Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Penuturan Dania



bab 20


.


.


.


Wanda meneguk minuman yang disiapkan dihadapannya setelah berhasil menceritakan semua yang ia tau tentang Dania dihadapan Tio. bahkan menatap Tio saja Wanda tiak berani, apa lagi saat Tio memasang wajah datar dengan tatapan tajam, bahkan menelan ludah saja rasanya tidak sanggup.


" jadi selama ini Dania tidak pernah menikah ??" Tanya Tio lagi.


"saya dan Dania hampir bebarengan saat tiba dikontrakan miss Ayla. saat itu Dania masih hamil muda, dan hanya dia sendiri yang tidak mau dijadikan wanita malam oleh miss Ayla. Dia selalu bercerita jika ia bukan wanita baik-baik karna hamil tanpa suami. dan hanya dikontrakan missAyla ini Dania.bisa tinggal, sebab dikontrakan manapun, Dania pasti akan terusir, sebab ia hamil dan tidak memiliki suami bahkan identitas yang jelas." terang Wanda lagi.


Nyeri rasanya Hati Tio saat mendengar cerita kehidupan Dania selama ini, yang sangat berjuang mempertahankan putra mereka.


" bahkan saat mau melahirkan, hanya saya yang menemaninya. saat saya tanya keluarga atau kekasih, dia tidak mau menjawab. dia hanya mengatakan akan mengubur semua masa lalunya saat bayinya lahir."tambah Wanda.


Kembali Tio memejamkan mata, hingga tanpa sadar air mata mengalir begitu saja. "kau biadab Tio..kau biadab..kau biarkan wanitamu menderita seorang diri.."batin.Tio.


Wanda memberanikan diri melirik Tio yang berusaha menyembunyikan air matanya. "sebenarnya siapa pria ini ??" batin wanda.


" maaf tuan. kalau boleh saya tau..-"


"saya pria yang menghamili Dania. saya ayah kandungnya Davi."ucap Tio dengan tegas dan jelas.


Mata wanda membulat sempurna.


Tio mengambil secarik kertas dan menuliskan beberapa nominal kemudian.menyerahkan pada Wanda.


"tuan... tapi saya..-"


"ambil itu. dan bantu saya mendekati Dania lagi. saya tau dia pasti sangat membenci saya tapi saya akan berjuang meski harus nyawa sebagai taruhannya."tutur Tio.


wanda bisa melihat dengan jelas keseriusan disorot mata Tio. perlahan Wanda mengangguk. dan segera berdiri untuk kemudian pergi dari apartemen Tio.


diluar Wanda membuang nafasnya denngan panjang. ia sama sekali tak menyangka jika teman baiknya ternyata mantan kekasih pria kaya yang begitu tampan itu.


buru-buru wanda keluar menuju lift. namun saat dibawah ia tak.mendapati Dania disana.


"kemana dia ?? apa dia pulang ?? jangan-jangan dia marah padaku ??!!" Wanda mempercepat langkahnya dan memesan taksi agar mempercepat dirinya tiba dikontrakan guna menemui Dania.


Sementara Tio Mematung dengan berselimut rasa bersalah. Jika saja ia dulu tak egois karna meninggalkan Dania begitu saja, Semua hanya angan-angan yang akan disesali seorang Tio Wiguna seumur hidup.


.


.


.


Wanda tiba diarea kontrakan missAyla yang juga tempat.tinggalnya. ia mempercepat langkah kakinya menuju rumah Dania.


tok..


tok..


tok..


" Dan !! Dania !!" panggil Wanda.


Hening tak ada jawaban. kembali Wanda mengetuk pintu rumah kontrakan Dania.


tok..


tok.tok..


ceklek..


nampak.pintu sudah terbuka.


" kau ?? ya ampun wanda, malam-malam kenapa kesini ?? anakmu sakit ??" tanya Dania yang sepertinya baru bangun tidur.


sementara wanda cukup lega, sebab semua yang ia bayangkan dijalan tak terjadi.


seketika Wanda memeluk Dania dengan erat. hal itu begitu membuat Dania keheranan.


" wan.. kau kenapa ??" tanya Dania.


" tidak apa-apa..kau marah padaku ??" tanya Wanda.


" marah ??marah kenapa ??" tanya Dania.


" aku menemui pria yang datang kemari itu ??" jawab Wanda dengan jujur.


Seketika senyum Dania terbit. ia pun menuntun Wanda untuk duduk tanpa melepas pegangan tangan mereka.


" Untuk apa aku marah ?? aku bahkan tidak mengenal pria itu. wanda, itu memang pekerjaanmu, apa selama kita berteman aku pernah menghina atau bahkan mengatai pekerjaanmu ?? siapapun klienmu, apapun bentuk klienmu, semua adalah pilihanmu,aku tidak berhak marah atau bahkan ikut campur." tutur Dania dengan bijak.


" syukurlah..em..Dan..-"baru saja Wanda hendak mulai bicara namun suara Davi terdengar memanggil Dania.


" maaf wan, Davi minta ditemani. jika kau mau minum kopi dulu masuk saja." balas Dania.


"oh tidak usah. sudah malam juga Dan. besok pagi aku akan kesini."ucap Wanda yang segera pergi dari rumah kontrakan Dania.


Dania menatap.nanar temannya itu. Iya apa yang dikatakannya benar, Wanda tidak tau masa lalu mereka, Tidak etis jika Dania malah marah pada Wanda, tapi tidak pada Tio, kebencian yang tertanam dihati Dania semakin bertambah dan seakan sudah terpatri tak akan bisa dimaafkan.


.


.


.