Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
sarapan hangat



bab 129


.


.


.


"kau melamun kan apa ?? besok kita harus kerja. kau mau kena marah tuan Tio !!?" Ucap Wanda yang turut duduk bersandar menatap langit yang bertabur bintang.


" menurutmu apa kita bisa seberuntung Dania ?? mengingat kelakukan kita dulu ??" Tanya Riana


"Kau iri melihat Dania bahagia ??" Terka Wanda seraya menengok kearah Riana.


" Bukan iri, tapi apa aku juga bisa mendapat kebahagiaan seperti Dania" Ucap Riana yang meresapi angin malam.


" Kau masih bisa mendapatkannya."Balas Wanda.


" benarkah ??" Riana seolah tak percaya.


" tentu saja. Tuhan sudah menuliskan skenario hidup kita. kita saja yang tidak tau akan seperti apa. "Balas Wanda lagi.


" Tapi apa ada pria yang mau denganku wan,?? Aku pernah hamil dan menjadi selingkuhan pria beristri ??!!" Riana mengungkapkan kegundahannya.


" Positif tinking saja. Apa kau lupa aku ini siapa ?? tubuhku ini sudah dijajaki puluhan pria hidung belang." balas Wanda.


" Kau jangan berkecil hati wan.." Riana menatap kearah wanda.


" aku tidak berkecil hati. saat ini aku hanya mau fokus bekerja dengan benar untuk Rizal. kalau pasangan aku sama sekali tidak mengharapkan."Tutur Wanda.


" Jangan seperti itu..kau bisa menasehatiku tapi kau sendiri malah menyerah." Timpal Riana.


senyum Wanda terbit seketika. "aku bukan menyerah. tapi aku sudah punya anak Ri, masa laluku tidak akan mudah diterima begitu saja oleh setiap orang, dan aku tidak mau kecewa."Terang Wanda.


" ahhh.. kenapa jadi melow begini sih !!!? Wanda, kau jangan bicara begitu.." Riana mendudukkan tubuhnya dan memegangi jemari wanda.


" Kau carilah pasangan. kau belum punya anak, kau masih bebas. Hubunganmu dulu juga amat rahasia tidak semua orang mendengarnya. aku yakin Tuhan sudah menyiapka. seorang pria untukmu." nasehat wanda pada Riana.


Riana berpindah duduk disisi Wanda dan memeluk wanita mantan pelacur itu. "Aku juga akan berdoa pada Tuhan agar kau diberi satu laki-laki yang bisa menjadi imam yang baik untukmu.." Wanda hanya membalas pelukan Riana dengan tertawa kecil.


.


.


.


Aktivitas pagi kali ini sedikit berbeda dirumah Tio. Davi yang sudah siap bersekolah kini tidak diantar bik Sumi ataupun Dania. kini Willylah yang akan mengantar menjaga dan segalanya dalam keseharian Davi.


Pagi itu semua nampak sarapan dimeja makan. Mama Hilda sengaja membuat masakan banyak untuk dua putranya dibawa kekantor masing-masing.


Dania yang hanya minta makan salad saja tetap duduk sedikit jauh dari Tio. hal itu benar-benar membuat Tio sangat tidak bersemangat.


" Ayah kok nggak makan- makan ?? itu diaduk terus ??" tegur Davi kala melihat piring sang ayah yang masih penuh makanan.


Semua mata tertuju pada Tio yang terperajak akibat teguran sang putra.


" Em.. tidak ma, ini enak sekali.. hanya saja aku tidak berselera."balas Tio dengan cepat ia tak mau membuat mama mertuanya tidak nyaman.


"Aku tau kak Tio kenapa ma, Pasti karna tidak bisa dekat dengan kak Dania kan ??" Ejek Denis.


Dania seketika menatap Tio. ia pun juga sangat merindukan pelukan suaminya. namun bayinya seolah menguji kesabaran Kedua orangtuanya.


"Diam kau !! awas saja jika kau nanti menikah dan istrimu hamil !!?" timpal Tio dengan kesal.


Denis tertawa seketika.


mama Hilda juga terlihat mengembangkan senyum tipis kala melihat candaan Denis dan Tio.


" Bersabarlah. hari ini mama akan temani Dania kedokter. mama akan cari solusi untuk hal itu."Ucap mama Hilda menenangkan Tio.


" Nanti aku antar saja ma.." balas Tio.


" hubby.. aku sedang tidak mau dekat denganmu !! masa kau mengantarku, nanti kalau aku mual lagi bagaimana !!?" Protes Dania.


" Baby..aku juga penasaran, kenapa calon anakku tidak mau dekat denganku !!?" Sanggah Tio.


" aku kan juga tidak tau !!! memang aku yang suruh !!!" Entah mengapa Dania malah terlihat kesal. dan segera berdiri kemudian meninggalkan Meja makan.


" Baby !!" panggilan Tio tak diindahkan Dania.


" Sudahlah nak Tio. kau harus banyak bersabar ya, Dikehamilan muda seperti ini Biasanya hormon ibu hamil suka naik turun. terkadang gampang marah, terkadang minta aneh-aneh.." Tutur mama Hilda.


" Iya ma.. aku faham.kok..mama tenang saja, maaf ya ma, aku tidak bisa mengantar, Dania tidak mau aku antar" Ucap Tio.


" Tidak masalah nak. oh iya ini bekal untuk kau bawa kekantor." Mama Hilda menyodorkan kotak berisi makanan pada Tio.


"Terima kasih ma.." dengan senang Tio menerimanya.


" Untukku mana ??" denis protes


" tenang saja. ini untukmu." Mama.Hilda menyodorkan kotak lagi pada Denis. lalu mama.Hilda beralih pada Willy yang sejak tadi hanya diam. "Willy, ini untukmu ya..kau pasti akan sangat jenuh menunggu Davi disekolah..makanlah nanti ya nak.." Mama Hilda menyodorkan kotak lagi pada Willy.


Willy nampak sangat terkejut. bahkan dia juga dibuatkan bekal ??


" Terima saja Wil. mama ku orangnya memang seperti itu. kau bagian dari kami" Ucap Denis.


" Iya. Kau sangat beruntung." tambah Tio.


" Terima kasih nyonya..maaf merepotkan.."Willy buru-buru menerimanya.


" nenek.. buat Davi mana ??" davi protes karna merasa diabaikan


" tentu saja ada sayang..bik sumi, bekal Davi bawa kesini ya ??" Pinta mama Hilda.


Davi pun terlihat senang sekali.


.


.