Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Bisa tersenyum



bab 101


.


.


.


Malam semakin larut, mama.hilda dan Denis juga sudah kembali kerumah mereka.


Dania juga tengah menidurkan Davi, Sementara Tio masih setia dihadapan laptopnya.


Tak lama dering ponselnya terdengar, segera pula Tio menjawab panggilan yang begitu ia tunggu.


" Bagaimana ??" tanya Tio saat panggilan sudah terhubung.


" Tuan yang anda curigai benar semua. Sabotase juga sudah dilakukan mereka dimobil tuan Wisnu Nugroho, mereka sengaja membakar hingga hangus dan tak tersisa. keluarga tuan Wisnu juga dalam sekapan mereka agar anda tidak sampai curiga." terang anak buah Tio.


Tangan Tio terkepal kuat mendengar penuturan anak buahnya.


" Mereka semua berjumblah 10 orang tuan. 9 laki-laki dan 1 perempuan. tidak harus saya sebutkan, anda pasti sudah tau. semua bukti juga sudah kami kumpulkan." tambah anak buah Tio lagi.


Netra Tio sampai memerah, insting yang tak pernah meleset kembali ia rasakan.


" simpan bukti itu. saya mau memastikan sesuatu lagi. kalian terus awasi mereka semua, jangan biarkan mereka sadar kita sudah curigai."Tutur Tio.


" Baik tuan." Balas anak buah Tio. panggilanpun terputus dengan seketika.


Tio memgatur nafasnya dengan pandangan fokus kedepan, Ia tidak menyangk ada konspirasi sebesar itu didalam perusahaan kakaknya itu.


" Jadi benar kau sedang ada masalah.??" Tegur Dania yang melangkah masuk keruangan Tio dengan secangkir kopi kesukaan Tio.


" Sayang.. kau belum tidur ??" Sontak Tio terkejut dan langsung berdiri dari duduknya menyambut Dania.


" Seberat apa masalahnya ?? kenapa tidak cerita padaku ??!" Tanya Dania seraya menatap Tio.


Tio memgembangkan senyum dan meraih pinggang Dania.


"aku tetap tidak bisa menyembunyikannya. Sekarang yang terpenting kau harus berhati-hati dirumah maupun saat keluar dari rumah. Aku tidak mau mereka menjadikan kau dan Davi sebagai alasan melakukan kejahatan."


alis Dania bertaut menjadi satu. "Maksudnya bagaimana ?? kenapa sampai seperti itu ??!!"


Tio menghadiahi Dania dengan kecupan mesra dibibir Dania.


" Tio !! aku bicara serius !!!" Protes Dania.


" Iya sayang aku lebih serius.." balas Tio dengan cepat.


Dania terlihat kesal dengan balasan Tio yang tidak mau bercerita padanya.


" Baiklah.. berarti kau tidak membutuhkanku !!! Bahkan bercerita saja tidak mau !!!" Dania mendorong Tio agar melepas tangannya yang melingkar dipinggang Dania.


Dania masih kelihatan kesal. Tio akhirnya mengalah. Dania sangat keras kepala, dan sangat ingin tau akan berbahaya jika Tio tetap tidak mau memberitau istri tercintanya itu.


" baiklah.. ayo kemari.." Ajak Tio.


" kemana ??!! aku tidak mau !!!" balas Dania bernada kesal.


" Katanya mau tau ?!!"timpal Tio.


" Awas kalau bohong !!" ancam Dania yang langsung menurut mengikuti Tio.


Tio menggiring Dania duduk dipangkuannya. "Kemarilah.." Tio menepuk salah satu pahanya.


" Tio !! aku serius bertanya masalah yang kau hadapi !!! kenapa kau malah bercanda sih !!" protes Dania lagi.


" bercanda bagaimana ?? Kalau tidak aku pangku bagaimana kau melihat layar laptopku sayang, jika hanya penjelasan aku yakin akan lama, tapi jika kau melihatnya kau pasti langsung mengerti.." terang Tio.


Dania membuang nafasnya dengan kasar dan akhirnya duduk dipangkuan Tio.


" Astaga..Seperti tersengat listrik, milikku langsung bangun."Canda Tio.


" Tio !!!"


" ha..ha..ha..ha.." Tio tertawa lepas dibuatnya.


" Iya..iya..kau gampang marah sekali sih ??!" Ucap Tio sembari salah satu tangannya mengetik papan key board.


Tak lama muncul semua masalah yang ada dikantor Tio.


Dania pun terlihat serius membaca satu persatu.


Tio menatap Dania dengan menopang dagu tanpa meluntur kan senyumnya.


Sesekali ekspresi Dania nampak terkejut dengan apa yang dilihat. lalu perlahan ia menoleh kesisi Dimana wajah Tio berada.


" Dalam keadaan seperti ini kau bisa tersenyum ??" Tanya Dania saat melihat Tio terus tersenyum dan tak lepas memandanganya.


" Tentu saja. Masalah sebesar apapun jangan membuat kita sampai terpuruk. lagian aku mana bisa tidak tersenyum jika bersamamu." tutur Tio.


" Kau gombal sekali.." Gerutu Dania


Tio hanya terkekeh dengan kembali menghujani Pipi Dania dengan ciuman.


.


.


.