dibayang-bayang rasa berdosa dan bersalah Dan.."balas Wanda.


Dania menggenggam jemari Wanda. "anggap saja ini ujian dari hubungan kalian. Kau harus bisa menerima semua ini.."


Wanda hanya bisa menangis dihadapan Dania. Penyesalan dan raaa berdosa terus saja terlintas dibenaknya.


.


.


.