Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Cuti 2 bulan



Bab 200


.


.


.


Dania melongo dan sungguh tak percaya saat D menjelaskan semuanya. Dari mulai pertemuan hingga akhirnya keduanya saling mencintai dan memutuskan menikah.


Dan jangan lupakan Willy. Willy pun tak kalah terkejut mendengarnya. Sekalinya kenal wanita, D tidak pernah main-main, dan langsung untuk serius.


"D..Aku benar-benar tidak percaya semua ini.."Ucap Dania Saat D mengakhiri ceritanya.


"Itu sebabnya saya kemari. Saya benar-benar tidak tau harus bagaimana. Saya sudah tidak punya keluarga. Keluarga saya hanya anda tuan. Jadi saya benar-benar berharap Anda bersedia menemani saya."Ucap D lagi.


"Jika memang itu sudah menjadi keputusanmu, aku pasti akan menemanimu."Ucap Tio dalam mode Serius.


"Iya.. Aku juga akan turut andil, Aku masih tidak percaya hubungan singkat kalian langsung kejenjang serius."Tambah Dania.


"Bahkan saya juga tidak menyangka Nona."balas D.


"Jadi kapan kalian akan menikah ?? Supaya aku bisa menyiapkan semuanya."tanya Tio.


"Tuan tidak perlu repot,karna kami berniat menikah secara sederhana saja. Akhir minggu ini saya akan menikahi Celine."Tutur D.


"What ??!!!" Tio begitu terkejut. Dania bahkan membulatkan matanya. Jangan lupakan Willy yang tengah memangku Davi disana, ia juga begitu terkejut dengan keputusan mendadak sang kakak.


"Kau gila atau bagaimana ??! ini sudah hari kamis. Berarti tinggal 3 hari lagi ?!!! Kau fikir menikah tidak banyak yang dipersiapkan ?!!" Tegur Tio dengan suara meninggi.


D menundukkan wajahnya.


"Hubby.. Jangan teriak-teriak..kau ini kenapa sih,"Dania mencoba menenangkan Tio.


"Aku hanya terkejut baby..Masa iya waktu 3 hari, minimal kan satu minggu."balas Tio.


"Tidak masalah, Kan sekarang ada WO, biarkan mereka yang menangani semuanya."timpal Dania.


"Huh.. Baiklah. terserah kau saja."akhirnya Tio mengalah.


Dari atas tangga Denis terpaku dengan Diam dan tak bersuara apapun. berita bahagia atau apa ini, ia seolah tak percaya. Celine mengenal anak buah Kakak iparnya ??


.


"Kalau begitu saya permisi tuan. Terima kasih atas waktunya."D berpamitan dengan sangat sopan.


"Iya."balas Tio dengan singkat.


"Iya Nona. Terima kasih."Balas D yang langsung hendak pergi.


"D, kau kuberi cuti sampai 2 bulan. Jangan melakukan apapun. Hentikan semua aktivitas barang. Kita libur selama 2 bulan."Ucap Tio yang turut berdiri.


Willy semakin terkejut, 2 bulan ??


D pun tak kalah terkejut."Tuan, 2 bulan itu lama sekali.."


"Bukannya seharusnya kau itu senang ?!! Namanya pengantin baru kan harus honeymoon juga !!" Omel Tio.


D menundukkan kepalanya, bahkan atasannya sudah memikirkan honeymoon yang malah belum terfikir oleh D sendiri.


"Hubby.. Kau baik sekali." Dania bergelayut manja dilengan Tio.


"Tentu saja baby..Aku ini sangat pengertian orangnya."Balas Tio dengan sombong.


"Terima kasih banyak tuan. Kalau begitu saya permisi."D segera melenggang keluar tanpa.kembali lagi.


"Ibu, Menikah itu seperti ayah dan Ibu dulu ya ??" tanya Davi dengan polos.


"Iya sayang.. Davi belum ngantuk ??" tanya Tio dengan lembut.


"sudah."Davi turun dari pangkuan Willy. "Ayo paman kita tidur.."Davi menarik lengan Willy.


"Baik tuan muda. Tuan, Nona saya permisi."Willy segera mengikuti Davi.


Dania menatap bahagia putranya yang telah dinyatakan sembuh dari sakitnya itu.


"Kenapa menatap Willy seperti itu ??" Tegur Tio seraya memeluk Dania dari belakang.


"Aku hanya kagum padamu.."balas Dania


"kalau kagum denganku kenapa yang ditatap Willy ??!" Tio tak terima.


Dania memutar tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Tio. "Bagaimana caramu membuat semua yang bekerja denganmu sesetia mereka ?? Bahkan sopan satun mereka begitu amat kental, Tidak ada penghianatan, dan tidak ada perlawanan apapun, setiap perkataanmu mereka patuhi meski yang kau katakan terkadang ada tidak benarnya."Tutur Dania seraya menatap lekat wajah suaminya.


Tio menerbitkan senyum tipisnya. "Karna kami berjuang bersama baby..Aku sebenarnya bukan atasan mereka. Tapi mereka sendiri yang menginginkanku sebagai atasan mereka. Apa yang ada dirumah markas, adalah milik kami semua. Tidak ada yang menguasai, tidak ada salah satupun yang berhak, dan itu sudah janji kami sebelum kelompok kami terbentuk."Terang Tio menjelaskan..


"Meski aku tidak tau kelompok apa yang kau maksud, tapi aku sangat bangga, suamiku ternyata sangat istimewa.."Dania memeluk Tio dengan erat. Tio pun menerima dengan bahagia pula.


.


.