Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
dalam kesedihan



bab 91


.


.


.


Masih dalam suasana Haru saat Dania menyurusi ruangan didalam ruangan rumah sang mama.


Dengan digandeng mama Hilda, Dania menyurusi satu persatu ruangan yang tetap sama dalam penataannya.


Beberapa pelayan yang juga mengenal Dania tak lupa menyapa.


" Ma..Apa papa juga sakit ??" tanya Dania seraya menatap sang mama.


" Iya. papamu sakit jantung, dan dia tidak mau berobat apalagi kerumah sakit. Penyesalannya begitu mendalam, hingga ia mengutuk dirinya sendiri." Terang mama Hilda.


Sesak rasanya saat Dania mendengar penuturan mama Hilda, Bahkan Dania belum meminta maaf dari sang papa.


" Ada sesuatu yang ditinggalkan papamu untukmu nak. Ayo.."ajak sang mama


Dania menatap mama Hilda seolah bertanya apa. namun mama Hilda memilih membawa Dania masuk kekamarnya.


Tio tersenyum tipis saat melihat istrinya yang mengobati kerinduan bersama keluarga. jujur dihati Tio, Tio juga begitu merindukan keluarganya. Bahkan Tio sudaj kehilangan semuanya. kakak satu-satunya yang ia miliki pun sudah berada disisi Tuhan.


"setidaknya aku bisa membuatmu dekat dengan keluargamu Dania.. agar jangan sampai penyesalanmu lebih dalam seperti yang aku rasakan." gumam Tio yang memilih masuk kembali kekamar Davi.


.


.


Mama Hilda mendudukkan Dania ditepi ranjang. Setelahnya, mama Hilda mengambil sesuatu didalam laci kamarnya.


Dania masih bisa melihat gambar sang papa yang tetap terpajang didalam kamar itu. Seakan kekuatannya hilang, Ketegaran Dania selalu runtuh jika melihat gambar sang papa. Ribuan kata maaf terus saja terlontar dari lisan maupun hati Dania.


" Ini..papamu mengatakan jika dia tidak sempat memberikannya padamu, mama yangharus memberikannya padamu," Mama hilda menyodorkan kotak hitam itu pada Dania.


Meski nampak ragu, Dania segera menerima kotak itu.


anggukan dari mama Hilda membuat Dania perlahan membuka Kotak hitam itu.


Terus berderai air mata, Dania mengatur nafasnya beberapa kali, saat diatas sendiri Dania bisa melihat Kartu keluarga yang telah diprbaharui dimana nama Dania kembali dikembalikan disana. dengan tangan bergetar Dania meraih kartu keluarga itu.


" Malam setelah papamu mengusirmu, dia memang dalam kegelapan Dania, Mama pun marah besar pada papamu yang menghapusmu dari daftar keluarga dikartu keluarga kita.


tapi, entah sejak kapan. Saat papamu sudah terbaring disini, dia meminta mama membuka kotak ini dan memberikan semua ini padamu, ini bentuk penyesalannya yang telah mengusir putri satu-satunya dikeluarga kita." terang Mama hilda.


dibawah Kartu keluarga itu Dania melihat kertas yang dilipat menjadi dua.


Meski sesenggukan Dania tetap meraih kertas itu.


perlahan dan perlahan Dania membuka kertas itu. Tulisan tangan sang papa Nampak terlihat disana.


Dania anakku


Mungkin saat kau membaca surat ini papa sudah tenang disisi Tuhan, papa terlalu egois hingga digelapkan oleh amarah sesaat yang begitu menyakitimu, mungkin maaf papa juga sulit kau terima, Dengan beban berat yang kau pikul seorang diri, papa malah tidak merangkulmu. papa benar-benar menyesal anakku..papa hanya ingin mengatakan jauh dilubuk hati papa, papa sangat menyayangimu, papa sangat memikirkanmu, papa begitu merindukanmu, keegoisan yang membunuh diri papa sendiri nak, papa mengutuk diri sendiri yang dengan sadar menudingmu untuk pergi. bencilah papa nak, Bencilah papamu yang tidak ada disaat kau terpuruk.'


Tangis Dania runtuh seketika, Ia menangis dalam dekapan sang mama dengan tersedu dan terisak.


Mama Hilda mengusap punggung Dania perlahan memberi ketenangan pada putrinya.


.


.


.