Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Baby



bab 107


.


.


.


Setelah mampir untuk makan direstorannya,Tio memilih membawa istri dan anaknya kembali kerumah. Hari juga sudah petang, Bahkan mentari sudah bersembunyi karna bulan hendak muncul kepermukaan.


Karna lelah, Davi pun sudah tertidur dalam dekapan Dania sepanjang perjalanan pulang.


Sesekali Tio mengusap kepala Davi seolah mengatakan betapa ia amat menyayangi putra pertamanya.


" Jangan diusap terus.. nanti dia terbangun !!" Protes Dania yang menepis tangan Tio pelan.


" Aku kan mengusap dengan pelan, dia tidak akan terbangun.." Balas Tio membela diri.


" iya..iya.. bahkan meski kau ciumipun putramu ini malah akan semakin Nyenyak tidurnya." Celetuk Dania.


Tio terkekeh jadinya mendengar ucapan frontal Dania.


" Mau bagaimana lagi, Davi memang putraku loh.. wajar dong dia sangat dekat denganku.."


Dania turut tersenyum sembari menatap Tio. " Kau tau.. kemarin waktu pertama Davi masuk sekolah, aku begitu was-was dia akan histeris karna memang murid yang seusia dengannya banyak. Tapi kekawatiranku benar-benar tak terjadi Tio..Davi bisa berinteraksi dengan orang asing secepat itu.


Aku bahagia sekali Tio.. Putra kita akan sembuh, putra kita kembali normal.." Terang Dania yang begitu bahagia, tak lupa ia memberikan kecupan hangat dikening Davi yang berada dalam dekapannya.


" Dia hanya butuh kita. Asal kita selalu bersama aku rasa Davi akan semakin baik dan baik." Balas Tio.


Dania menggangguk setuju.


" Oh ya, lalu bagaimana dengan Sekretarismu yang ganjen itu ??" tanya Dania.


" Ada yang mengurusnya. Kau kan melarangku main hakim sendiri, Jadi aku tidak mau melihat mereka bisa Emosi jika aku melihat wajah Munafik mereka semua." Tutur Tio.


" Huh..Dan kau pasti rugi banyak atas korupsi mereka ??" Terka Dania.


Tio menyunggingkan senyum seraya melirik Dania. "Kau tenang saja. aku tidak akan bangkrut hanya karna korupsi mereka. Yang mereka gelapkan uang kakakku, Bukan uangku."


" Maksudnya ??" Dania seolah tak faham maksud Suaminya.


" Fikirkan aku saja jangan memikirkan hal-hal seperti itu, biar aku saja yang memikirkannya. otakmu bisa meledak jika terus mencoba." Canda Tio.


" Cih..Menjijikkan.. kau sudah tua Tio !!" Umpat Dania.


" Lalu aku harus memanggilmu apa ??!! kita kan memang seumuran !!" protes Dania.


" Tentu saja panggilan sayang, Kita kan sudah menikah.."Balas Tio tak mau kalah.


" Kau malah membuatku pusing jika aku yang harus memikirkannya !!" Gerutu Dania.


" Apa kau tidak pernah menonton film romantis ?? disana kan banyak panggilan sayang.." Ucap Tio sekenanya.


" Aku tidak punya waktu melihat film membosankan seperti itu !!" Timpal.Dania.


Tio membuang nafasnya dengan kasar, " Susah jika memiliki istri yang bar-bar dan tidak peka sepertimu !!"


" Jadi kau menyesal menikah denganku ??!!" Tuduh Dania dengan mimik wajah kesalnya.


" iya menyesal." Balas Tio dengan cepat.


Sementara Dania langsung membuang tatapannya kearah lain.


" Menyesal kenapa tidak dari dulu saja." Goda Tio yang tanpa permisi mencium pipi Dania.


" Tio !!!" Protes Dania yang dibuat salah tingkah dengan kelakukan Suaminya.


Tawa Tio terdengar lepas memenuhi mobil, Hingga saat Davi mengeliat baru Tawa itu terhenti.


" Shuutt !! kau ini suka sekali tertawa begitu ?!" Omel Dania.


" Iya..iya.. sorry baby.." Goda Tio lagi.


" Tio.. jangan panggilan menjijikkan seperti itu !! aku geli mendengarnya !!" protes Dania lagi.


" Tapi sepertinya panggilan itu yang cocok untukmu baby.." Kembali Tio menggoda Dania.


"oh Astaga... aku rasa suamiku sedang kerasukan jin gila !!" Umpat Dania.


Tio terkekeh dengan umpatan istrinya. Sungguh membuatnya bahagia saat bisa bercanda dan menggoda Dania.


.


.


.