Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
pengagum rahasia



bab 150


.


.


.


Setelah menidurkan putranya Wanda keluar dan hendak beristirahat. pekerjaannya kali ini benar-benar menguras otak kecil maupun besarnya.


"Wan.. mau jus ??" tawar Riana yang berada didapur tengah membuat jus sayuran.


" Untuk apa ?? aku sudah sehat." balas Wanda yang mengurungkan niatnya menuju kamar dan menghampiri teman satu rumahnya.


" Pantas tubuhmu seksi, kau rajin sekali membuat jus sehat seperti itu." tambah Wanda.


Riana terkekeh sembari menuang jus kesukaannya dalam dua gelas.


"kau tidak sadar, kau jauh lebih seksi Wan. makanya aku berusaha agar seseksi dirimu." Canda Riana seraya menyodorkan segelas jus buatnya pada Wanda. Dengan senang hati wanda menerima dan meneguk habis segelas penuh jus buah buatan Riana.


Riana yang melihat sedikit terkekeh karna wanda terlihat memaksa meminum jus itu.


" Sayang sekali poselku dikamar, jika disini aku akan memotret wajah lucumu." Ucap Riana.


" Astaga.. Tidak ada rasanya sama sekali..!!" Balas Wanda seraya mengusap bekas dibibirnya.


Riana cekikikan dibuatnya hingga beberapa saat.


" Menurutmu Dua klien tuan Tio itu meninggal karna real kecelakaan atau ada sebab lain ya ??" Tanya Wanda


" Entahlah, Kenapa ??" Tanya Riana balik.


" Aku takut gara-gara aku yang bertemu dengan mereka tadi."Ucap Wanda merasa bersalah.


" jangan berfikir yang seperti itu. bukannya Denis tadi sudah memberikan penjelasan padamu."Nasehat Riana.


Wanda hanya membuang nafasnya dengan kasar.


Sementara Riana yang merasa tertarik dengan Denis sedikit membicarakan pria muda tampan itu.


" Em.. Wan, menurutmu Denis itu pria seperti apa ??" tanya Riana penuh menuntut jawaban.


" Maksudnya ??" Wanda bertanya balik seolah tidak mengerti.


" Maksudku, dia tipe cowok seperti apa ya ?? Menurutmu ?? menurut tatapan dari sudut pandangmu."Riana memperjelas.


" Itukan dulu !! sewaktu aku dan Dania SMA. dia masih kecil.."Timpal Riana.


" Kau sudah tau dia masih kecil tapi bertanya tentangnya, bagaimana kau ini ??!! kau tertarik padanya ??!!? " cerocos Wanda seraya menerka.


Riana sampai gelagapan dibuatnya. hingga otaknya secepat mungkin membuat ide untuk mengalihkan pembicaraan.


"Jangan salah wan, Dari sudut pandangku, Kau juga tengah dikagumi oleh seorang pria rahasia loh.."


" Jangan mengalihkan pembicaraan. aku tau kau membual."Timpal Wanda.


" Wanda. aku serius !!??"balas Riana dengan sungguh-sungguh.


wanda terkekeh pelan. "sudahlah, aku mau istirahat. pekerjaan kita masih banyak besok." Wanda hendak berdiri. namun secepatnya Riana mencegah.


" tunggu dulu !!?? apa kau tidak penasaran dengan penganggum rahasia yang aku maksud ??!"


" Penasaran tentu. tapi untuk mencari tau sepertinya tidak. Banyak hal yang lebih penting dari hanya pria pecundang seperti itu." Ucap Wanda yang segera melenggang meninggalkan Riana yang terpaku dengan ucapan monohok dari temannya itu.


"Apa benar Wanda tidak akan jatuh cinta ?? Tapi willy terlihat menyukai wanda ??!! besok jika aku bertemu willy aku akan memastikannya, Setidaknya Temanku juga harus bahagia." gumam Riana yang memilih mengekor dibelakang Wanda guna menuju kamarnya.


Tiba dikamar dan sudah menempatkan tubuhnya diranjang, Wanda membenahi selimutnya dan menatap langit-langit kamarnya.


Ucapan Riana begitu terngiang ditelinga wanda. Namun saat ada sebuah rasa bahagia, Tiba-tiba sebuah kata 'pantas' terlintas dibenak seorang Wanda. menjadi mantan pekerja wanita malam, bukan suatu masa lalu yang bisa diterima oleh semua orang. mungkin hanya hujatan dan hinaan yang akan ia dapatkan.


Wanda memiringkan tubuhnya menatap putra kesayangannya yang kini sudah besar. kecupan lembut diberikan wanda pada Rizal, anak adopsi Wanda yang tidak diketahui oleh siapapun. Jikalau ada pria yang menyukai dan menerimanya, bisakah menerima Putranya yang tidak jelas orangtuanya ??


" Maafkan mami sayang.. kau pasti sangat berjuang menerima hujatan teman-temanmu dulu karna pekerjaan mami..Mami sangat menyayangimu, Kau semangat untuk Mami melanjutkan hidup, Sampai kapanpun kau anak mami, dan akan menjadi anak Mami.."Gumam Wanda yang tak sadar air matanya lancang meluncur deras dari kedua matanya.


.


.


.


mewek..mewek 😭😭😭


mohon maap ya ReaderkuπŸ™πŸ™ jarang up bukan karna nggak sayang kalian, tapi otor masih mager, alias capek, alias butuh asupan nutrisi dari πŸ€—πŸ€—πŸ€—


.


.


.