Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Aku sampai lupa



bab 126


.


.


.


" Wil !!? kau malah melamun !!?" Tegur Denis saat melihat willy hanya mematung.


Willy tersentak dan mengedipkan beberapa kali matanya. "Maaf tuan. em..saya sudah makan tadi."


" Hey !! kau jangan membohongiku ya. kak Tio saja bilang kau belum makan. sudahlah ayo.." ajak Denis seraya menarik lengan Willy.


" Tapi tuan. saya belum pakai baju !!" willy dengan cepat mencegah tangan Denis.


" Cepatlah pakai baju. Aku sudah sangat laparr." ucap Denis.


" Tuan duluan saja. saya mau membersihkan diri dulu." Balas Willy.


" Kau ini mau membohongiku lagi kan ?? nanti kau tidak akan menyusul. sudahlah aku tunggu kau sampai mau kesana, jika kau tidak kasihan padaku terserah saja." Sergah Denis dengan mudah.


Willy kebingungan harus bagaimana. Ia cukup tak percaya diri jika makan bersama Keluarga besar atasannya.


" Ehem !!!" Denis berdehem.


willy memejamkan mata dan membuang nafas dengan kasar. "Baiklah tuan. mari." Willy pun akhirnya mengalah.


Senyum lebar memgembang dari sudut bibir Denis. "Nah begitu dong !!?!" Denis merengkuh pundak willy seraya mengajak willy menuju meja makan.


" Kau jangan sungkan jika dengan kami. kau termasuk anak buah kak Tio kan ?? jabatanmu tinggi juga loh, menjaga anaknya bosmu sendiri. itu kan kau termasuk bagian dari kami !!"


Willy hanya menyunggingkan senyum tanpa membalas.


Keduanya nampak beriringan melangkah menuju meja makan bersamaan.


Wanda dan riana sama-sama terpesona dengan dua pria yang melangkah bersama itu.


" Wah.. kau hebat sekali bisa membujuk dia Den ??" canda Tio.


" Tentu saja kak," Balas Denis membanggakan diri.


" Dia siapa Nak Tio ??" Tanya mama Hilda.


Willy menunduk hormat pada semua saat sudah dekat.


" Dia anggotaku ma, Dia aku tugaskan menjaga Davi. apalagi sekarang Dania kan tengah hamil jadi untuk sekolah dan yang lain Davi akan ditemani Willy. dia namanya willy."Terang Tio menjelaskan.


" owww...Ya sudah, ayo duduk Nak willy jangan sungkan.. ayo silahkan.." mama Hilda mempersilahkan dengan penuh santun.


" Terima kasih Nyonya." Balas willy. yang duduk disisi Denis.


Baik Tio maupun mama Hilda serta Dania tertawa kecil dengan candaan Denis.


.


.


Setelah makan malam Wanda dan Riana berpamitan untuk pulang. Rizal memeluk Davi dengan erat selayaknya kakak dengan adiknya.


begitupun dengan wanda dan Riana yang memeluk Dania.


" Jaga baik-baik perutmu..ingat kau harus selalu sadar jika ada nyawa yang harus kau jaga diperutmu." Pesan Wanda.


" Pasti.. aku tidak akan bar-bar lagi."Balas Dania.


" Kami pamit dulu ya..Jika lain waktu kau sudah tidak pusing mainlah kekontrakan kami." Ucap Riana.


" Pasti Ri..terima kasih ya sudah menjengukku.." Balas Dania penuh haru.


" Nyonya.. tuan.. semua, kami pamit dulu. Terima kasih atas makan malam." Wanda dan riana tertunduk memberi salam.


" kalian jangan seperti itu.. kalian kan temannya Dania, panggil mama saja ya ??" cegah mama Hilda.


Denis tak melepas pandangannya dari wanda yang nampak tak terlalu peduli.


Sementara Riana juga sesekali melirik Denis seolah ingin tau.


Wanda akhirnya menarik tangan Riana untuk segera keluar dari rumah Dania.


Lambaian tangan mengiringi Kepergian taksi yang membawa Wanda serta riana.


" Ibu, Bibi wanda dan Bibi Riana kerja ditempat Ayah loh.." ucap Davi memberitau sang Ibu.


" Benarkah ???" Dania mengedarkan pandangan menatap Tio suaminya.


" Iya. aku meminta mereka menggantikan tikus-tikus yang aku penjarakan.Dan ternyata dua temanmu itu bisa diandalkan." Terang Tio.


Dania menerbitkan senyum dan langsung mengalungkan tangan dilengan Tio. " Terima kasih Hubby.. kau benar-benar membantu mereka." Ucap dania seraya bermanja dilengan Tio. baru saja Tio hendak memberika ciuman dikening Dania, Dania kembali merasakan mual.


tanpa permisi Dania berlari menuju kamar mandi terdekat


" baby !! ya ampun.. aku sampai lupa.." umpat Tio dengan wajah gusarnya.


.


.


.