Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Davi kejang



bab 30


.


.


.


" bagaimana aku bisa memberikan maaf, dengan semua yang kau lakukan terhadapku ??!! kau meninggalkanku begitu saja tanpa berusaha mencariku, aku harus menanggung beban hidup seorang diri karna kebejatanmu !! kesakitan, berjuang antara hidup.dan mati melahirkan seorang diri, ditolak tinggal dimanapun karna status yang tidak jelas bahkan hamil tanpa suami !!! hingga hanya ditempat kotor itu aku bisa hidup tenang dan membesarkan anakku, bahkan dipandang hina, kotor, semuanya aku rasakan sendiri ?!!!! dan semua yang aku alami karna kau Tio !!!? karna kau !!!" Kembali Dania meluapkan semua sesak didalam hatinya. Hingga Tio yang tak.kuasa menahan diri, langsung terduduk dihadapan Dania seraya menunduk.


" aku tau aku bersalah disini Dania.. aku memang sangat bersalah.. tapi aku mohon maafkan aku..aku ingin menebus semua kesalahanku.. aku mohon.." Tio bersujud dengan menangis pilu juga.


para tamu restoran yang melihat pun turut terharu melihat perdebatan menyedihkan itu.


Attalah apalagi, ia mengusap ujung matanya agar tak mengeluarkan air mata.


Wanda yang baru tiba juga turut menangis, begitupun dengan Riana.


" apapun akan aku lakukan Dania, asal kau mau memaafkanku.. aku mohon Dania jangan biarkan aku dihantui rasa bersalah, Bahkan jika kau meminta nyawaku, aku akan memberikannya." ucap tio yang hendak meraih tangan dania.


Dania menepis tangan Tio seketika."bahkan nyawamu tidak akan bisa mengobati sakit yang ada dihatiku Tio !!" Dania memutar tubuhnya dan hendak pergi.


ponsel Riana berbunyi, buru-buru Riana mengangkatnya, nampak panggilan dari tetangga kontrakannya.


" halo buk sarah. ada apa ya ??" tanya Riana


" mbak Dania dimana ya . saya hubungi tidak diangkat.??" tanya ibu sarah dalam sambungan telfon..


" dia sedang sibuj buk. ada apa memangnya ?? apa Davi .-"


" iya Mbak Riana.. Davi kejang dan sekarang sudah saya bawa kerumah sakit." terang Ibu sarah


Riana mematung dengan laporan tetangganya.


wanda yang melihat temannya mematung begitu penasaran. "ada apa Ri ??"


" kak.. Davi kejang.." balas Riana.


" apa ??!!" Wanda begitu terkejut


seketika wanda berteriak memanggil Dania yang berjalan menjauh. "Dania !! Davi Kejang !!"


Langkah Dania terhenti, ia pun langsung menoleh pada kedua temannya. ia segera berlari mendekati dua teman wanitanya itu


Tio yang bisa mendengar teriakan wanda, ikut berdiri. karna terkejut dan kawatir.


" Davi.." gumam Tio.


" apa kau bilang ??" tanya Dania dengan serius.


" Davi kejang. ayo kita harus kerumah sakit. buk sarah sudah membawa Davi kerumah sakit." Tutur Wanda.


" anakku.. anakku..ayo.." Dania bersama kedua temannya berlari keluar dari restoran itu.


Tio pun tak kalah kalap. Putranya tengah dirumah sakit. ia pun ikut menyusul langkah Dania keluar dari reatoran miliknya.


" aku antar saja." tawar Tio pada Dania.


Wanda dan Riana saling tatap. Namun dania tak begitu mendengarkan ucapan Tio. ia segera mengenakan helm dan menaiki sepeda motornya.


" oh.. iya.. ayo Ri !!" Wanda berlari menuju Dania sementara Riana juga bersiap dengan sepeda motornya sendiri.


Tio tak gentar. ia pun ikut masuk kedalam mobil dan mengekor dibelakang Dania.


" aku tidak akan berhenti Dania..meski kau terus memaki dan membenciku, aku akan berjuang sampai ujung nafasku.." gumam Tio dengan sangat serius


.


.


.


Dania berlari menuju ruangan dimana putranya dirawat.


nampak.Ibu sarah setia menunggu disana, bersama Fania sang putri dan juga suaminya.


"ibu sarah.. mana anak saya ,??" tanya Dania penuh kawatir dan kesedihan.


" didalam.mbak Dania..kami tidak tau tadi tiba-tiba saat bermain dia langsung kejang.." terang ibu sarah


Dania memejamkan kedua matanya, ia memang tangguh, tapi akan rapuh seketika saat sang anak kambuh seperti ini.. hingga tak lama nampak dokter keluar dari memeriksa Davi.


" dokter..bagaimana keadaan.putra saya?"Dania langsung memberondong doktet dengan pertanyaan.


" untung saja langsung dibawa kesini. jika tidak mungkin akan terjadi pecah pembuluh darahnya. sepertinya putra anda tengah memikirkan sesuatu. sebab sindrom yang dialami putra anda akan kambuh jika merasa terancam, berfikir berlebihan,dan tertekan."terang sang dokter.


" tapi dia baik-baik saja kan dok ??" tanya Clarisa lagi.


"dia sudah baik..jika mau dijenguk silahkan. tapi.jangan banyak-banyak.ya yang masuk." pesan dokter.


" terima kasih dokter.." ucaP.Dania.


setelah kepergian dokter Dania langsung masuk tanpa berbicara lagi pada Ibu sarah .


setelah Dania masuk. Tio pun tiba didepan ruangan rawat putranya. ia melihat buk sarah dan suami serta Fanian.


" nyonya dan tuan kah yang menolong putra kami ??" tanya Tio.


ibu sarah dan suami saling tatap dan akhirnya mengangguk pelan.


" terima kasih sekali sudah menolong putra kami." ucap.Tio dengan sopan.


" tidak masalah tuan. kami juga menyayangi Davi.," balas ayahnya Fania.


" om ini siapanya Davi ??" tanya Fania yang penasaran.


" om ayahnya Davi nak." jawab Tio dengan jelas.


Baik buk sarah dan suami hanya saling tatap saja karna cukup terkejut dengan apa yang didengar. dan kemudian mereka segera berpamitan untuk pulang.


.


.


.