Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Anak kita



bab 58


.


.


.


Alis Tio bertaut saat nama anak buahnya menghubunginya.


" ada apa ??" Tanya Tio seraya menempelkan benda pipih canggihnya ditelinga.


" Tuan. Widi bunuh diri. dia menjatuhkan diri dari jendela kamar dan memilih.." Anak buah Tio tak melanjutkan kata-katanya.


Tio memejamkan matanya. bukan itu yang ia inginkan sebenarnya. ia hanya ingin menghukum Widi agar jera, namun entah mengapa meneger restorannya itu malah memilih jalan pintas seperti itu.


" Ya sudah. Urusan istri dan anaknya biar aku yang bicara. apa habis tak tersisa ??" tanya Tio yang sangat tau Widi menjatuhkan tubuhnya dimana.


" lenyap tuan." balas anak buah Tio lagi.


Tio membuang nafasnya dengan kasar. " ya sudah." Segera Tio mengakhiri panggilannya.


" Widi.. kau begitu ketakutan sampai memilih mengakhiri hidupmu. dasar pria brengsek, apa dia tidak memikirkan putrinya !!!" gumam Tio yang memilih menaiki anak tangga.


.


.


" Nona sudah pulang ??" tanya bik sumi saat Dania masuk kekamar Davi perlahan.


" sudah bik. maaf ya sudah merepotkan. bibi sampai tidak tidur begini." balas Dania.


" Nona bicara apa. tadi bibi juga tidur sebentar, barusan tuan kecil bangun dan mencari Tuan juga Nona," terang bik sumi.


" benarkah ?? tapi dia tidak histeriskan bik ?? dia tidak memukul bibi kan ??" tanya Dania penuh kawatir.


" Tidak nona. Tuan kecil cuma mengangguk mengerti saat bibi coba kasih tau kemana Ibu dan ayahnya." balas Bik Sumi.


Dania menghela nafasnya lega. Putranya benar-benar banyak sekali perubahaannya.


" Itu lengannya kenapa nona ?? kok diperban begitu ?? Nona terluka ??" tanya Bik sumi saat sadar lengan Dania terlilit perban.


" oh..ini hanya kecelakaan kecil bik. tidak apa-apa." balas Dania.


" Nona istirahat saja. biar bibi yang jaga tuan kecil." saran Bik sumi.


" Tapi bik.. bibi juga butuh istitahat." timpal Dania.


Dania mengangguk mengiyakan, Ia memang sedikit lelah dengan drama dari pagi hingga malam itu.


" Bibi tidur diatas dengan Davi saja. jangan dibawah ya, kalau davi bangun panggil saya saja."pesan Dania.


" iya nona. siap." balas Bik sumi.


Dania mencium pucuk kepala Davi sebelum keluar dari kamar putranya.


Dania berjalan menuju kamarnya bersamaan dengan Tio yang tiba dilantai atas.


" Davi mencari kita ??" tanya Tio.


Dania menghentikan langkahnya dan menatap Tio. "Iya. tapi tidak histeris kok. bibi bilang dia normal bertanya dan menanggapi. Temanmu itu benar-benar hebat ya ??" puji Dania tanpa sadar


" Biasa saja !! itu karna Davi anakku, pasti sama denganku, makanya dia cepat sembuh." balas Tio nampak tak suka mendengar Dania memuji pria lain.


" Kau kan normal, Anak kita berbeda !! sama dari mananya !!?" Dania keheranan.


" Iya tetap saja. ada diriku didalamnya, Otomatis karna dekat denganku dia akan sembuh !!" tutur Tio dengan percaya diri.


" Cih !! bahkan 9 bulan aku yang mengandungnya !! kau hanya menitipkan benih saja ya !!" Protes Dania.


" Kalau aku bisa meminta, aku mau kok menggantikanmu mengandung anak kita." ucap Tio yang semakin asal.


" Davi sudah sebesar itu !! bagaimana kau mau menggantikannya ??!!" Balas Dania dengan kesal


" iya anak kedua kitalah !!" Timpal Tio dengan cepat.


Mata Dania membulat dengan ucapam frontal Tio.


" Jika aku terus disini aku bisa gila !!" umpat Dania yang langsung meninggalkan tio.


" Hey sayang !! tunggu !!" panggil Tio.


" Jaga anak kita !!" teriak Dania seraya menutup pintu.


Tio mendegus kesal. namun secepatnya pula senyum Tio terbit.


" Anak kita ?? Hatiku berbunga sekali mendengarnya Dania.." Tio bersemangat penuh senyuman.


.


.


.