
Bab 196
.
.
.
Mobil D berhenti tepat didepan sebuah gedung terbengkalai.
"Kau yakin akan tetap ikut ??" tanya D seraya membuka seftbellnya.
"tentu saja. Aku mau Lihat pekerjaan kekasih baruku."Balas Celine dengan sungguh-sungguh seraya mengedipkan salah satu matanya.
D tersenyum tipis, seraya terus menatap wajah Celine. Ada rasa kawatir yang begitu dirasakan D saat ini.
"Kau pasti kawatir kan ?? Tenang saja. Aku akan hubungi Mamaku jika aku tidak pulang lagi."Ucap Celine seraya mengetik sesuatu diponselnya.
"Bagaimana aku punya kekasih dalam waktu singkat."Batin D.
"Beres. Ayo.. Kita akan kemana sekarang ??" Celine meletakkan ponselnya. Lalu dengan membuka seftybellnya.
"Ingat satu hal. Jangan pernah jauh dariku ya ??" pesan D seraya turun diikuti Celine.
Anggota D mendekati D saat melihat D turun. Mereka begitu terkejut saat melihat wanita yang ikut Bos mereka. Namun tak ada yang berani menegur.
"Bagaimana ??" tanya D.
"Masih didalam tuan."Jawab mereka.
"Kita kepung dari segala arah. Untuk pasukan tetap pada tempatnya. Kita jangan sampai terkecoh dengan taktik mereka."D mengatur rencana.
Semua langsung menyebar, Beberapa masuk melalui pintu masuk.
Suara tembakan langsung terdengar. Celine menarik salah satu pistol di saku blazer D saat D sibuk memasang beberapa peluru.
"Aku pinjam satu."Ucap Celine.
"Apa kau bisa ??" Tanya D
"Belajar."Celine melangkah langsung lebih dulu.
"Sayang.."Panggil D yang kalut saat Celine malah nampak senang melenggang terlebih dulu.
"Kau memanggilku apa ??!!" Celine membalikkan tubuhnya.
Senyum D luntur seketika dan dengan gerak cepat ia mengarahkan pistol kearah Celine.
Dorrr !!!
Celine mematung dengan degupjantung yang tak karuan. Apa tadi sebuah peluru melintasi dirinya ??
D berlari mendekati Celine "Kau tidak apa-apa ??"
Celine terlihat menggeleng pelan.
"Lihatlah.."D memutar tubuh Celine. Mata Celine langsung disuguhkan pria yang teegeletak tak bernyawa bersimbah darah.
"Kau tidak apa-apa ??" D menggenggam jemari Celine.
D menggenggam jemari Celine lalu membawa wanita itu masuk kedalam.
.
.
"apa ??!!" Tio terperajak dan bangun dari tidurnya. Tubuhnya yang polos bisa terlihat, ia yang sadar jika Dania kelelahan dan terlelap disisinya segera menurunkan suaranya.
"Kemana D ??" tanya Tio lirih
"Baiklah. Aku akan kesana."Ucap Tio yang langsung mengakhiri panggilannya dan perlahan turun dari ranjang, mengambil semua pakaian dan keluar dari kamar tidur, tak lupa kecupan kasih sayang disematkan Tio dikening Istri tercintanya.
Dibawah, Tio tak sengaja bertemu denis yang baru bangun menyapanya.
"Kak.. Malam begini mau kemana ??" tanya Denis.
"Ada hal penting dalam bisnisku. Jika kakakmu bangun beritau dia aku keluar sebentar ya ??" jawab Tio seraya melenggang pergi tanpa melihat Denis.
Denis hanya menatap kepergian sang kakak yang terlihat buru-buru
.
Tio tiba didepan gedung yang dimaksud anak buahnya. Namun saat dia tiba disana ia sudah dikejutkan dengan Gedung yang meledak dengan kobaran api didalamnya.
Dommm !!!
Semua tubuh berlumur darah tergeletak disekitar sana.
Yakin bukan anggotanya, Tio terus mendekatkan mobil mencari keberadaan D yang kata Anggotanya sedang mengejar otak pencurian barang mereka.
"kenapa kalian malah diam disini ??!!! D tidak dicari !!" sentak Tio seraya turun dari mobil.
"Gedung meledak tuan. Dan kami tidak mungkin masuk kedalam. Tuan D masih didalam tadi"Balas salah satu anggota.
"Dasar bodoh !!!" Tio hendak melangkah masuk.
"Tuan jangan masuk !! Didalam masih banyak sekali api !?!" cegah mereka.
"Lalu D bagaimana ??!!" bentak Tio berapi-api.
Baru saja mereka akan bicara sebuah mobil keluar dari kobaran api itu. Semua mata bisa melihatnya.
" Itu tuan D !!" Ucap mereka.
Criitt !!
tepat disisi Tio mobil D berhenti.
Namun yang membuat Tio terperangah adalah wanita yang ada dibangku penumpang disisi D. Hingga membuat Tio diam tak berkata apapun.
.
.
.
.