Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Karna kau istimewa untukku



bab 82


.


.


.


Selesai acara akad Tio dan Dania digiring kekamar masing-masing, guna mempersiapkan diri untuk acara pesta malam.


Pesta yang akan dihadiri ratusan tamu undangan yang entah kapan Tio menyebar undangannya itu.


Tio membuka sepatu dan Setelan Baju Putih yang ia kenakan tadi.


Kelegaan dirasakan Tio yang akhirnya semua rencananya telah berhasil dan berjalan lancar.


Tio berdiri didepan cermin menatap diri sendiri yang hanya mengenakan kaos putih. "Dania..akhirnya..kita menikah.." gumam Tio yang tetap merasa tak percaya.


Tio langsung menengok kebelakang saat sosok yang baru saja ia panggil ternyata sudah berdiri dibelakangnya.


" Dania.." panggil Tio. seraya memutar tubuhnya.


Dan benar saja Dania yang masih menggunakan kebaya dan lengkap dengan riasannya berdiri dibelakang Tio dengan mata terus menatap Tio.


Sesaat dua anak manusia itu saling tatap dengan fikiran masing-masing. hingga tanpa Tio minta, Dania berhambur memeluk Tio dengan erat. Seakan tak tau apa yang hendak dikatakan Dania pada suaminya itu, Namun pelukan itu seolah menunjukkan rasa bahagia bercampur syukur yang tak ada habisnya


" Kau sudah tidak sabar melakukan malam kedua ??"goda Tio mencoba mencairkan suasana.


Dania membuka pelukannya dan memukul dada Tio pelan. "Jangan terlalu berharap.."


Senyum Tio mengembang cukup lebar saat sadar wajah Dania yang bersemu merah.


" Lalu kenapa kau kesini ?? seharusnya kau segera ganti gaun. Tamu akan segera datang..ini sudah sore" ucap Tio.


" memang aku tidak boleh menemuimu ?!!" protes Dania.


" Tentu saja boleh. kita kan sudah sah. seluruh tubuhku ini semua milikmu, Jangankan menemui, tidur bersama sudah boleh kok." goda Tio lagi dengan memainkan kedua alisnya.


Dania dibuat tersenyum dengan tingkah konyol suaminya itu.


" berapa lama kau siapkan semua ini ??" Tanya Dania seraya menatap kembali Tio.


" Kenapa kau tidak bosan denganku ?? aku ini wanita bar-bar, sulit diatur, dan sangat cerewet." ucap Dania.


Tio terkekeh dibuatnya. "Iya. dan sayangnya aku sangat menyukai semua itu"


" Terima kasih.." ucap Dania lirih. matanya bahkan kembali berair karna begitu terharu.


" Hey.. awas saja jika kau berani menangis. Aku akan menghajarmu saat ini juga." canda Tio saat bisa melihat mata Dania sudah penuh dengan air mata.


Dania tertawa kecil dengan candaan Tio. dengan segala cara Tio selalu bisa membuat Dania terhibur senang dan bahagia.


" Dengar satu hal.." Tio menempelkan Diri lebih dekat dengan Dania. "Semua ini adalah pembuktikan keseriusanku terhadapmu. maaf jika aku memerlukan waktu yang cukup lama untuk memberikan keseriusan ini." tutur Tio


" Aku merasa tidak pantas mendapatkan semua ini Tio.." balas Dania.


" shutt!! jangan bicara pantas dan tidak. karna bagiku kau sangat istimewa. Dan terima kasih sudah menjaga putra kita, dengan keterbatasan mentalnya, kau tetap menjaga dan merawatnya. sekarang Kau tidak sendiri lagi, Kita berdua akan merawat Davi bersama-sama." tambah Tio lagi.


Dania tersenyum haru dan bahagia tanpa melepas tatapan pada Tio.


Tio pun membalas dengan senyuman penuh kasih sayangnya. Hingga tanpa sadar bibir mereka beradu seolah menyatukan hati yang sudah merindu bertahunan itu.


.


.


.


Riana kebingungan mencari Dania, sebab MUA sudah akan mulai mengganti baju Dania dengan gaun malam yang harus Dania kenakan. Mengitari Hotel sebesar itu membuat Riana uring-uringan tidak jelas. "Dania.. kau kemana sih ?!!! Sengaja atau bagaimana dia ini, membuatku bekerja ekstra saja ,!!" omel Riana yang terus melangkahkan kaki seraya mengedarkan mata.


Hingga Otak Riana teringat kamar Tio. " Ya ampun.. kenapa aku tidak kefikiran kamar Tuan Tio sejak tadi ?!!" Riana menepuk jidatnya.


" akkrrggg.. awas saja jika mereka ada disana.." umpat Riana yang buru-buru menuju kamar Tio.


.


.


.