Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Benarkah



bab 117


.


.


.


Dania menguap dengan meregangkan kedua tangannya. Sumpah demi apapun ia selalu dibuat tak berdaya jika tengah bergulat diranjang bersama Tio.


" Sebenarnya apa yang dimakan Tio, Kenapa dia tidak memiliki rasa lelah sedikitpun." Gumam Dania seraya menggosok kedua matanya. Dania menatap kesekeliling tak mendapati keberadaan Tio.


Meski malas Dania hendak berdiri dan melirik jarum jam dimeja nakas disisi ranjangnya.


Mata Dania membulat saat melihat jam waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Segera Dania meraih ponsel miliknya dan menempelkan ponsel itu ditelinganya saat sudah selesai mencari nomer yang hendak dihubungi.


tut..


tutt..


" Halo baby, kau sudah bangun ??" Tanya Tio saat panggilan sudah terhubung.


" Hubby, kau sudah berangkat ?? kenapa tidak membangunkanku !!?" Protes Dania.


" Kau terlihat lelah, mana aku tega membangunkanmu." Balas Tio.


" Lalu Davi bagaimana ??" Tanya Dania.


" Sudah bersamaku. dia ikut kekantor setelah pulang sekolah tadi. Gurunya mau rapat, jadi Davi pulang lebih awal." Terang Tio.


" Benarkah ?? Ya ampun, aku jemput ya Davinya." Ucap Dania.


" Tidak usah jika kau lelah. Lagian Davi juga tidak nakal." Balas Tio ya g tersenyum saat melihat Davi yang melukis indah diwajah anak buah yang ditugaskan menjaga Davi.


" Hm..baiklah.. jika memang dia rewel segera hubungi aku ya ??" Kata Dania.


" Iya. Kau istirahatlah. siapkan tenaga untuk nanti malam lagi." goda Tio.


" Dasar mesum !! Tubuhku masih terasa remuk sekali, sudah mau kau jajahi lagi !!!" Protes Dania.


Tio tertawa mendengar ucapan Dania. " Ok..ok..aku tutup dulu.. bye baby.."


" Iya Hubby.. Jaga Davi dengan baik." Balas Dania yang kemudian segera mematikan panggilannya.


Dania mengatur nafasnya dan segera melangkah kekamar mandi.


" Sepertinya aku butuh berendam. huh..Tubuhku rasanya remuk semua." Gumam Dania yang segera menutup pintu kamar mandi.


.


.


" Paman. lihatlah.. paman seperti perempuan.." Ucap davi.


" Benarkah ?? Cantik berarti ??" Balas wily.


" Iya.." balas Davi penuh semangat.


Tio yang berada dikursi kebesarannya hanya melirik sekilas saja. ia ikut tersenyum saat melihat sang putra yang bermain dengan pengawalnya.


Tak berapa lama ketukan pintu terdengar.


" Iya." Balas Tio.


nampak pintu terbuka memperlihatkan Riana dengan berkas ditangannya.


" Tuan laporan keuangan sudah saya rekap ulang. saya letakkan disini." Ucap Riana dengan jelas


" Iya. tinggalkan disitu." Balas Tio tanpa menatap Riana.


Sekilas Riana melirik Teman main Putra temannya itu.


" Bibi Riana.." Panggil Davi yang segera berlari menghampiri Riana. tak lupa Davi memeluk sahabat sang Ibu. Willy yang memang sigap langsung berdiri dan mengekor mengikuti kemana putra atasannya pergi.


" Hay sayang.. Kau mengunjungi Ayah ya ??" Sapa Riana penuh kasih sayang


" Bukan mengunjungi. tapi ikut bekerja."Balas Davi sembari memperlihatkan deretan giginya.


" Memang Ibu kemana ??" tanya Riana.


" Ibu sakit. Davi tidak mau mengganggu istirahat Ibu. makanya dikantor Ayah dan main sama paman willy." Terang Davi memberi penjelasan.


" Benarkah ??" Riana cukup terkejut saat mendengar Sahabatnya sakit. ingin bertanya dengan Bos besarnya, Tapi terlihat Tio tak begitu memperhatikannya.


" Ya sudah.. Davi main lagi ya.. bibi mau bekerja dulu.." Pamit Riana.


" Bibi kerja disini ya ??" tanya Davi.


" Iya. Bibi wanda juga." Jawab Riana.


"wah.. nanti davi bilang sama Ibu" Girang Davi.


Riana pun berdiri dan menunduk hormat pada Willy sebelum pergi dari sana, rasanya geli sekali melihat penampakan wajah Willy yang diberi beberapa warna oleh Davi. dengan hormat pula willy membalas Sikap Riana.


.


.


.