Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kau melukai istriku lagi



bab 54


.


.


.


Dania buru-buru kembali keruangan rawat Riana, ia tidak bisa meninggalkan temannya yang sedang dalam keterpurukan.


Baru saja Dania membuka pintu, netranya sudah dikejutkan dengan yang terjadi. didalam ruangan Riana.


Nampak Riana dibekap dengan bantal oleh seorang pria berjubah lengkap dengan kacamata hitam dan Maskee hitam.


" Hey !!! kau siapa !!!?? lepaskan temanku !!!" Tegur Dania dengan emosinya. seraya berlari mendekat pada pria itu.


sontak pria itu menoleh kearah Dania. ia membulatkan matanya saat dari jarak dekat Dania langsung menghadiahi Pria itu dengan tendangan kuat hingga pria itu langsung mundur beberapa langkah.


daggg !!!


Dania segera membuang bantal diwajah Riana. terlihat jelas Riana kesulitan bernafas hingga lemas sekali.


" sialan kau brengsek !!!" umpat dania yang langsung menyerang pria itu.


dagg !!


dagg !!


buk !!


bukk !!


dagg !!!


Pria itu cukup kuwalahan melawan Dania yang tersulut amarah.


ia terus mencari celah untuk kabur, namun seakan tak memberinya ruang, Dania kembali menyerang pria itu.


Namun saat Dania lengah, pria itu menancapkan pulpen pisau pada lengan Dania.


jlebbb !!


" aakkkhh !!!" pekik Dania seraya memegangi lengannya.


Sadar ada kesempatan pria itu berlari kearah pintu untuk kabur. tapi sayang, baru tiba diambang pintu, Tio sudah menghadiahi Pria itu dengan tinjuan kuat.


" bukkk !!!"


pria itu seketika tersungkur dilantai.


Mata Tio memerah sebab ia datang dan melihat tepat disaat Dania tertusuk pisau berbentuk pulpen milik pria misterius itu.


Dania bisa melihat Tio yang mencegah pria itu kabur.


" kau mau lari kemana setelah melukai istriku !!!" suara Tio begitu menggelegar seiring dengan hantaman tendangan yang dilayangkan Tio pada pria itu.


daggg. !!!


kembali Pria itu tersungkur. tak berhenti sampai disitu, Tio langsung menarik tubuh pria itu dan memukulnya beberapa kali.


bukk !!


Saat Tio hendak melayangkan pukulan lagi, Pria itu dengan segera membuka kaca mata dan masker yang ia kenakan.


Sontak Tio terkejut dengan mata membulat.


" Tuan.. tolong hentikan ini saya !?!" pinta Widi yang wajahnya sudah dipenuhi lebam serta darah mulai keluar dari hidung dan sudut bibirnya.


" kau !!!!" Bukannya mereda, Emosi Tio malah semakin bertambah. apa lagi saat teringat widi menusuk lengan Dania.


bukk !!


bukk!!!


bukk !!


" Pria brengsek !!! kau lagi, !!! matamu buta atau bagaimana ??!!! Kau melukai istriku lagi sialan !!!" Teriak Tio yang seperti kesetanan.ia tak berhenti memukul wajah Widi, hingga Widi sudah tak punya tenaga apapun dan tersungkur dilantai hampir kehilangan kesadaran.


Dania menekan luka dilengannya. rasanya sakit luar biasa, "aakkhh !!" pekik Dania.


" Tuan.. Dania.." Panggil Riana yang masih nampak Lemas.


Tio menatap Dania dan langsung berlari mendekati Dania.


" Sayang..kita..kita..obati ya..tahan sayang.." ucap Tio penuh kawatir.


" dokter !! dokter !!!" teriak Tio.


Anak buah Tio yang baru datang langsung menyeret Widi. sementara Tio segera menggendong Dania agar segera mendapat perawatan.


Perawat yang bisa melihat luka dilengan Dania segera memberi arahan pada Tio agar segera membawa Dania masuk keruang perawatan.


" Silahkan tunggu diluar Tuan. kami akan menangani nona." ucap perawat.


" Diam saja dan segera tangani istriku !!!" bentak Tio nampak.tak sabar


" iya tuan. akan kami tangani, tapi tolong tuan tunggu diluar." timpal perawat itu


" memangnya kenapa sih kalau aku disini !!!? aku memastikan keamanan istriku !!" kembali Tio berkata cukup keras lagi.


" Tio..sudahlah, kau keluar dulu. aku tidak apa-apa..aasstt.." Dania mencoba membujuk Tio meski dengan mendesis karna perih bercampur rasa sakit dilengannya.


dokter juga nampak masuk kedalam. meski terlihat tidak rela, Akhirnya Tio keluar saat tatapan Dania meminta dirinya menunggu diluar.


" awas saja jika sampai terjadi sesuatu dengan istriku !!" ucap Tio sebelum keluar pada dokter yang ada dihadapannya.


" kami akan segera menanganinya tuan. silahkan keluar sebentar." Dokter itu kembali mempersilahkan Tio untuk keluar.


Tio membuang nafas dengak kasar lalu kemudian keluar dari ruangan itu.


.


.


.