
bab 113
.
.
.
Seharian dihabiskan Tio dan Dania bermain bersama Davi. hari itu juga kebetulan adalah hari libur untuk Tio.
Halaman Taman belakang Rumah menjadi tempat bermain keluarga kecil yang bahagia itu.
Tio mengajari Davi bermain bola disana. Sementara Dania duduk direrumputan beralaskan kain melihat dua pria belahan jiwanya tengah bermain dengan bahagia.
" Ayah.. aku bisa.." girang Davi saat berhasil menendang bola.
" Anak Ayah hebat" Puji Tio sembari memegangi bola.
" Sekarang Davi tangkap ya ??" Tambah Tio yang menendang bola dengan perlahan.
Davi menggangguk dengan semangat. ia pun bersiap menerima bola.
dapat !!!
" Yeee !!!! Bisa Ayah !!!" davi girang lagi
" Tentu saja bisa.. ayo bermain sesungguhnya.." balas Tio yang mengajak Davi main lempar bola lagi.
" Davi sayang.. minum dulu !!" Panggil Dania. sadar jika sejak tadi sang putra belum minum.
Davi menoleh kearah sang Ibu.
" ayah.. ayo minum dulu.." ajak Davi.
" Baiklah boy.." Tio pun menghentikan aksinya dan segera bergandeng tangan dengan Davi mendekati Dania.
Dania yang memang sudah menyiapkan minuman untuk putra dan suaminya segera menyodorkan masing-masing minuman kepada dua jagoannya.
" Pelan-pelan Davi.." pesan Dania saat davi minum dengan terburu-buru.
" Haus.." balas Davi saat mengatur nafas dan kembali meneguk minuman hingga tandas.
Dania hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sementara Tio hanya merespon dengan tawa kecil saat melihat peluh berkucuran diwajah Putranya.
" Ayah.. ayo main lagi.." Ajak Davi penuh semangat.
" Kenapa ?? Om dokter bilang davi sudah sembuh kok.." protes Davi.
"Davi sayang sembuh masih dalam proses, belum sempurna. kan masih kemo terus.." Tambah dania.
Davi terlihat murung seketika. "Apa Davi memang tidak bisa sembuh dan normal seperti teman-teman ??" Tanya Davi seraya menatap kedua orangtuanya.
"sakitnya Davi apa sih ?? kok susah sembuhnya ??" Tambah Davi lagi.
Dania terhenyuh dengan pertanyaan sang putra. berbeda dengan Tio yang langsung cekat membalas dengan senyum lebarnya dan mengangkat tubuh Davi agar duduk dipangkuannya.
" dengarkan ayah. Davi bukan tidak bisa sembuh, Tapi masih dalam proses penyembuhan, jadi Davi mau bersabar kan ?? Pengobatan itu selalu dilakukan bertahap, Agar hasilnya maksimal. Siapa bilang Davi tidak bisa seperti teman-teman, buktinya tadi bisa main bola dengan Ayah, Setiap waktu kita juga jalan-jalan dimall untuk bermain, hanya saja Davi belum boleh terlalu lelah." Tutur Tio penuh kesabaran dan kelembutan. bahkan tangan Tio terus mengusap pucuk kepala Davi yang bersandar didadanya.
" Kalau lelah Davi kenapa Ayah ??" Tanya Davi yang memang tidak pernah ingat semasa dia sering mengamuk dulu.
" Iya harus banyak minum obat lagi. Memang Davi tidak bosan minum obat terus ??" Balas Tio dengan cepat.
Davi pun segera menggeleng.
" Nah.. kalau tidak mau, Davi harus menurut. Tetap boleh bermain, apapun dan dengan siapapun bahkan dimanapun,tapi Davi harus ingat, Davi tidak boleh terlalu lelah, Harus istirahat dulu sebentar nanti boleh main lagi deh !!" Terang Tio tak lupa ia imbangi dengan candaan menggelitik pinggang Davi.
" aahhh.. Ayah.. geli.." ronta Davi sembari tertawa.
" Benarkah ?? Coba lagi.." Tio mengulang aksinya.
dan Davi pun dapat tertawa lebar akiibat rasa geli yang diciptakan oleh sang Ayah.
Dania begitu bersyukur bisa menjadi istri seorang Tio yang memiliki kesabaran serta kebaikan berjuta dalam dirinya. tak lepas Dania menatap Tio, mengganggumi suami yang amat begitu ia cintai.
.
.
.
Ngerumpi yuk..
Cerita masih mau lanjut apa ditamatin aja 😁😁
ramaikan ya, suara terbanyak aku turuti deh 👍😊 otor kan orangnya baik😁😁
.
.
.