Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Hubby



bab 109


.


.


.


" Kita kan sudah makan ?? kau mau membuatku gendut ??" Tanya Dania kala melihat spagetti yang siap dihadapannya.


" Kau malah terlihat seksi jika gendut.." Balas Tio.


bibir Dania nampak mengerucut kala candaan Tio kembali terlontar.


Tio pun turut tersenyum saat melihat Betapa lucu wajah istrinya.


" Ayo coba lah.. ini pasta buatanku." Tio menyodorkan garpu yang sudah berisi Pasta buatannya.


" Ayo buka mulutmu " Pinta Tio


Patuh , dania membuka mulutnya dan menerima satu suapan dari Tio.


" Bagaimana ?? enak kan ??" Tanya Tio.


Dania mengunyah pasta yang sudah ada didalam mulutnya seraya menggangguk.


" Aku yakin bukan kau yang memasaknya.."Ucap Dania.


" sembarangan..tanyakan pada Bik Sumi jika kau tidak percaya."Balas Tio yang kembali menyodorkan garpu berisi palsta kearah Dania lagi.


" Gantian kau dong.." Dania merampas garpu ditangan Tio dan menyodorkan balik pada Tio.


Tio yang tak melunturkan senyumnya membuka mulut dengan senang hati dan menerima suapan dari istrinya. "Ternyata lebih enak jika disuapi istri tercinta."


" Jangan menggombal.." Timpal Dania.


Tio menatap Dania dengan lekat. "Aku sangat bahagia sekali memilikimu.."


Dania nampak malu, wajahnya nampak memerah karna perkataan Tio.


" Kenapa kau jadi kucing rumahan begitu ?? terasa aneh " canda Tio.


" Sembarangan.." balas Dania.


Keduanya menikmati makan malam romantis dengan suasana luar yang begitu menenangkan.


Sesekali mereka berdua saling lempar senyum saat pandangan mereka saling bertemu.


Setelah menyelesaikan Makanannya, tak lupa Dania meneguk jus yang sudah disiapkan Tio hingga tandas.


" Hanya makan pasta saja kau memintaku memakai gaun seperti ini" Ucap Dania.


Tio terkekeh kala mendengar ucapan Dania. "enak saja. siapa bilang hanya makan ??" Balas Tio seraya mengedipkan salah satu matanya.


Tak lama dua orang pria dengan biola ditangan mereka keluar entah dari mana dan sebuah musik Romatis khas dansa terdengar.


Biola pun mulai dimainkan.


dan Tio pun langsung berdiri dari duduknya, mengulurkan tangan kepada Dania.


Dania pun terus mengembangkan senyum dan dengan senang hati menerima uluran tangan Tio.


" Sejak kapan kau bisa dansa ??" Tanya Dania kala Tio sudah menempatkan kedua tangannya sebagai gerak awal Dansa mereka.


" aku hanya diberitau Atta. selebihnya kita coba bersama." Balas Tio.


Tawa Dania terdengar. "kau lucu sekali.. awas saja jika sampai gagal."


" Memang kau bisa ??" Tanya Tio pada Dania.


Dan tanpa Tio duga, Dania melayangkan senyum yang begitu manis lalu mengedipkan salah satu matanya bersamaan dengan kedua tangannya yang ia lingkarkan dileher Tio. Hingga Jarak mereka sangatlah dekat, bahkan deru nafas keduanya terasa satu sama lain.


" Kita coba yang paling romantis.." Bisik Dania yang mengecup pipi Tio.


Seakan mendapat jakpot, Tio pun langsung membalas ciuman Dania. namun tidak dipipi Dania, melainkan bibir Dania yang dipoles lipstik berwarna merah. Dengan penuh kelembutan Tio me lu mat bibir itu.


Dania pun menerima dengan bahagia. bahkan ia reflek memejamkan mata kala pa ngu tan mereka saling beradu.


Lantunan biola diiringi musik yang mendayu-dayu membuat naluri keduanya menyatu menjadi satu. hingga Mereka berdansa sembari memyatukan kedua bibir mereka.


Pa ngu tan terlepas saat keduanya hendak menghirup udara guna mendapatkan oksigen yang terkuras saat mereka bermain lidah.


Tak luntur sedikitpun senyum keduanya.


" Aku sangat mencintaimu.." Ucap Tio seraya menyatukan kening mereka.


" Aku juga sangat mencintaimu.. Hubby.." Balas Dania dengan suara pelan namun terdengar amat mengena dihati Tio.


" Kau sudah menemukan panggilan yang cocok ??" Tanya Tio setelah mengecup kening Dania.


" Ku rasa itu panggilan yang pas untuk suamiku ini.." balas Dania tanpa ragu. dan dengan beraninya Dania menyambar bibir Tio dan memperdalam ciumannya.


.


.


.


😍😍😍😍


ahhh.. so sweett 😊😊😊


mau dong dicium juga 😂😂😂


didam...


Cerita udah masuk akhir ya..


Buat yang setia dikaryaku ini terima kasih sekali.. otor nggak bisa bisa bayangin tanpa kalian gimana nasib karya remahanku ini 🙏🙏🙏


Stay dipart baper-baperan deh ama.otor ya 😁😁😁


.


.


.