Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
benarkah



bab 83


.


.


.


Sementara Davi terus bersama Denis. meski baru bertemu namun karna keramahaan Denis dan candaan Denis, Davi jadi mau bersama pamannya itu.


Denis juga dengan telaten menanggapi setiap pertanyaan Davi yang sekarang begitu ingin tau.


Denis juga sudah tau kondisi Davi.


" Paman. Ayo kekamar Ayah.." ajak Davi saat teringat sang Ayah .


"kenapa kekamar ayah ?? bukan kekamar Ibu ??" Balas Denis.


" mau sama Ayah aja."ucap Davi.


" Baiklah. ayo paman antar." Denis segera menggandeng tangan Davi.


tak sengaja Attalah juga hendak kekamar Tio bertemu dengan Denis dan juga Davi


" eh.. tuan Atta, mau kemana. ??" sapa Denis.


" Oh.. kau Denis. aku mencari Tio. dia dimana ya ??" tanya Attalah.


" Mungkin masih dikamar tuan. kami juga akan kesana." balas Denis.


" baiklah..beritau dia agar segera keluar. kolega bisnisnya datang."pinta Attalah .


" Iya tuan. akan saya beritau." balas Denis lagi.


" Biasa saja. kita sedang tidak bertemu karna kerjaan. panggil kakak saja." ucap Attalah seraya menepuk pundak Denis.


Denis pun membalas dengan senyumannya saja.8


.


.


.


Riana sudah tiba didepan kamar yang ia yakini adalah milik Tio. Segera pula Riana hendak mengentuk pintu itu. namun saat namanya dipanggil Riana segera mengurungkan niatnya.


" Bibi riana !!" panggil Davi.


" hay sayang.. kau sedang apa disini ??" Tanya Riana saat melihat Davi menuju kamar itu juga bersama Denis.


" Kakak sedang apa disini ??" tanya Denis.


" Tapi kak dania mana mungkin kekamar kak Tio. jaraknya cukup jauh." Balas Denis.


" Ya kitakan tidak tau. sudahlah terlalu lama jika terus bicara denganmu.." Riana nampak kesal dan langsung membhuka pintu kamar Tio.


Sontak baik Riana, maupun Denis mwmbulatkan mata saat melihat dua anak manusia tengah berciuman dengan mesranya.


Buru-buru Denis menutup mata Davi agar tidak melihat.


" Astaga !! dania !! tuan !!! kalian ya,!!" Tegur Riana hingga membuat dania dan Tio terperajak dan menyudahi ciuman mereka.


baik Dania maupun Tio hanya tersenyum dengan merasa tidak enak. mereka kompak mengusap tengkuk leher masing-masing guna menggurangi rasa tak nyaman apalagi Ada davi juga disana.


" Kalian ini apa tidak sabar sih menunggu malam ??!! sebentar lagi acara pesta !!" Omel Riana.


" Maaf.." balas Dania yang tidak enak.


" Kak Tio. kolega kerjamu datang. kak Attalah tadi mencarimu." tambah Denis.


" benarkah ?? baiklah. aku keluar dulu.." Tio mencari aman dan segera meraih jas putih yang tadi sempat ia kenakan lalu buru-buru keluar.


Tak lupa Tio mengusak kepala Davi pelan dengan senyum yang diterbitkan Tio.


" Ayah.. Davi ikut.." Pinta Davi.


" Baiklah. ayo.." Tio meraih jemari Davi dan membawa putranya turun menemui rekan kerjanya.


" em.. aku juga turun dulu." pamit Denis.


Dania menatap Riana yang melipat kedua tangan dengan melihatnya serius.


" Ri..aku tadi tidak sengaja." dania mencoba memberi penjelasan.


" Cih..dasar katakan saja kalian mau pamer !!" gerutu Riana.


Dania mengalungkan tangan dilengan Riana seraya tersenyum. "sudah ya, jangan marah. ayo.. aku siap ganti baju."


" siap tidak siap kau harus ganti !! kau tidak tau sejak tadi wanda terus memarahiku karna tidak menjagamu !!" omel Riana lagi.


" iya..iya.. urusan wanda aku yang akan bicara." Balas Dania


Riana seketika menerbitkan senyum saat melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Temannya itu.


" dasar..pengantin baru.." gumam Riana yang langsung menarik Dania agar ikut keluar bersamanya.


.


.


.