
bab 47
.
.
.
Menunggu cukup lama nyatanya membuat Tio sangat jengah. jika bukan karna Dania yang menyuruhnya Menunggu, Tidak akan mungkin Tio duduk santai diruang tunggu.
Pasien terakhir akhirnya keluar juga, Tio baru bernafas lega begitu pun dengan Dania.
Segera pula mereka.berdiri hendak masuk, namun dokter yang hendak menangani Davi malah keluar
" oh. kau sudah disini ??!" tegur Mike.
" sudah dari satu jam yang lalu!!" balas Tio dengan kesal.
" Siang dokter."sapa Dania.
" jangan menyapanya !! dia sudah punya istri dan anak !!" timpal.Tio.
Dania menatap Tio dengan tajam
Mike pun tersenyum saat melihat rekannya itu sangat posesif.
" tenang saja Tio. aku tidak ada rencana selingkuh kok."ucap Mike yang tau maksud Tio.
" Iya tentu saja. kepalamu akan pergi dari tempatnya jika kau berani selingkuh. aku dengar kakak istrimu seorang mafia" balas Tio.
" itu kau tau. makanya mana berani aku melirik wanita lain.." timpal Mike dengan candaannya.
" Ayah..jadi tidak periksanya ??" tanya davi yang sudah bosan sejak tadi.
" Iya sayang..itu om dokternya sudah keluar." balas Tio dengan kelembutan.
" tapi aku mau makan dulu Tio !! perutku lapar sekali !!" balas Mike.
" sialan kau ini !! kau menyuruh kami menunggu tapi kau malah akan pergi !!" gerutu Tio.
" Salah sendiri, seharusnya kau masuk saja. biasanya kan begitu !!" balas Mike tak mau kalah.
" Ya sudah,dokter makan saja dulu. kami akan menunggu." ucap Dania.
" tidak..tidak.. enak saja !! tangani dulu anakku !!" Timpal Tio lagi.
Dania memegangi lengan Tio seolah hendak menghentikan aksi Tio itu.
" tidak apa nona Dania. Dia memang seperti itu. baiklah ayo masuk." ajak Mike yang segera masuk lebih dulu
" kau ya, Yang sopan sedikit bisa tidak ??" tegur Dania sebelum masuk.
.
.
.
Hampir 15 menit Mike melakukan terapy psikis terhadap Davi. Dan Mike sangat senang sekali, Davi mudah menanggapi apapun. Dania dan Tio setia duduk disisi lain dengan memantau dari jarak tidak terlalu jauh.
" ya ampun.. anakku tampan sekali ya ??" ucap Tio seraya terus menatap Davi yang masih berinteraksi dengan Mike.
"Anakku !! kau tidak melahirkannya !!" balas Dania dengan cepat
" tapi aku yang membuatnya !!" timpal Tio tidak mau kalah.
Dania menatap Tio dengan tajam. "kau yakin sekali dia bibit yang kau tanam ??!! jika aku sudah campur dengan bibit lain bagaimana ??!!"
Tio mencebikkan bibir bawahnya. "kau fikir aku akan percaya ?? Bahkan hanya aku saja yang sudah memasukinya."
" percaya diri sekali " gerutu Dania.
" Baiklah. nanti aku akan melihatnya, seperti apa ya sekarang ?? apa masih sama dengan yang dulu sewaktu aku buka segelnya ??!" Ucap Tio.
Dania seketika langsung memukul lengan Tio dengan kuat
pukk !!
" Aww !!" pekik Tio ia berusaha menahan suaranya agar tidak mengganggu proses terapy Davi.
"Kenapa kau memukulku ??!!" protes Tio.
" Kau sadar apa yang barusan kau katakan ?? Pria gila !!" balas Dania.
" loh. aku kan bicara fakta." timpal Tio dengan santai lagi.
" otak mesum seperti itu kau katakan fakta ??!! bahkan aku sangat yakin kau sudah mencelupkan rudalmu keberapa lubang selama ini !!" tutur Dania berapi-api dengan kesal.
Sudut bibir Tio kembali terangkat. Dania sangat tidak pandai menyembunyikan ekspresi tak sukanya itu. " Sembarangan !! Pertama dan terkahir ya cuma bersamamu itu, makanya jadi Davi."
" apa kau mau lihat dia ?? dia sepertinya sudah tidak mau bangun karna karatan, sebab bertahun-tahun tidak masuk kesarangnya.." kata Tio begitu nyleneh jika didengarkan.
" Tio !! aku bisa menyumpal mulutmu jika kau terus bicarakan hal seperti itu !!" Dania geram bukan main. sementara Tio malah terkekeh saat melihat ekpresi Dania. sebuah hiburan yang begitu menbahagiakan.
.
.
.