
bab 76
.
.
.
Tio berdiri dengan perlahan seraya mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
Dania terengah-engah dengan terus menatap tajam Tio.
" Kenapa kau tidak melawan !!!" teriak Dania.
" aku akan melawanmu Dania.." balas Tio yang kembali siap.
Dania kembali mengarahkan kepalan tijuan dengan tendangan kuat beberapa kali.
Seakan Tio siap dengan pukulan Dania, Tepat diperut dan tendangan Dania mengenai Pinggang Tio hingga beberapa kali.
" Tuan !!!" beberapa anak buah Tio memekik dan memanggil nama Tio saat melihat Bos besar mereka tumbang kembali. dan hendak menolong, namun secepatnya Tio mengangkat tangan seolah melarang anak buahnya ikut campur.
Tio berdiri dengan tertatih, dengan senyum yang terus menghias diwajahnya ia tak melepaskan pandangannya dari Dania.
"Kau benar-benar akan menyerah ??" tanya Dania meyakinkan.
" Aku hanya memberimu waktu untuk melepaskan semua rasa sakit yang ada dihatimu Dania. Luka yang aku goreskan dulu, balaslah dengan luka nyata ditubuhku. aku yakin, meski dengan membuatku babak belur, luka dihatimu masih tetap tersisa. aku tidak bisa membuktikan apapun, karna kebodohanku dimasa lalu, hanya dengan membiarkanmu meluapkan segalanya seperti ini aku bisa bahagia, setidaknya aku bisa menebus kesalahanku dimasa lalu." tutur Tio dengan sangat jelas.
Wanda dan Riana amat terharu dengan ucapan Tio. "Ya ampun.. Tuan Tio, hebat sekali.." puji Riana.
Mata Dania terasa perih saat mendengar penjelasan Tio. ternyata itu alasan Tio tak melawan sejak tadi. Dania menurunkan tangan perlahan dengan nafas yang masih memburu.
Entah ia yang egois atau memang karna luka dihatinya yang menginginkan berduel dengan Tio.
Segera Dania berlari kearah Tio dengan air mata yang mengalir begitu saja, Tanpa berkata dan tanpa ucapan apapun, Dania menghambur memeluk Tio dengan erat.
Tio memejamkan mata dengan senyum yang terus ia kembangkan. Ia pun perlahan membalas pelukan Dania.
Tak lupa ia menciumi pucuk kepala Dania seakan menyatakan betapa ia sangat mencintai Dania.
" Bodoh !! kau bodoh Tio !!" Ucap Dania dengan terisak.
Dania mendorong pelan dada Tio.
" awww !! sakit sayang.." ucap Tio.
" Sudah tau sakit, kenapa kau rela terluka begini !!! kau mau membuatku merasa bersalah ya ?? apa kau tidak mencintaiku lagi setelah begini ??!!" Celoteh Dania.
Tio memilih menarik Dania kembali dalam pelukannya. "Justru ini bukti bahwa aku benar-benar mencintaimu, Bahkan jika kau meminta nyawaku aku akan memberikannya."
"jangan konyol !! lalu kalau aku meminta nyawamu aku hidup dengan siapa ??!! kau bilang akan mengajakku menikah ??!! kau lupa sudah punya anak hah !!!" omel Dania dengan sesenggukkan.
Tio terkekeh dengan omelan Dania. Triknya ternyata berhasil juga. dan kini Tanpa berkata Dania sudah menerima lamarannya.
Attalah segera berdiri dari duduknya, ia cukup jengan melihat adegan mengharukan penuh kemesraan diatas ring itu.
" eh tuan. mau kemana ??" tanya Wanda dsaat tau Attalah akan pergi.
" mataku bisa bintitan jika melihat mereka terus !! sialan Tio, tau akan begini lebih baik aku kencan dengan istriku saja !!!" gerutu Attalah seraya pergi begitu saja.
" Ha..ha..ha.. Tuan Attalah Jadi teringat istrinya." tawa Riana.
Dania menegadah menatap Tio melihat ulahnya diwajah Tio.
" Lihatlah kau jadi jelek begini.." ucap Dania.
" Kau juga terlihat jelek jika kebanyakan menangis." balas Tio yang segera mengusap air mata dikedua pipi Dania.
" Jadi lamaranku diterima kan ??" tanya Tio.
" Kenapa bertanya !! tentu saja iya !!" balas Dania yang kembali memeluk Tio dengan eratnya.
Tio pun demikian, ia pun membalas pelukan Dania dengan erat pula.
.
.
.