Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
apa aku pantas



bab 56


.


.


.


Melihat Dania yang nampak gusar wanda menepuk pundak Dania pelan.


" pulanglah. minta maaf pada tuan Tio. belajarlah menghilangkan ego mu yang setinggi langit itu. Rumah sakit sudah aman. aku bisa pastikan" saran Wanda.


Dania menatap wanda dengan menggigit bibir bawahnya.


" Iya Dan. tuan Tio sangat terlihat mencintaimu. kami tau kau begitu marah karna kesalahannya dimasa lalu. tapi untuk saat ini, Biarkan dia menebus apa yang tidak ia lakukan dulu." tambah Riana.


Dania langsung beranjak dari duduknya. " berapa lama aku disinin??" tanya Dania.


Wanda dan Riana saling tatap seolah tak mengerti.


" ah.. sudahlah. aku pergi dulu !!" Dania yang tidak sabar langsung berlari keluar dan mencari pintu keluar


" Apa dia sudah pulang ??" gumam Dania dengan terus mengedarkan mata mencari keberadaan Tio.


Nafas Dania memburu saat lelah terasa, diluar pelataran rumah sakit ia terus mencari dan tepat disebuah mobil yang pintunya sedikit terbuka terlihat Tio duduk bersandar seraya memejamkan mata.


Kelegaan dirasakan Dania saat benar yang ia lihat adalah Tio. senyum tipis terbit dari bibir Dania, sebab Meski marah Tio tak langsung meninggalkan dia.


Dania bisa melihat Tio yang tidur dengan tenang saat sudah dekat, meski hanya duduk bersandar dikursi kemudi dengan kedua tangan terlipat didada.


Tubuh Dania serasa meremang saat tangannya berhasil memegang pipi Tio. entah mengapa seketika tubuh dania bergetar kala kulit tangannya bersentuhan dengan pipi Tio.


" Kenapa kau tidak bosan mengejarku yang keras kepala ini ?? kenapa kau begitu ingin membuktikan kepadaku keseriusanmu ?? apa aku pantas untukmu ??" gumam Dania tanpa sadar. bahkan air matanya mengalir tanpa permisi dikedua pipinya.


" kau tau, aku begitu kalah dengan rasa amarah saat melihatmu, tapi saat memakimu hatiku pun merasakan sakit yang luar biasa.."tambah Dania lagi.


Dania tertunduk saat sadar air mata sudah terjatuh. Tangannya hendak turun dari pipi Tio namun dengan cepat Tio mencegahnya. sontak Dania terkejut dan menatap Tio yang entah sejak kapan sudah membuka matanya.


" Kau !!" Dania berhenti kerkata saat Tio langsung mengecup bibirnya dengan penuh kelembutan.


Dania yang terkejut tidak seperti biasa terus berontak, malam itu ia diam dan menikmati ciuman dari Tio.


Tio menghentikan ciuamnnya dan menatap lekat Dania. kedua mata mereka saling beradu satu sama lain.


" Maafkan aku yang membuatmu harus berkelahi dengan dirimu sendiri..kau adalah hidupku Dania..bagiku hanya kau yang pantas untukku, bertahun-tahun aku meratapi kesalahanku dan berharap bisa menembus semua dengan membahagiakanmu dan menjagamu , ini semua adalah impian dari perjuanganku selama ini..aku mohon maafkan aku Dania..beri aku kesempatan untuk menebus semuanya.." Tutur Tio dengan sangat serius. bahkan ia tak melepas tatapannya sedetikpun.


Dada Dania bergemuruh saat mendengar ucapan Tio. sulit sekali mulutnya berbicara hingga Dania memilih berhambur memeluk Tio. itu sesuatu yang begitu mengejutkan untuk Tio. tanpa diminta dan tanpa perdebatan Dania memeluknya begitu erat dengan deraian air mata dan diiringi isak tangis yang memilukan.


Senyum haru juga terlihat pada Tio. Tio pun langsung mendekap Dania dengan erat. menghujani pucuk kepala Dania dengan ciuman penuh cinta. Meski Dania tak mengatakan apapun, namun dari perbuatannya Tio sangat yakin Dania telah membuka pintu maaf untuk dirinya.


.


.


.


.