Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
kerumah kita



bab 38


.


.


.


Dan benar saja, Sisa makanan dibungkus oleh Tio, sengaja ia hendka berikan kepada pelayan dirumahnya


Kini mereka bertiga sudah didalam mobil lagi Guna menuju rumah Tio.


" Aku kembali kekontrakan saja setelah memastikan tempat tinggal untuk Davi, Lagian pakaianku masih disana."Ucap Dania yang merasa tidak bisa jika harus tinggal serumah dengan Tio.


"Kau tidak kasihan pada anak kita ??!" Balas Tio.


" ada kau disana. kita atur waktu saja jika waktunya Davi terapy."timpal Dania.


" Tapi dia pasti akan senang jika kita tinggal bersama."Kekeh Tio.


" Lalu apa kata orang-orang nanti ??!! kita tidak memiliki ikatan apapun, bagaimana bisa kita tinggal serumah.!!" Terang Dania dengan penuh frustasi.


" apa salahnya. kita buat ikatan itu. bagaimana ???" balas Tio dengan mudah.


bukk !!!


" aww !! Dania !! kau selalu kasar !!!" protes Tio saat Dania memukul lengannya.


" makanya jaga bicaramu !!!" Balas Dania dengan kesal seraya membuang tatapannya kearah lain. Bukannya marah, Tio malah berseringai, Sangat menyenangkan menggoda Dania.


muncullah ide jahil lagi diotak kotor Tio.


" Eh..Davi sayang.. Ibu tidak mau tinggal sama kita nih. bagaimana ??" Tio mengajak bicara Davi yang duduk dibangku belakang


" Davi sedih kalau ibu tidak mau. Davi mau kayak Fania, tinggal sama Ayah dan Ibunya. setiap hari dicium Ibu sama Ayahnya sama-sama." Davi nampak murung dan menundukkan wajahnya.


Melihat itu Dania segera menghibur putranya. " sayang.. jangan langsung


sedih dong.. memangnya Davi ingin sekali ya tinggal sama ayah..??" dania mencoba bicara pada Davi. ia tak sadar menyebut Tio dengan sebutana Ayah. hanya mendengar Dania bisa menyebut dirinya Ayah saja hati Tio sudah sumringah tak karuan.


Davi mengangguk dengan masih menunduk.


Dania membuang nafasnya perlahan. ini pilihan yang amat sulit baginya. "baiklah. kita tinggal bersama."ucap dania.


Davi seketika mengangkat wajahnya dan tersenyum. senyum dari Davilah penyemangat Dania untuk bisa melakukan sesuatu yang tak terfikirkan oleh dirinya sebelumnya.


Tio tersenyum penuh kepuasan. triknya berhasil membuat Dania tak menolak lagi. Kejahilan Tio tak berhenti disitu. ia kembali ber ulah lagi.


" awww !!! tanganku kram Dan !! aww !!" Rintih Tio tiba-tiba.


Wajah Dania panik seketika."apa ?? yang mana ??"


" ini..ini.."tio mencondongkan pipi sebelah dimana Dania berada.


Dengan kesal Dania memukul pipi Tio.


" Aww !!! kenapa malah dipukul !!? apa kau mau menjadi tukang pukul ??!?" protes Tio.


" Jika kau masih bermain-main lagi, aku bisa membuat lukisan diwajahmu itu !! kau tau !!" Balas Dania dengan kesal.


Tio tertawa lepas seketika. Tak lama Davi ikut tertawa juga. hal itu cukup membuat Dania keheranan. jarang sekali Davi bisa cepat merespon tawa seseorang.


"Davi.. kenapa tertawa nak ??" tanya Dania mencoba menanggapi.


"Ayah dan Ibu lucu. ternyata benar kata Fania. bersama dua-duanya akan seru."Jawab Davi apa adanya.


" tentu sayang..Kita akan seperti ini setiap harinya nanti.." Balas Tio.


" iya Yah.. Davi senang sekali.." Davi nampak bahagia sekali. Dania ikut bahagia melihat putranya yang sudah mulai ada perkembangan.


Dania meneliti jalanan yang cukup asing sekali. bahkan mereka sudah memasuki gang perumahan elit.alis Dania bertaut menjadi satu,


" Tio. kau mau membawa kita kemana ??" tanya Dania.


" tentu saja kerumah kita." jawab Tio singkat.


" bukannya kau tinggal diApartemen ??" Tanya Dania lagi.


" Iya sebelum aku menemukan kalian. sekarang sudah seharusnya kita kembali kerumah kita."tutur Tio.


"Jadi kau gunakan Apartemenmu untuk bertemu wanita-wanita malam ??" tuduh dania.


" kenapa kau bicara begitu ??!!" tanya Tio keheranan.


" bukannya malam itu kau memboking temanku ??!!" seakan tersulut emosi Dania cukup tegas berkata.


sudut bibir Tio terangkat. fiks, dugaannya tidak meleset, Dania masih menyimpan rasa untuknya.


" Aku bukan pria seperti itu !!"


" cih !! mengelak !! bahkan aku melihat dengan mata kepalaku !!" Gerutu dania.


" kau cemburu ya ??!!" terka Tio dengan godaannya


" siapa ??!! kau terlalu percaya diri !!!" timpal Dania tak terima. namun ia tak mau menatap Tio, Dania memilih menatap keluar jendela saja.


"bodohnya kau mulut !! untuk apa kau tanyakan hal seperti itu !! mulut sialan !!" umpat Dania dalam hati.


.


.


.


.