Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Kelicikan



bab 70


.


.


.


" Wah.. Dania..kau sekarang menjadi nyonya ya.." Puji Wanda.


" kau terlalu berlebihan. aku hanya numpang disini. aku dan Tio tidak ada ikatan seperti itu."tutur Dania.


" Kau ini bagaimana, tinggal bersama tapi tak ada ikatan yang jelas. apa nanti kata orang ??!!!" protes Riana.


" Iya Dan. tuan Tio bilang dia akan segera menikahimu, tapi kenapa sampai sekarang belum juga menikah ??!!" tambah Wanda.


Dania hanya tersenyum membalasnya. "mungkin dia masih butuh waktu."


" apa kurang lama kalian berpisah ?? seharusnya dia tidak menyianyiakan kesempatan emas seperti ini !!? kau jangan mau jika hanya ketidakpastian yang kau dapatkan disini.." Tutur Wanda lagi.


" Aku hanya memikirkan kesembuhan Davi Wan, Semenjak bersama Tio, Davi banyak sekali perubahannya.apa lagi setelah menjalani terapy. Davi semakin dan semakin bertambah dalam perkembangannya. hanya itu diotakku, aku tidak memikirkan apapun lagi." terang Dania.


" Tapi bagaimana dengan tuan Tio Dan ?? Apa dihatimu tidak ada rasa suka lagi padanya setelah kalian tinggal bersama ??" Tanya Riana.


" Aku tidak tau." balas Dania dengan singkat. jujur dihati Dania ingin sekali percaya pada Tio bahkan Dania pun mulai membuka hati kembali, namun terkadang rasa ragu, takut dan kecewa yang sudah lama terpatri dihati Dania, cukup membuat hati Dania ragu dengan ucapan Tio. apalagi hingga kini Tio belum membahas pernikahan jika bersama Dania.


.


.


.


Setelah berbicang sebentar dengan Attalah, Tio diharuskan kembali kekantor. Ia juga teringat jika makan siang, Dania dan Davi akan kekantoe guna mengantarkan makan siangnya.


Hany yang duduk dibangku depan sesekali melirik Tio yang terus memijit pelipisnya.


" Tuan...apa mau saya belikan obat ?? Sepertinya tuan memang sakit." tawar Hany


" Kau hebat sekali bisa tau ya ??!! tapi sayangnya kau memang sok tau !!!" tegur Tio dengan suara tegas.


Hany hanya bisa mendegus kesal. Dalam kondisi seperti itu bahkan Bos besarnya sulit sekali didekati.


" aku hanya lapar Hany.. hentikan ocehanmu itu !!" timpal Tio.


" Kalau begitu kita makan saja tuan. Sepertinya didaerah sini ada restoran jepang yang menunya sangat enak." ajak Hany lagi.


" Hany. jika kau berkata lagi aku akan menyumpal mulutmu." ancam Tio.


sontak Hany langsung terdiam bahkan ia nyaris mendegus kesal karna semua tawarannya ditolak oleh Tio.


Beberapa detik Hany melirik lagi, terlihat Tio memejamkan mata seraya melipat kedua tangan dengan sangat tenang.


Melihat hal itu muncul ide jahil Hany. " semoga wanita itu sudah dikantor. aku akan membuat dia tidak betah dengan Tuan Tio." gumam Hany dalam hati.


Mobil Tio berhenti didepan kantor. Seakan sudah tau, Tio pun segera turun tanpa peduli pada Hany.


Hany yang melihat Tio berjalan lebih dulu buru-buru mengikuti langkah bosnya.


" em.. Tuan untuk tamu nanti siang apa kita akan menyiapkan jamuan ??" tanya Hany basa basi.


" Kau lupa atau bagaimana Hany !! kita tidak pernah seperti itu dengan klien manapun. mereka mau bergabung silahkan, Tidak ya silahkan !!" Balas Tio dengan tegas.


" Maaf tuan. saya hanya menyarankan." ucap Hany seraya tertunduk.


Tio hanya mendegus kesal. sejak dari luar ia tidak melihat kehadiran Dania dan putranya. ingin menelfon namun malas sekali rasanya.


Tio menuju ruangannya setelah lift terbuka. bersamaan dengan Dania yang keluar dari Ruangannya juga.


Hany menyunggingkan senyum liciknya dan segera mempercepat langkah kemudian berpura-pura jatuh dihadapan Tio.


" aahhh !!"


Tio yang reflek pun segera membantu Hany.


Dania yang bisa mendengar Suara Frontal Hany menoleh kearah dimana Tio nampak merengkuh tubuh Hany.


"kena kau !!" batin Hany dengan liciknya


.


.